Tangkal Ancaman IED Modern, Inggris Uji Coba Prototipe Jammer untuk Prajurit Infanteri 

Kementerian Pertahanan Inggris dilaporkan berhasil melewati tahapan krusial dalam program pengembangan sistem penangkal elektronik (electronic countermeasures) generasi terbaru yang dirancang khusus untuk melindungi personel infanteri dari berbagai ancaman berbasis kendali radio.

Baca juga: Belajar dari Ukraina, Taiwan Luncurkan Ransus Jammer Hsuan-Chie Pemburu Sinyal Militer Cina

Program strategis yang dikenal dengan nama Project Crenic ini dipastikan telah sukses melewati fase Critical Design Review (CDR) pada musim panas tahun 2025 lalu. Berdasarkan pembaruan informasi terkini dari Menteri Negara Urusan Pertahanan Inggris, Luke Pollard, prototipe operasional pertama dari sistem pengacau sinyal (jammer) proteksi pasukan ini dijadwalkan masuk ke tahap pengujian intensif pada kuartal pertama tahun 2027 mendatang. Pengumuman ini menegaskan komitmen Inggris dalam memodernisasi taktik perang elektromagnetik mereka di tengah eskalasi ancaman global yang kian kompleks.

Seperti dikutip Ukdefencejournal.org.uk, Project Crenic pada dasarnya berakar dari kontrak integrasi sistem bernilai 45 juta Poundsterling berdurasi lima tahun yang diberikan oleh lembaga Defence Equipment and Support (DE&S) pada tahun 2022 kepada konsorsium perusahaan pertahanan Inggris yang tergabung dalam “Team Protect”. Konsorsium ini dipimpin oleh PA Consulting sebagai intergrator utama, dengan menggandeng nama-nama besar di industri dirgantara dan pertahanan seperti Leonardo UK, Leidos UK, dan Marshall Land Systems.

Fokus utama dari proyek ini adalah mengembangkan perangkat penangkal elektronik berbasis perangkat lunak (software-defined systems) yang fleksibel. Sistem ini diproyeksikan mampu mendeteksi sekaligus memblokir sinyal radio yang digunakan oleh musuh untuk memicu bom rakitan atau Improvised Explosive Devices (IED), guna melindungi pergerakan prajurit, kendaraan taktis, hingga pangkalan militer garis depan di seluruh dunia.

Hadapi Drone FPV Serat Optik, Rusia Patenkan Sistem ‘Wall of Fire’ untuk Melindungi Objek Vital

Tantangan terbesar yang mendasari urgensi Project Crenic adalah kecepatan evolusi ancaman di medan tempur yang jauh melampaui siklus pengadaan alutsista konvensional. Di era modern saat ini, jaringan komunikasi komersial mutakhir seperti teknologi 4G, 5G, hingga ekosistem Internet of Things (IoT) telah menguasai porsi spektrum elektromagnetik yang jauh lebih luas dan kerap disalahgunakan oleh aktor non-negara untuk mengendalikan drone atau memicu peledak dari jarak jauh.

Musuh dapat dengan sangat cepat mengubah frekuensi dan metode detonasi guna mengecoh sistem pertahanan lama. Oleh karena itu, arsitektur Project Crenic sengaja dirancang agar dapat diperbarui secara terus-menerus sepanjang masa pakainya (continuous through-life upgrades), memungkinkan militer Inggris melakukan adaptasi piranti lunak secara instan begitu ada ancaman baru yang muncul di spektrum elektromagnetik.

Sistem jammer terintegrasi ini dipersiapkan untuk menghadapi lanskap ancaman yang dinamis, di mana perlindungan infanteri tidak lagi hanya bertumpu pada baju zirah fisik, melainkan pada dominasi spektrum radio di sekitar mereka. Melalui skema pengujian prototipe pada awal tahun 2027, Team Protect bersama Kementerian Pertahanan Inggris akan mengevaluasi keandalan perangkat keras dan efektivitas algoritma pengacau sinyal dalam kondisi yang menyerupai medan operasi riil. (Bayu Pamungkas)

Kebal IED dan Lincah di Medan Ekstrem, Rantis HIZIR 4×4 Mulai Perkuat Militer Turki

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *