
Menjawab tantangan infiltrasi bawah air yang kian kompleks di kawasan pesisir dan pelabuhan, salah satu kekuatan Angkatan Laut di Eropa resmi memperkuat armada peperangan ranjaunya. Perusahaan teknologi pertahanan terkemuka asal Perancis, Exail, mengumumkan perolehan kontrak untuk memasok tiga unit sistem Penanggulangan Ranjau (Mine Countermeasures/MCM) taktis ringan yang dirancang untuk dapat digelar secara cepat (rapidly deployable) dari perahu karet taktis Rigid-Hulled Inflatable Boat (RHIB). (more…)

Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA) dilaporkan tengah bersiap menghadapi skenario kampanye militer darat berskala masif di Selat Taiwan setelah Beijing dikabarkan sukses menguji coba Xi-Ray 233, sebuah sistem pembersih ranjau darat dan rintangan di medan tempur. (more…)

Kementerian Pertahanan Inggris dilaporkan berhasil melewati tahapan krusial dalam program pengembangan sistem penangkal elektronik (electronic countermeasures) generasi terbaru yang dirancang khusus untuk melindungi personel infanteri dari berbagai ancaman berbasis kendali radio. (more…)

Selain beragam jenis rudal, roket dan bom udara, ranjau darat (permukaan) adalah amunisi yang jumlahnya melimpah, khususnya yang berasal dari peninggalan era Soviet. Ranjau darat yang dimaksud adalah TM-62, yang oleh Rusia dan Ukraina diupayakan untuk dapat dilepaskan oleh drone. (more…)

Setelah diketahui punya kemampuan meluncurkan rudal udara ke udara jarak pendek R-60, drone kamikaze Shahed-136, atau variannya yang diproduksi Rusia, Geran-2, disebut punya kemampuan ekstra lainnya, yaitu disebut mampu meluncurkan ranjau anti tank. (more…)

Sebagai negara yang berkonflik dan merasakan benar ancaman sabotase dari drone kamikaze (loitering munition) yang diluncurkan agen intelijen Israel di dalam negeri, maka Iran harus mempersiapkan skenario jitu untuk secara efektif menetralisir serangan drone kamikaze di ketinggian rendah yang menyerang dalam pola kawanan (swarming). (more…)

Menyandang status Blue Water Navy, Angkatan Laut India punya beberapa segmen kapal kombatan yang unik. Salah satunya adalah jenis kapal Anti-Submarine Warfare Shallow Water Crafts (ASW-SWC), yang mana pada 13 September 2025, telah diluncurkan unit kedua dari ASW-SWC – INS Androth (P69) oleh galangan GRSE (Garden Reach Shipbuilders & Engineers). (more…)

Nama kapal pemburu sapu ranjau – mine countermeasure (MCM) Alkmaar class (dikenal juga sebagai Tripartite class) terbilang kondang. Selain empat dekade telah memperkuat Satuan Ranjau (Satran) TNI AL – KRI Pulau Rengat 711 dan KRI Pulau Rupat 712, Tripartite class sempat naik daun ketika didonasikan ke Ukraina oleh Belanda, meski sampai saat ini tak bisa dikirim akibat blokade oleh Turki di Selat Bosporus. (more…)

Kondisi alam dapat dimanfaatkan guna memberikan keuntungan tersendiri pada strategi militer, terkhusus di Laut Cina Selatan, Kepulauan Paracel disebut bisa menjadi submarine kill zone. Indikasi tersebut muncul setelah adanya insiden yang menimpa kapal selam USS Connecticut (SSN-22) yang menabrak gunung bawah laut di Laut Cina Selatan pada tanggal 2 Oktober 2021. (more…)

Exail, perusahaan robotika dan otonomi maritim dari Perancis, mengumumkan telah dipilih untuk memasok sejumlah Kapal Permukaan Nirawak – Unmanned Surface Vessels (USV) dan Sistem Identifikasi dan Pembuangan Ranjau – Mine Identification and Disposal Systems (MIDS) ke Angkatan Laut Indonesia yang memungkinkan kemampuan unmanned Mine Countermeasures (MCM) pada Satuan Kapal Ranjau (Satran) TNI AL. (more…)