Dua Kabel Bawah Laut Australia Putus Secara Mencurigakan, Jalur Komunikasi Utama Indo-Pasifik Terbukti Rentan 

Isu keamanan kabel serat optik bawah laut kembali mencuat dan menyedot perhatian kawasan Indo-Pasifik. Insiden terbaru menghantam dua jalur komunikasi vital di lepas pantai Australia Barat (Western Australia) yang terputus secara mendadak.

Baca juga: Bikin Cemas Banyak Negara, Cina Ungkap Punya Alat Pemotong Kabel Bawah Laut Paling Kuat di Dunia

Peristiwa itu langsung memicu kewaspadaan tinggi mengingat lokasinya berada di perairan Australia Barat yang secara geografis relatif dekat dengan wilayah perairan Indonesia, serta fakta bahwa kerusakan tersebut terjadi di tengah terdeteksinya pergerakan kapal asing yang dinilai mencurigakan.

Kerusakan terjadi pada jaringan kabel Indigo West dan Indigo Central yang dikelola oleh perusahaan penyedia infrastruktur digital SUBCO. Lokasi putusnya kabel berada di dalam Submarine Cable Protection Zone lepas pantai Perth, sebuah kawasan yang sejatinya memiliki status hukum khusus dengan tingkat perlindungan ekstra.

Pendiri SUBCO, Bevan Slattery, mengonfirmasi bahwa berdasarkan data pemantauan, gangguan jaringan terjadi bersamaan dengan aktivitas sebuah kapal misterius di sekitar titik lokasi kejadian. Kehadiran kapal tersebut di area perlindungan kabel pada waktu yang sama memperkuat dugaan adanya tindak sabotase atau aktivitas anomali yang sengaja menargetkan infrastruktur vital.

Insiden ini mengekspos betapa rapuhnya ketahanan digital suatu negara dari potensi ancaman fisik di dasar laut. Mantan pejabat Kementerian Pertahanan Australia dari lembaga Strategic Analysis Australia, Michael Shoebridge, menggarisbawahi bahwa mayoritas masyarakat masih salah kaprah menganggap transmisi internet global ditopang oleh teknologi satelit. Padahal, satelit hanya mengalirkan sekitar satu persen lalu lintas data internasional, sementara 99 persen sisanya bergantung penuh pada bentangan kabel bawah laut.

Untuk kasus Australia, seluruh konektivitas internet luar negerinya hanya ditopang oleh 16 hingga 18 jalur kabel utama. Kondisi ini menunjukkan bahwa jika beberapa titik kabel utama dilumpuhkan secara bersamaan, suatu negara dapat terisolasi seketika dari lalu lintas data global.

Kerentanan ini kian menegaskan peringatan yang diterbitkan oleh National Security College di Australian National University (ANU) melalui laporan terbarunya. Laporan yang didanai oleh Kementerian Pertahanan Australia tersebut menyebutkan bahwa jaringan kabel laut di kawasan Indo-Pasifik kini menghadapi peningkatan ancaman dari entitas negara maupun non-negara.

Begini Cara Kapal Selam Rusia Lakukan Sabotase Pada Jaringan Kabel Bawah Laut

Kerusakan skala besar pada kabel bawah laut tidak hanya mengganggu komunikasi, tetapi juga mampu melumpuhkan transaksi pasar keuangan, menghentikan aktivitas perdagangan internasional, dan mematikan layanan berbasis cloud. Oleh karena itu, laporan tersebut mendesak pemerintah untuk segera menyusun strategi komprehensif, mulai dari peningkatan patroli pemantauan hingga pemastian akses prioritas untuk kapal perbaikan kabel.

Incar Pasar Australia, IAI Israel Tawarkan Drone Bawah Laut ‘BlueWhale’ untuk Intai Koridor Utara dan Laut Cina Selatan

Ancaman sabotase bawah laut ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, dalam forum keamanan internasional Shangri-La Dialogue di Singapura. Ia secara terbuka memperingatkan bahwa dasar laut kini telah bergeser menjadi medan pertempuran dan target strategis baru dalam arena kompetisi militer global.

Kedekatan lokasi insiden di Australia Barat dengan jalur perairan Indonesia menjadi pengingat krusial bahwa ancaman terhadap infrastruktur komunikasi bawah laut bukan lagi isu teknis telekomunikasi semata, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi, kedaulatan digital, dan pertahanan kawasan Indo-Pasifik. (Bayu Pamungkas)

Jerman Luncurkan Greyshark, Keluarga Drone Bawah Air Otonom untuk Pantau Jaringan Kabel Bawah Laut

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *