
Dinamika medan perang di Ukraina telah melahirkan urgensi baru dalam arsitektur pertahanan udara global. Munculnya ancaman drone kamikaze murah seperti seri Shahed-136 dari Iran atau Geran Rusia telah menciptakan dilema ekonomi bagi negara-negara Barat; menggunakan rudal pertahanan udara yang sangat mahal untuk mencegat target yang harganya jauh lebih murah dianggap sebagai strategi yang tidak berkelanjutan. (more…)

Dunia militer internasional dikejutkan dengan laporan mengenai penggunaan drone kamikaze oleh Amerika Serikat dalam sebuah operasi tempur nyata. Pada 3 Januari 2026, LUCAS (Low-Cost Uncrewed Combat Attack System), drone kamikaze buatan perusahaan SpektreWorks, diduga telah digunakan untuk pertama kalinya dalam serangan yang menargetkan basis militer Venezuela di Caracas. (more…)

Setelah diketahui punya kemampuan meluncurkan rudal udara ke udara jarak pendek R-60, drone kamikaze Shahed-136, atau variannya yang diproduksi Rusia, Geran-2, disebut punya kemampuan ekstra lainnya, yaitu disebut mampu meluncurkan ranjau anti tank. (more…)

Sebagai ‘pemain’ awal dalam operasi militer Rusia di Ukraina, nama drone kamikaze Shahed-136 masih eksis, dan terus dioperasikan dengan sejumlah inovasi untuk menyesuaikan kebutuhan akan misi barunya. Sebagai bukti adalah Geran-2, yakni varian Shahed-136 yang diproduksi oleh Rusia, ternyata kini punya peran baru untuk melancarkan serangan ke sasaran di udara. (more…)

Bukan satu atau dua, faktanya ada beberapa jenis drone kamikaze (loitering muniton) dengan desain mirip Shahed-136 yang diproduksi oleh manufaktur pertahanan Cina. Setelah sebelumnya diulas tentang Sunflower 200, Feilong-300D dan PD-2900, rupanya ada sosok baru yang juga mirip Shahed-136, yaitu Loong M9. (more…)

Sebuah video viral di media sosial setelah merekam detik-detik dramatis jatuhnya drone kamikaze Rusia, Shahed-136 (Geran-2) oleh tembakan terarah dari Minigun M134 Gatling Gun, yang terpasang sebagai door gun helikopter Mi-8 milik Angkatan Darat/Udara Ukraina yang beroperasi dalam peran pertahanan udara. (more…)

Setiap negara yang sukses memproduksi persenjataan atau alutsista dengan predikat battle proven, boleh jadi harus waspada, pasalnya tidak butuh waktu lama, tiruan (copy-an) dari alutsista tersebut mungkin sudah berhasil diproduksi oleh Cina. Tidak itu saja, produk copy-an yang dimaksud bahkan siap dibandrol untuk pasar ekspor dengan harga miring. (more…)

Sejak tahun lalu, nama drone kamikaze bermesin turbojet Shahed-238 telah menjadi bahan perbincangan, saat digunakan Rusia dalam misi serangan jarak jauh ke Ukraina. Namun, dengan lokalisasi produksi, drone tersebut kini telah dibuat secara lisensi di Rusia dengan nama “Geran (Geranium)-3”. (more…)

Shahed-136 adalah fenomena tersendiri dalam jagad perang modern, menjadi bukti efektivitas drone kamikaze dalam konflik di Ukraina, terlebih mampu terbang jarak jauh dengan biaya produksi relatif murah, memberikan kerusakan atau mampu merepotkan sisten pertahanan lawan. Berangkat dari kisah sukses Shahed-136, perusahaan pertahanan dari Amerika Serikat rupanya kepincut untuk memproduksi ‘Shahed-136’. (more…)

Beragam cara dilakukan Rusia dan Ukraina untuk menekan anggaran atas perang yang berkepanjangan. Memproduksi drone kamikaze Shahed-136 di dalam negeri oleh Rusia (Geran 2), rupanya belum cukup. Rusia kini menggunakan drone kamikaze yang diberi nama “Gerbera” yang diklaim lebih hemat dalam biaya produksi. (more…)