Raksasa industri pertahanan asal Jerman, Rheinmetall, kembali mencatatkan terobosan penting dalam inovasi alutsista nirawak. Bertempat di National Test Centre Cochstedt, Jerman, Rheinmetall sukses mendemonstrasikan peluncuran amunisi terpandu (loitering munition) FV-014 langsung dari peluncur berbasis kontainer standar 20 kaki (20-foot container) yang diusung oleh truk taktis berat seri HX. (more…)
Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada sistem drone telah bergeser dari sekadar pengujian eksperimental menjadi doktrin operasional di medan tempur. Berdasarkan artikel ilmiah terbaru berjudul ‘Ways of Increasing the Effectiveness of Using Unmanned Aerial Vehicles Through the Use of Artificial Intelligence’ yang dipublikasikan dalam majalah resmi Kementerian Pertahanan Rusia, Military Thought, kawanan (swarm) drone kamikaze Geran yang dibekali algoritma AI mampu secara masif menjenuhkan hingga melumpuhkan sistem pertahanan udara Ukraina (Air Defense Overload) hingga 400 persen dalam satu gelombang serangan. (more…)
Strategi serangan udara jarak jauh Ukraina ke wilayah domestik Rusia menunjukkan lompatan teknologi yang masif. Dalam insiden serangan drone kamikaze massal yang menyasar kawasan kilang minyak di distrik luar kota Moskow baru-baru ini, sebuah rekaman video amatir warga setempat berhasil menangkap pergerakan gelombang drone jenis baru. (more…)
Dinamika pertempuran modern di Ukraina dan Timur Tengah yang didominasi oleh ancaman kawanan drone (drone swarm) memaksa militer negara-negara NATO untuk mempercepat pengadaan platform hanud jarak sangat dekat (VSHORAD) yang mobile dan taktis. Menjawab tantangan tersebut, manufaktur pertahanan asal Belanda, Dutch Military Vehicles (DMV), pekan ini resmi memperkenalkan inovasi terbaru mereka yang diberi nama DMV Tasman kepada perwakilan Kementerian Pertahanan Belanda dan mitra industri. (more…)
Dinamika konflik mendorong Angkatan Udara AS (US Air Force) untuk beradaptasi pada kebutuhan operasi, salah satunya dalam pengembangan kawanan (swarm) drone yang mampu beroperasi di lingkungan yang diperebutkan, di mana navigasi satelit tradisional mengalami gangguan atau tidak bisa diandalkan. (more…)
Banyak cara untuk mengeliminasi serangan drone, namun masih diperlukan solusi yang jitu untuk menangkal serangan dari kawanan drone (swarm drone). Melakukan jamming belum tentu efektif, mengingat ada sejumlah drone yang mengudara, dimana ada potensi satu atau dua drone yang mungkin lolos dalam sergapan jamming. Berangkat dari kasus tersebut, Rusia diwartakan tengah mengembangkan drone dengan kemampuan melakukan serangan pulsa elektromagnetik – Electromagnetic Pulse (EMP). (more…)
Era “Terminator” sudah di depan mata, seperti belum lama berselang Elbit Systems dari Israel, meluncurkan jenis drone berukuran kecil yang punya kemampuan membunuh sebagai loitering munition dengan cara yang senyap. Diluncurkan (disebar) secara berkelompok lewat drone multicopter, drone berukuran kecil yang disebut Lanius, digadang ideal untuk model peperangan urban, termasuk menetralisr sasaran di dalam gedung atau ruangan berkat teknologi 3D mapping. (more…)
Salah satu ancaman terbesar dari keberadaan drone adalah munculnya serangan kawanan drone atau massive suicide drone swarm. Drone mini dalam pola serangan kawanan berjumlah besar, niscaya akan sulit bagi sistem pertahanan udara (hanud) untuk mengatasi serangan bak lebah ini, apalagi jika terlambat diantisipasi, maka kerusakan akan sangat parah. (more…)