Abaikan Kampanye Disinformasi Cina, Mesir Kirim RFP Pengadaan 24 Unit Jet Tempur Rafale Tambahan

Pemerintah Mesir dikabarkan mengajukan permohonan proposal resmi (Request for Proposal/RFP) kepada produsen kedirgantaraan asal Perancis, Dassault Aviation. Berdasarkan laporan media bisnis terkemuka Perancis La Tribune, Kairo berencana menambah 24 unit jet tempur omnirole Rafale.

Baca juga: Pertama dalam Sejarah: Jet Tempur J-16 Cina Uji Duel Udara Lawan Rafale di Mesir

Jika kesepakatan ini terealisasi, Angkatan Udara Mesir (Egyptian Air Force) akan mengoperasikan total mendekati 80 unit Rafale, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pengguna terbesar jet tempur bermesin ganda tersebut di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Langkah strategis Kairo ini menandai kebangkitan aktivitas akuisisi alutsista Mesir pasca-fase pengetatan anggaran akibat kendala finansial domestik. Mesir sendiri memegang catatan sejarah penting sebagai launch customer (pemesan ekspor pertama di dunia) untuk jet tempur Rafale ketika menandatangani kontrak pembelian 24 unit pada Februari 2015.

Saat ini, Angkatan Udara Mesir mengoperasikan 54 unit Rafale yang terdiri dari varian kursi tunggal Rafale C (EM) dan varian kursi ganda Rafale B (DM) dalam standar konfigurasi F3-R. Penambahan 24 unit baru ini—yang diproyeksikan bakal mengusung standar F4 terbaru—menjadi instrumen utama Kairo untuk menggeser ketergantungan dari armada F-16 Fighting Falcon buatan Amerika Serikat yang kini kian menua.

Kebutuhan modernisasi armada udara Mesir kian mendesak mengingat Kairo saat ini mengoperasikan lebih dari 200 unit F-16 dari total 240 unit yang pernah dibeli dari AS. Sebagian besar kerangka pesawat (airframe) F-16 tersebut telah memasuki usia pensiun, terutama varian F-16 Block 15 (42 unit) yang diterima pada rentang 1982–1985, F-16 Block 32 (40 unit) delivered 1986–1988, serta F-16 Block 40 (47 unit) pengadaan 1991–1995.

Pembatasan politik dan teknis yang diterapkan Washington—seperti penolakan integrasi rudal udara-ke-udara jarak jauh BVR (Beyond Visual Range) AIM-120 AMRAAM pada F-16 Mesir—memaksa Kairo berpaling ke Perancis demi mempertahankan keunggulan udara yang independen.

‘Tak Bisa’ Beli AMRAAM untuk Jet Tempur F-16, Mesir Dapat Izin Borong AIM-120 AMRAAM dalam Paket NASAMS

Pengiriman RFP untuk 24 unit Rafale ini sekaligus menjadi jawaban menohok Kairo terhadap agresivitas diplomasi pertahanan dan kampanye perang informasi yang diluncurkan oleh Cina. Pasca-latihan militer gabungan Sino-Mesir bertajuk “Eagles of Civilization 2026” pada Agustus lalu, pihak Beijing terindikasi melancarkan kampanye disinformasi yang mengklaim superioritas jet tempur Chengdu J-16 dan J-10C atas Rafale. Offensif komersial Beijing yang gencar menjajakan jet tempur buatan dalam negerinya kepada Mesir terbukti tidak menggoyahkan kepercayaan Kairo terhadap keandalan tempur dan superioritas teknologi Rafale Perancis.

Isu mengenai “keterbatasan” Rafale Mesir—terutama kabar penolakan Paris untuk menyertakan rudal BVR jarak jauh MBDA Meteor demi menjaga keseimbangan militer (Qualitative Military Edge/QME) Israel—sering dijadikan amunisi oleh narasi pesaing seperti Cina untuk merendahkan posisi Mesir.

Bukan Hanya Faktor ‘Israel’, Ini Alasan Perancis Ogah Jual Rudal Meteor untuk Rafale Mesir

Namun, laporan La Tribune menyiratkan bahwa bagi Kairo, ketiadaan rudal Meteor tidak menjadi deal-breaker atau penghalang utama. Dalam kalkulasi taktis Angkatan Udara Mesir, Rafale yang dipersenjatai rudal MICA EM/IR (dengan pemandu radar aktif dan inframerah) serta rudal jelajah stand-off SCALP-EG tetap menawarkan lompatan teknologi yang jauh lebih superior dibanding F-16 mereka yang “dikibiri” tanpa AMRAAM. Lebih dari itu, kompromi geopolitik Perancis dinilai masih jauh lebih fleksibel dan minim intervensi politik jika dibandingkan dengan persyaratan ketat dari Washington.

Ajang pameran kedirgantaraan El Alamein International AirShow 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 10 September 2026 di Bandara Internasional El Alamein diprediksi bakal menjadi panggung krusial bagi Kairo untuk menguak rencana besar peremajaan armada udaranya. Momentum pengajuan RFP ini menegaskan bahwa dalam kalkulasi tempur nyata, Angkatan Udara Mesir tetap mempercayai Rafale sebagai tulang punggung supremasi udara nasionalnya di tengah sengitnya persaingan geopolitik global. (Gilang Perdana)

Momen Langka: Jet Tempur Rafale Mesir Sukses Lakukan Air Refueling dari Pesawat Tanker Xian YY-20 Cina

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *