Jadi ‘Pisau Swiss’ Udara, Perancis Sulap Pesawat Angkut A400M Jadi Komando Tempur dan Induk Drone

Langkah radikal diambil oleh Angkatan Udara dan Antariksa Perancis untuk mendongkrak taji armada pesawat angkut taktis mereka. Tepat pada 16 Juni 2026, Airbus Defence and Space resmi menandatangani kontrak dengan OCCAR (Organisation for Joint Armament Cooperation), yang bertindak atas nama Direktorat Jenderal Persenjataan Perancis (DGA), untuk mengembangkan paket kemampuan baru pada A400M Atlas.
Baca juga: Borong Tambahan 20 Unit A400M Atlas, Jerman Bakal Jadi Raja Pesawat Angkut Berat di Eropa
Program modernisasi yang dinamakan Parallel Mission System (PMS), bertujuan menyulap armada A400M Perancis agar memiliki kemampuan multi-misi mutakhir di bidang intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR), sekaligus mengubahnya menjadi pos komando udara yang mematikan.
“A400M adalah ‘pisau tentara Swiss’ nyata bagi angkatan bersenjata yang menggunakannya. Pesawat ini memiliki kemampuan dan potensi besar untuk terus memperluas cakupan misinya,” ujar Jean-Brice Dumont, Executive Vice President Air Power di Airbus Defence and Space.
Menurutnya, melalui pengembangan sistem PMS ini, Angkatan Udara Perancis akan mengakuisisi sebuah platform raksasa yang mampu bertindak sebagai alat komando dan kendali (Command and Control / C2) taktis langsung dari udara, sebuah fungsi yang selama ini hanya didominasi oleh pesawat-pesawat intai khusus berukuran kecil atau medium.
Fokus utama dari pengembangan PMS ini berpusat pada integrasi sistem misi baru di dalam pesawat, serta pemasangan konsol kesadaran situasional taktis (tactical situational awareness consoles) di dalam ruang kargo untuk memantau berbagai sensor dan mengoordinasikan jalannya pertempuran.
France launches the development of new capabilities for the #A400M to equip the aircraft with multi-mission capabilities in the fields of intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR). Thanks to the new mission system, the French A400Ms will be ready to play a key role in… pic.twitter.com/1KP9jyUMwQ
— Airbus Defence (@AirbusDefence) June 16, 2026
Tak hanya itu, Airbus juga akan mengintegrasikan sensor optronik canggih pada struktur luar pesawat. Arsitektur sistem misi baru ini dirancang agar dapat mengintegrasikan sensor tambahan, sistem komunikasi terenkripsi, hingga mengelola peluncuran drone dan rudal langsung dari dalam ruang kargo pesawat. Pada akhirnya, kru A400M akan mampu mengoordinasikan misi kolaboratif (collaborative combat) yang melibatkan pasukan darat, helikopter tempur—khususnya Tiger dan Caracal H225M—serta jet tempur garis depan dalam satu jaringan data terpadu.
Berdasarkan garis waktu proyek, setelah fase pengembangan awal ini selesai, peralatan baru PMS ini akan mulai dipasang pada armada A400M Perancis pertama pada tahun 2027, untuk kemudian menjalani serangkaian uji terbang intensif pada tahun 2028. Setelah dinyatakan lulus uji, sejumlah pesawat dalam armada Angkatan Udara Perancis akan menjalani proses retrofit massal agar dapat diinstalasi dengan kit PMS modular ini sesuai kebutuhan operasi di lapangan.
Airbus Defence and Space tidak berhenti sampai di sini. Mereka mengonfirmasi tengah mengeksplorasi pengembangan kemampuan revolusioner lainnya untuk masa depan A400M Atlas. Beberapa di antaranya meliputi sistem perang elektronik berupa pengacau sinyal jarak jauh (long-range jamming), fungsi sebagai pesawat induk (mother-ship) untuk pelepasan drone dan rudal di tengah penerbangan, peningkatan kapasitas angkut beban maksimal hingga mencapai 40 ton, hingga kemampuan pemadam kebakaran hutan udara (firefighting).
Rentetan inovasi ini diproyeksikan akan terus memperluas batas kemampuan A400M, menjadikannya aset strategis yang tak tergantikan dalam memenuhi kebutuhan taktis angkatan bersenjata global di masa kini dan masa depan. (Gilang Perdana)
Airbus Tampilkan Upgrade Prototipe Roll-on/Roll-off Firefighting Kit di A400M Atlas


