
Sebuah langkah militer yang mengejutkan sekaligus bersejarah terjadi di kawasan Timur Tengah, di mana untuk pertama kalinya, pasukan tempur Mesir secara resmi dikerahkan dan ditempatkan di tanah Uni Emirat Arab (UEA). Pengerahan ini dikonfirmasi langsung melalui inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, bersama Presiden UEA, Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), terhadap unit tempur Angkatan Udara Mesir yang kini disiagakan di pangkalan udara UEA. (more…)

Sepanjang tahun 2025, posisi Israel dalam kancah internasional berada di titik yang kontradiktif. Di satu sisi, tekanan diplomatik dan boikot di berbagai pameran pertahanan global meningkat akibat kebijakan militer di Gaza dan Palestina yang memicu krisis kemanusiaan. (more…)

Alih-alih bisa mendapatkan AIM-120 AMRAAM sebagai rudal udara ke udara, Mesir sebagai sekutu ring ‘dua’ Amerika Serikat di Timur Tengah, belum lama ini telah mendapatkan persetujuan untuk mengakuisisi AIM-120 AMRAAM, tapi bukan sebagai rudal yang diluncurkan dari jet tempur, melainkan AIM-120 AMRAAM sebagai rudal darat ke udara dalam paket sistem hanud (National Advanced Surface-to-Air Missile System). (more…)

Punya ancaman berperang dengan militer terkuat di Timur Tengah, ditambah pelajaran dari apa yang dialami Iran ketika hanudnya dibuat tak berdaya saat menghadapi serangan udara dari Israel, maka Mesir untuk perlu meracik komposisi sistem rudal pertahanan udara (hanud) yang berbeda, dan setidaknya dapat membuat Tel Aviv segan. (more…)

Sebagai ‘reward’ atas prestasi gemilang Pakistan yang menggunakan alutsista buatan Cina saat konflik dengan India, maka Cina akan mempercepat pengiriman pesanan jet tempur stealth Shenyang J-35A plus diskon 50 persen kepada Pakistan. Nah, gimmick marketing ala Beijing rupanya memikat perhatian Mesir. (more…)

Pemberitaan bombastis atas keunggulan Chengdu J-10C dalam duel udara dengan jet tempur India, bukan hanya membawa dampak negatif bisnis Dassault Aviation selaku manufaktur Rafale, rupanya Korea Aerospace Industries (KAI) selaku manufaktur jet tempur ringan multirole FA-50 Fighting Eagle, kini tengah dilanda kecemasan atas reputasi Chengdu J-10C. (more…)

Jet tempur Dassault Rafale dengan rudal udara ke udara jarak jauh Meteor, tak pelak merupakan senjata pamungkas dalam paket pengadaan pesawat tempur buatan Perancis tersebut. Namun, karena dianggap sebagai senjata strategis yang mampu mengubah jalannya peperangan, maka Meteor hanya dijual kepada negara terpilih. (more…)

Banyak pihak yang dibuat heran atas kebijakan Perancis kepada Mesir, pasalnya Mesir adalah adalah pembeli ekspor pertama untuk jet tempur Dassault Rafale. Pada tahun 2015, Mesir menandatangani kesepakatan dengan Perancis untuk membeli 24 unit Rafale, menjadikannya negara pertama yang membeli jet tempur ini di luar Perancis. (more…)

Setelah dua tahun bernegosiasi, Perancis akhirnya memberi lampu hijau kepada Serbia untuk membeli 12 unit jet tempur Rafale. Meski begitu, Serbia belum bisa bernafas lega, pasalnya ada kabar Rafale yang dijual ke Serbia akan dibatasi kemampuannya, serupa dengan Rafale milik Mesir. Yang mana Rafale Mesir dan Serbia akan dibatasi kemampuan peperangan udara ke udaranya. (more…)

Bila melihat dari postur kekuatan udara, maka Angkatan Udara Mesir sejatinya layak disebut ‘strong’, betapa tidak, Angkatan Udara Mesir mengoperasikan lebih dari 200 unit F-16, 18 unit Mirage 2000 dan 24 unit jet tempur Rafale. Namun, tetap saja Mesir merasa inferior, hingga berujung pada keputusan Kairo untuk membeli pesawat tempur Chengdu J-10C, berikut paket rudal udara ke udara canggih dari Cina. (more…)