Mengenal Sichen, Drone Kamikaze Jarak Jauh Ukraina ‘Kembaran’ Shahed-136

Strategi serangan udara jarak jauh Ukraina ke wilayah domestik Rusia menunjukkan lompatan teknologi yang masif. Dalam insiden serangan drone kamikaze massal yang menyasar kawasan kilang minyak di distrik luar kota Moskow baru-baru ini, sebuah rekaman video amatir warga setempat berhasil menangkap pergerakan gelombang drone jenis baru.
Setidaknya enam unit drone kamikaze yang diidentifikasi sebagai Sichen terekam terbang beriringan dalam formasi kawanan (swarm) menuju target infrastruktur energi vital tersebut. Menariknya, penampilan visual Sichen langsung menarik perhatian para pengamat militer karena mengusung rancang bangun bersayap delta (delta wing), menjadikannya sangat mirip secara geometri dengan drone kamikaze legendaris Shahed-136 buatan Iran yang kerap digunakan Rusia dengan nama Geran-2.
Pertama kali diperkenalkan ke publik pada April 2026, pengembangan dan manufaktur Sichen digarap oleh konsorsium teknologi pertahanan domestik Ukraina dengan dukungan pendanaan terpusat. Keberhasilan memproduksi tiruan berkonfigurasi sayap delta ini membuktikan bahwa Ukraina kini telah menguasai cetak biru aerodinamika yang efisien untuk misi infiltrasi jarak jauh.
Dalam serangan ke kilang minyak Moskow, militer Ukraina sengaja menggelar hampir seluruh lini varian dronenya—termasuk mengombinasikan Sichen dengan tipe lain—untuk menjamin tingkat kejenuhan sistem pertahanan udara (air defense saturation) Rusia, sehingga beberapa unit di antaranya mampu menembus perimeter kawalan hanud lawan.
A swarm of at least 6 Ukrainian Sichen kamikaze drones — similar in design to Russia’s Geran (Shahed-type) drones — was filmed flying one after another toward the Moscow oil refinery during this morning’s strike.
The Sichen, first unveiled in April 2026, reportedly carries a… pic.twitter.com/jueCIWg4at
— Global OSINT (@GlobalOSINTHQ) June 18, 2026
❗️In 🇺🇦Ukraine, the “Sichen” long-range strike UAV has been presented
The drone has a flight range of up to 1,400 km and an accuracy of up to 20 meters. The unmanned aerial vehicle is equipped with a 40-kilogram warhead. The maximum speed of the drone reaches 200 km/h, and the… pic.twitter.com/RfMged2Ois
— 🪖MilitaryNewsUA🇺🇦 (@front_ukrainian) April 13, 2026
Konfigurasi sayap delta pada Sichen memberikan efisiensi aerodinamis yang sangat tinggi untuk membawa muatan berat pada jarak yang luar biasa jauh. Drone dengan mesin piston ini mampu melesat dengan kecepatan maksimum hingga 200 kilometer per jam.
Keunggulan komparatif paling mematikan dari Sichen adalah jangkauan operasionalnya (operational range) yang dilaporkan mampu menghantarkan hulu ledak mematikan hingga radius 1.400 kilometer. Jarak jangkau yang fantastis tidak hanya membuat Sichen dengan mudah menjangkau ibu kota Moskow dari wilayah perbatasan Ukraina, tetapi juga memungkinkannya mengambil rute memutar yang tidak terduga guna menghindari deteksi radar peringatan dini.
Selain jangkauan dan hulu ledak yang besar, desain sayap delta komposit pada Sichen memberikan keuntungan berupa jejak radar yang minim jika terbang pada ketinggian rendah (nap-of-the-earth flight). Dikombinasikan dengan sistem pemandu berbasis inersial dan satelit yang tahan terhadap pengacakan sinyal (anti-jamming GPS), Sichen dirancang sebagai aset asimetris berbiaya rendah namun berefek strategis tinggi. (Bayu Pamungkas)
Rusia Pamerkan Drone Kamikaze Geran-2 Versi Terbaru dengan Dual Mode Seeker di Victory Day 2026


