
Perusahaan dirgantara dan pertahanan asal Swedia, Saab, resmi meluncurkan pesawat intai peringatan dini atau Airborne Early Warning and Control (AEW&C) GlobalEye pertama untuk Angkatan Udara Swedia, yang mendapatkan sebutan resmi sebagai S 106, di fasilitas mereka di Linkoping pada 15 Oktober 2026. (more…)

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (US Customs and Border Protection/CBP) secara resmi memensiunkan armada pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) berbasis platform P-3 Orion terakhirnya. Penerbangan operasional pamungkas armada berjuluk “Dome” ini dilaksanakan dari Jacksonville, Florida, pada 30 September 2026. (more…)

Langkah Kanada menuju pengadaan sistem Airborne Early Warning and Control (AEW&C) mengalami kemajuan signifikan setelah perusahaan pertahanan Swedia, Saab, menandatangani kesepakatan non-binding term-sheet dengan Canadian Defence Investment Agency (DIA). (more…)

Kemampuan multirole pada helikopter Super Puma sudah diketahui luas, maklum Super Puma adalah salah satu produk (rakitan) andalan dari PT Dirgantara Indonesia yang telah digunakan oleh TNI AU dan pernah digunakan oleh Puspenerbal TNI AL. Namun, dari sekian banyak kebisaan dan varian Super Puma, jarang ada yang tahu bila helikopter twin engine ini bisa mengemban peran sebagai helikopter Airborne Early Warning (AEW). (more…)

Langkah modernisasi armada pengawas udara di kawasan Eropa makin menunjukkan dominasi manufaktur asal Swedia. Pemerintah Belanda secara resmi menandatangani surat niat non-mengikat (non-binding letter of intent) untuk memboyong satu unit pesawat peringatan dini dan kontrol udara (Airborne Early Warning and Control/AEW&C) Saab GlobalEye. (more…)

Industri pertahanan Cina kembali melakukan manuver strategis dengan secara resmi memamerkan untuk pertama kalinya fasilitas sistem ketapel elektromagnetik (Electromagnetic Aircraft Launch System / EMALS) berbasis darat secara penuh (full-scale). Berlokasi di pangkalan uji coba penerbangan Angkatan Laut Xingcheng, Provinsi Liaoning, rekaman visual terbaru mengonfirmasi keberhasilan uji lepas landas pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) berbasis kapal induk, KJ-600. (more…)

Produsen pertahanan asal Swedia, Saab, mengumumkan keberhasilannya mengamankan kontrak raksasa senilai 10,1 miliar Krona Swedia atau setara US$1,04 miliar untuk pengadaan dua unit pesawat sistem peringatan dini dan kontrol udara (Airborne Early Warning and Control/AEW&C) GlobalEye. (more…)

Bicara tentang Airborne Early Warning (AEW), maka di belahan Asia Selatan, nama India adalah yang paling mencuat. Betapa tidak, setelah memiliki radar terbang Netra yang menggunakan platform jet Embraer ERJ 145, namun ‘Negeri Anak Benua’ masih merasa belum cukup. (more…)

Angkatan Udara Cina (PLAAF) kembali memamerkan lompatan teknologi militernya melalui uji coba platform pesawat pengintai generasi terbaru yang dijuluki sebagai “Monster Baru”, yakni KJ-3000 AWACS (Airborne Warning and Control System/AEW&C). Kehadiran pesawat berkemampuan radar tingkat tinggi ini terendus melalui rekaman uji coba penerbangan teranyar yang viral di platform X, memicu diskusi hangat di kalangan pengamat militer global. (more…)

Setelah melalui proses evaluasi yang panjang dan ketat, Pemerintah Perancis secara resmi mengumumkan keputusan untuk memesan dua unit pesawat Airborne Early Warning & Control (AEW&C) GlobalEye buatan perusahaan pertahanan Swedia, Saab. Kesepakatan ini juga mencakup opsi tambahan untuk dua unit lagi di masa depan, yang bertujuan untuk menggantikan armada legendaris namun menua, Boeing E-3F Sentry (AWACS). (more…)