Pertama Kali dalam Sejarah, Mesir Kerahkan Jet Tempur Rafale ke UEA untuk Operasi Pertahanan Aktif

Sebuah langkah militer yang mengejutkan sekaligus bersejarah terjadi di kawasan Timur Tengah, di mana untuk pertama kalinya, pasukan tempur Mesir secara resmi dikerahkan dan ditempatkan di tanah Uni Emirat Arab (UEA). Pengerahan ini dikonfirmasi langsung melalui inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, bersama Presiden UEA, Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), terhadap unit tempur Angkatan Udara Mesir yang kini disiagakan di pangkalan udara UEA.
Baca juga: AVIC Luncurkan J-35AE: Antara Spekulasi Pesanan Pakistan dan Ambisi Ekspor Stealth Cina
Berdasarkan informasi terbaru, Mesir mengerahkan sedikitnya satu skadron yang terdiri dari 12 unit jet tempur Rafale untuk berpartisipasi dalam operasi defensif guna mendukung keamanan kedaulatan UEA. Langkah ini menandai babak baru dalam aliansi strategis kedua negara, di mana Mesir kini terlibat langsung dalam menjaga payung udara di wilayah Teluk yang kian dinamis.
Kementerian Pertahanan UEA telah mengonfirmasi penempatan pasukan tersebut secara publik sebagai bagian dari integrasi pertahanan kolektif. Kehadiran Rafale Mesir di UEA bukan sekadar simbol solidaritas politik, melainkan sebuah kebutuhan taktis untuk meningkatkan kemampuan intersep dan pengawasan udara terhadap ancaman asimetris seperti drone maupun rudal balistik.
Pengiriman 12 unit jet tempur ini menunjukkan kepercayaan diri yang besar dari Kairo atas kemampuan logistik dan operasional angkatan udaranya di luar wilayah kedaulatan. Pertemuan el-Sisi dan MBZ di depan jet tempur yang siap tempur ini mengirimkan pesan tegas kepada pihak lawan bahwa keamanan UEA merupakan prioritas utama bagi Mesir di tengah meningkatnya tensi geopolitik regional.
Egyptian President Abdel Fattah El-Sisi visited the United Arab Emirates, where he met with Emirati President Mohammed bin Zayed and inspected a squadron of Egyptian Air Force (EAF) Rafale multirole fighters deployed in the country.
The Rafales deployed to the UAE are part of… pic.twitter.com/Hh14P18AWb
— OSINTWarfare (@OSINTWarfare) May 7, 2026
Melihat lebih dalam pada kekuatan udara Mesir, Angkatan Udara Mesir saat ini merupakan salah satu operator Rafale terbesar di dunia dengan total arsenal mencapai 54 unit. Armada ini terbagi dalam dua kontrak pengadaan; kontrak pertama pada tahun 2015 sebanyak 24 unit dan kontrak tambahan pada tahun 2021 sebanyak 30 unit.
Varian yang dioperasikan Mesir terdiri dari tipe Rafale EM (kursi tunggal) dan Rafale DM (kursi ganda), yang secara teknis setara dengan standar F3-R milik Angkatan Udara Perancis. Jet tempur multi-peran ini telah dilengkapi dengan kemampuan pengisian bahan bakar di udara (buddy-to-buddy refueling) serta integrasi radar AESA RBE2 yang memungkinkan deteksi target jarak jauh dengan tingkat akurasi tinggi, menjadikannya aset yang sangat mematikan di medan tempur modern.
A squadron of Egyptian Air Force Rafale fighter jets has been deployed to the UAE to help defend the country. https://t.co/uqlWzRK2hp pic.twitter.com/GvTKNYqb15
— Egypt’s Intel Observer (@EGYOSINT) May 7, 2026
Integrasi operasional ini memberikan keuntungan strategis bagi kedua negara, mengingat UEA sendiri telah memesan 80 unit Rafale varian terbaru (F4). Dengan mengerahkan varian F3-R yang sudah matang secara operasional, Mesir membantu menciptakan lapisan pertahanan udara yang lebih rapat dan kohesif di pangkalan-pangkalan vital UEA.
Penempatan ini membuktikan bahwa program modernisasi alutsista yang dilakukan Mesir selama dekade terakhir kini telah membuahkan hasil nyata, di mana Kairo tidak hanya mampu mengamankan wilayahnya sendiri, tetapi juga sanggup memproyeksikan kekuatan udara yang kompetitif untuk membantu sekutu strategisnya di kawasan Teluk dari ancaman serangan udara yang terus berkembang. (Bayu Pamungkas)


