Saab GlobalEye di Dubai AirShow 2019 (Foto: David Donald)
Dubai AirShow 2019 yang dihelat hingga 21 November, resmi dibuka Minggu 17 November ini, dan salah satu yang menarik dari pameran dirgantara dua tahunan ini adalah hadirnya untuk pertama kali Saab GlobalEye AEW&C (Airborne Early Warning & Control) di hadapan publik. Uni Emirat Arab yang notabene merupakan pemesan pesawat ini menjadikan GlobalEye sebagai kebanggaan dalam arsitektur militer negeri kaya di Timur Tengah ini. (more…)
Bombardier Global 6000 sudah kondang sebagai pesawat jet eksekutif jarak jauh, namun di segmen militer, debut Global 6000 tak bisa dilepaskan dari GlobalEye, yaitu platform radar terbang AEW&C (Airborne Early Warning & Control) yang dirilis oleh Saab. Dimana GlobalEye mengadopsi Global 6000 sebagai wahananya. Dan terkait Global 6000, Turki diwartakan tengah mengembangkan Global 6000 sebagai stand-off jammer.(more…)
Cepat atau lambat, pada akhirnya Indonesia akan memiliki pesawat intai dengan kemampuan Airborne Early Warning and Control (AEW&C), paling tidak hal tersebut didasarkan atas cetak biru yang dituangkan dalam Minimum Essential Force II (2015 – 2019). Meski belum jelas jenis pesawat atau platform teknologi apa yang nantinya akan diakuisisi, namun menarik dibahas tentang pengadaan alutsista yang bernilai strategis ini. (more…)
Kemandirian alutsista sudah barang tentu menjadi hak setiap negara, meski terkadang lompatan teknologi yang dihasilkan membuat sebagian dari kita menjadi tercengang. Seperti Cina yang merilis pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) terbaru, KJ-200. Dibangun dari platform Shaanxi Y-8 yang ditenagai empat mesin turbo propeller, KJ-200 membetot perhatian lantaran mengadopsi radar airborne model tegak dengan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA). (more…)
Setelah menanti sejak 2015, untuk pertama kalinya hari ini (23/2/2018), Saab resmi memperlihatkan sosok pesawat intai terbaru dengan teknologi AEW&C (Airborne Early Warning & Control), GlobalEye di Linköping, Swedia. Sebelum ini desain Saab GlobalEye memang telah banyak dipublikasikan dalam wujud grafis. Seperti yanhg terlihat dalam foto di atas, GlobalEye yang diperlihatkan adalah pesanan Uni Emirat Arab. (more…)
Di level pemangku kebijakan, pembahasan tentang pengadaan pesawat intai, khususnya dari jenis AEW&C (Airborne Early Warning & Control) memang kurang greget, maklum fokus pengadaan matra udara masih berkutat di proses pengadaan jet tempur pengganti F-5 E/F Tiger II yang tak kunjung rampung. Ditambah kabar pemangkasan anggaran pertahanan, menjadikan pengadaan pesawat intai seolah tenggelam. (more…)
Kecepatan respon pada tiap potensi ancaman udara menjadi poin penting dalam sistem pertahanan udara nasional. Semakin cepat lawan bisa diidentifikasi, maka semakin cepat pula ancaman yang datang bisa dinetralisir oleh hanud titik dan hanud terminal. Hal inilah yang menjadi dasar, betapa penting hadirnya pesawat berkemampuan AEW&C (Airborne Early Warning and Control) dalam struktur alutsista. (more…)
Pasar pesawat intai maritim di Indonesia masih terbuka lebar, khususnya sebagai calon pengganti Boeing 737 Surveillance Patmar (Patroli Maritim) Skadron Udara 5 TNI AU yang kondang dengan radar SLAMMR (Side Looking Airborne Multi Mission Radar). Mengingat tiga unit Boeing 737 Patmar TNI AU sudah digunakan sejak tahun 1982, maka dirasa perlu untuk mengganti sistem radar airborne yang mumpuni berbekal teknologi AEW&C (Airborne Early Warning & Control) terbaru. (more…)