Terbilang salah satu alutsista berusia tua, debut kapal penyapu ranjau Kondor class buatan Jerman Timur, selama ini lebih dominan dalam melaksanakan tugas patroli. Namun, belum lama ada kabar yang menarik untuk dicermati, salah satu Kondor class, yakni KRI Pulau Raas 722 diwartakan melakukan latihan anti kapal selam, dengan dukungan sonar yang dimilikinya, KRI Pulau Raas 722 dalam simulasi berhasil mendeteksi keberadaan kapal selam lawan. (more…)
Keparnoan (ketakutan) Australia kepada Cina tak kunjung surut, setelah membentuk pakta pertahanan bersama Amerika Serikat dan Inggris dalam AUKUS, Negeri Kanguru diketahui telah memproyeksikan akuisisi beragam alutsista strategis bernilai jumbo, mulai dari kapal selam bertenaga nuklir, rudal anti kapal jarak jauh, sampai yang terakhir sistem senjata berbasis laser penangkis serangan rudal hipersonik. (more…)
Peperangan acap kali menampilkan jenis senjata baru, termasuk di laga perang Ukraina. Di media sosial diberitakan bahwa pasukan Rusia menggunakan jenis ranjau anti personel terbaru, yang notabene belum pernah diungkapkan sebelumnya. Ranjau yang dimaksud adalah POM-3, produksi tahun 2021 yang dilengkapi seismik proximity fuze. (more…)
Dampak dari perang selalu membawa kegetiran bagi para korbannya, tapi dilain pihak, perang bisa berbuah manis bagi industri pertahanan, karena lewat peranglah produk yang diciptakan bisa mendapat momen promo yang efektif. Seperti contohnya ditampilkan oleh rantis Bushmaster buatan Thales Australia. Keterlibatan militer Negeri Kangguru tersebut di kancah perang Irak dan perang Afghanistan, rupanya membawa keuntungan tersendiri bagi rantis yang berpenggerak 4×4 ini. (more…)
Bila dicermati tak banyak alutsista dari jenis kapal perang TNI AL yang kini masih digunakan dan ‘benar-benar’ masih diandalkan oleh NATO. Memang TNI AL kini diperkuat korvet canggih dari kelas SIGMA yang mengusung standar teknologi tinggi khas NATO, tapi jenis kapalnya sendiri tidak masuk dalam list arsenal andalan kekuatan laut negara-negara NATO, melainkan berupa korvet yang dipesan berdasarkan kustomisasi dari kebutuhan negara pembeli. (more…)
Namanya memang berbau feminim, tapi sosok prototipe hovercraft hasil kreasi Ditbekang TNI AD ini terlihat sangar. Hovercraft yang diberi nama ‘Kartika’ ini body-nya terbilang besar, ditambah taburan warna hijau tuanya memberi kesan angker bagi siapa saja yang baru pertama kali melihatnya. (more…)
Ranjau anti helikopter pengembangan Dislitbang TNI AL
Ranjau anti helikopter atau AHM (anti helicopter mine) terbilang kalah populer jika dibandingkan ranjau laut dan ranjau darat. Tapi pada kenyataan jenis ranjau yang satu ini sudah lumayan lama dikembangkan, yakni sejak era Perang Dingin, baik kubu NATO dan Pakta Warsawa sama-sama memproduksi senjata maut penghancur helikopter. (more…)