Spesifikasi MUGEM Class: Proyek Kapal Induk 60.000 Ton Turki untuk Jet Tempur KAAN dan Drone Siluman

Photo credits: MAVI Savunma

Keberhasilan operasional kapal serbu amfibi LHD TCG Anadolu (L-400) terbukti menjadi batu loncatan yang mengubah arah doktrin maritim Turki secara radikal. Tidak lagi puas dengan status kekuatan laut regional, Pemerintah Turki melalui Komite Eksekutif Industri Pertahanan (SSIK) telah resmi mengonfirmasi dimulainya cetak biru proyek kapal induk nasional murni pertama mereka yang diberi kode nama MUGEM (Milli Uçak Gemisi / Kapal Induk Nasional).

Baca juga: Untuk Pertama Kali, Kapal Induk Bertenaga Nuklir Perancis, FNS Charles de Gaulle Merapat di Indonesia

Proyek MUGEM class ini dirancang untuk menempatkan Angkatan Laut Turki ke dalam jajaran elite kekuatan laut global (blue-water navy). Berbeda dengan TCG Anadolu yang berbasis pada desain eksterior kelas Juan Carlos dari Spanyol, MUGEM adalah proyek prestisius yang 100 persen dikembangkan secara mandiri di dalam negeri guna memenuhi ambisi geopolitik Ankara di Laut Mediterania, Laut Hitam, hingga Samudra Atlantik dan Hindia.

Sejarah pengembangan MUGEM dimulai dari instruksi langsung Presiden Recep Tayyip Erdoğan yang menginginkan kapal induk berukuran penuh setelah Turki dikeluarkan dari program jet siluman F-35B akibat akuisisi sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia. Kantor Proyek Desain Angkatan Laut Turki (Navy Design Project Office) kemudian mulai merancang purwarupa MUGEM sejak awal tahun 2024.

Desain kapal induk ini pertama kali dipaparkan secara resmi kepada publik pada pertengahan tahun 2024 saat kunjungan petinggi militer ke fasilitas desain mereka, dan model skala penuhnya terus disempurnakan hingga tahun 2025 dan 2026.

Mengenai eksekusi fisiknya, megaproyek ini akan dipercayakan penuh kepada Galangan Kapal Angkatan Laut Istanbul (Istanbul Naval Shipyard), sebuah fasilitas galangan kapal militer milik pemerintah yang terkenal memiliki kapabilitas infrastruktur terbesar dan rekam jejak paling andal di Turki dalam membangun kapal-kapal tempur utama berpilar teknologi tinggi.

Pihak otoritas menargetkan waktu pembangunan fisik konstruksi lambung hingga fase peluncuran awal akan memakan waktu sekitar enam hingga delapan tahun sejak peletakan lunas pertama (keel laying), dengan target operasional penuh pada dekade 2030-an.

Dari spesifikasi teknis, MUGEM class akan hadir sebagai super carrier berdimensi masif dengan bobot perpindahan (displacement) mencapai 60.000 ton. Kapal induk ini dirancang memiliki panjang total (overall length) 285 meter, lebar maksimal 72 meter, dan sarat air (draft) sedalam 10,1 meter. Untuk sektor dapur pacu, Turki memilih konfigurasi propulsi Combined Gas Turbine and Gas Turbine (COGAG) berkekuatan empat turbin gas yang mampu mendorong kapal raksasa ini melesat hingga kecepatan maksimum 25 knot, serta memiliki jangkauan operasional sejauh 10.000 mil laut pada kecepatan jelajah 14 knot.

Berbeda dengan kapal induk AS yang menggunakan ketapel hidrolik, MUGEM mengadopsi konfigurasi dek penerbangan STOBAR (Short Take-Off But Arrested Recovery) yang dilengkapi dengan struktur landasan pacu melengkung ski-jump setinggi 14 derajat di bagian haluan, serta sistem kabel penahan (arrestor wires) di area buritan untuk memfasilitasi pendaratan jet tempur.

Keunggulan utama yang membuat MUGEM diklaim mematikan di medan tempur terletak pada konsep arsitektur dek dan hanggarnya yang dioptimalkan untuk menampung kombinasi armada udara berawak dan tak berawak (manned-unmanned teaming).

Kapal induk ini diproyeksikan mampu membawa hingga 50 unit pesawat, di mana tulang punggung udaranya akan mengandalkan jet tempur siluman domestik bermesin ganda KAAN versi naval, jet tempur ringan Hurjet, serta armada drone tempur sayap lipat canggih seperti Bayraktar TB3 dan Bayraktar Kızılelma besutan Baykar.

Siap Masuk Pasar Jet Serang Ringan, Hurjet Terbang dengan Pylon Senjata di Bawah Sayap

Selain itu, keunggulan taktis MUGEM terletak pada sistem proteksi pertahanan mandiri berlapis yang terintegrasi penuh dengan ekosistem sensor lokal, mulai dari radar swadaya Aselsan SFR, sistem rudal pertahanan udara jarak dekat Hisar, hingga sistem senjata penangkis kanon berputar (CIWS) Gokdeniz. Hal ini memastikan bahwa MUGEM tidak hanya berfungsi sebagai pangkalan udara terapung penyebar proyeksi kekuatan ofensif, melainkan juga sebuah benteng maritim yang memiliki tingkat kelangsungan hidup (survivability) sangat tinggi dari serangan saturasi rudal antikapal maupun drone bunuh diri musuh. (Gilang Perdana)

Pertama Kali Digelar di Latihan EFES 2026, Intip Ketangguhan ‘Steel Dome’ Turki yang Ditawarkan ke Indonesia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *