
Punya ancaman berperang dengan militer terkuat di Timur Tengah, ditambah pelajaran dari apa yang dialami Iran ketika hanudnya dibuat tak berdaya saat menghadapi serangan udara dari Israel, maka Mesir untuk perlu meracik komposisi sistem rudal pertahanan udara (hanud) yang berbeda, dan setidaknya dapat membuat Tel Aviv segan. (more…)

Sebagai ‘reward’ atas prestasi gemilang Pakistan yang menggunakan alutsista buatan Cina saat konflik dengan India, maka Cina akan mempercepat pengiriman pesanan jet tempur stealth Shenyang J-35A plus diskon 50 persen kepada Pakistan. Nah, gimmick marketing ala Beijing rupanya memikat perhatian Mesir. (more…)

Pemberitaan bombastis atas keunggulan Chengdu J-10C dalam duel udara dengan jet tempur India, bukan hanya membawa dampak negatif bisnis Dassault Aviation selaku manufaktur Rafale, rupanya Korea Aerospace Industries (KAI) selaku manufaktur jet tempur ringan multirole FA-50 Fighting Eagle, kini tengah dilanda kecemasan atas reputasi Chengdu J-10C. (more…)

Jet tempur Dassault Rafale dengan rudal udara ke udara jarak jauh Meteor, tak pelak merupakan senjata pamungkas dalam paket pengadaan pesawat tempur buatan Perancis tersebut. Namun, karena dianggap sebagai senjata strategis yang mampu mengubah jalannya peperangan, maka Meteor hanya dijual kepada negara terpilih. (more…)

Banyak pihak yang dibuat heran atas kebijakan Perancis kepada Mesir, pasalnya Mesir adalah adalah pembeli ekspor pertama untuk jet tempur Dassault Rafale. Pada tahun 2015, Mesir menandatangani kesepakatan dengan Perancis untuk membeli 24 unit Rafale, menjadikannya negara pertama yang membeli jet tempur ini di luar Perancis. (more…)

Setelah dua tahun bernegosiasi, Perancis akhirnya memberi lampu hijau kepada Serbia untuk membeli 12 unit jet tempur Rafale. Meski begitu, Serbia belum bisa bernafas lega, pasalnya ada kabar Rafale yang dijual ke Serbia akan dibatasi kemampuannya, serupa dengan Rafale milik Mesir. Yang mana Rafale Mesir dan Serbia akan dibatasi kemampuan peperangan udara ke udaranya. (more…)

Bila melihat dari postur kekuatan udara, maka Angkatan Udara Mesir sejatinya layak disebut ‘strong’, betapa tidak, Angkatan Udara Mesir mengoperasikan lebih dari 200 unit F-16, 18 unit Mirage 2000 dan 24 unit jet tempur Rafale. Namun, tetap saja Mesir merasa inferior, hingga berujung pada keputusan Kairo untuk membeli pesawat tempur Chengdu J-10C, berikut paket rudal udara ke udara canggih dari Cina. (more…)

Lantaran hanya dianggap sebagai sekutu “kw2” di Timur Tengah, Mesir rupanya menolak tawaran dari Amerika Serikat untuk meningkatkan (upgrade) armada jet tempur F-16 Fighting Falcon-nya ke standar Viper. Seperti diketahui, Angkatan Udara Mesir seperti saat ini mengoperasikan lebih dari 200 unit F-16 dalam berbagai varian. Alih-alih memperpanjang umur ‘Elang Penempur’, Mesir dikabarkan justru memilih untuk membeli jet tempur dari Cina. (more…)

Ada kabar anyar dari Lockheed Martin, pabrikan dirgantara super kondang dari Amerika Serikat tersebut mengumumkan bahwa Mesir bakal menjadi negara ke-23 yang akan mengoperasikan pesawat angkut C-130J-30 Super Hercules. (more…)

Ibarat api dalam sekam, negara-negara di Timur Tengah yang notabene kuat secara finansial, dibuat tak berdaya bila mengiginkan je tempur stealth dari Amerika Serikat. Dengan standar ganda, AS sejauh ini hanya mengizinkan Israel sebagai pengguna jet tempur F-35 Lightning II, sementara negara lain yang juga bersekutu dengan Washington, dibuat menjadi inferior jika dibandingkan Israel. (more…)