Fregat PPA Class Italia ITS Giovanni delle Bande Nere (P434) Sandar di Jakarta, Siap Tempur dengan Rudal Komplit

Dermaga Tanjung Priok, Jakarta, kembali menjadi saksi kedatangan salah satu armada perang paling modern dari benua Eropa. Kapal perang multi-misi Angkatan Laut Italia (Marina Militare), ITS Giovanni delle Bande Nere (P434), secara resmi melakukan kunjungan pelabuhan (port visit) di Jakarta sebagai bagian dari diplomasi pertahanan dan proyeksi operasionalnya di kawasan Indo-Pasifik.
Kehadiran kapal perang canggih dari PPA Class (Pattugliatore Polivalente di Altomare) ini menyedot perhatian luas kalangan pengamat militer nasional, terutama karena statusnya sebagai salah satu frigat terkuat di kelasnya yang bertandang dengan membawa kelengkapan sistem tempur utuh sejak awal masa dinasnya.
Lawatan ITS Giovanni delle Bande Nere ke Indonesia merupakan bagian dari penugasan jarak jauh armada Italia di kawasan strategis Indo-Pasifik. Misi ini tidak hanya bertujuan mempererat hubungan diplomasi maritim dan kerja sama keamanan laut dengan negara-negara mitra di kawasan, tetapi juga menjadi ajang pembuktian keandalan teknologi pertahanan udara dan pertahanan rudal balistik (ballistic missile defense) milik Italia di perairan internasional.
Penugasan panjang ini menegaskan komitmen Italia dalam menjaga stabilitas jalur pelayaran global sekaligus mendukung kebebasan bernavigasi di kawasan Pasifik dan Samudra Hindia.
View this post on Instagram
Dari riwayat pembangunan, kapal ini mencatatkan sejarah penting bagi galangan Fincantieri di Muggiano, Italia. Peletakan lunas (laid down) kapal ini dimulai pada 28 Agustus 2019, sebelum akhirnya resmi diluncurkan (launched) ke laut pada 12 Februari 2022. Setelah melakoni serangkaian uji coba melaut (sea trials) yang sangat ketat untuk menguji keandalan sistem tempurnya, kapal ini secara resmi diresmikan dan masuk dinas aktif (commissioning) pada 2 Oktober 2024.
Poin penting dari riwayat ini adalah posisinya sebagai unit keempat dari PPA Class, sekaligus menjadi kapal pertama yang dibangun langsung dalam varian konfigurasi “Full” (tempur penuh).
TNI AL Resmi Terima “Maung Laut” KRI Prabu Siliwangi 321: Pengadaan Dua Fregat PPA Class Tuntas
Di lingkungan Angkatan Laut Italia, PPA Class diproduksi dalam tiga tingkatan varian evolusif. Varian Light dirancang untuk tugas patroli maritim dengan sistem persenjataan awal yang minimal. Varian Light+ mendapatkan penambahan radar AESA band tunggal serta sistem pertahanan udara.
Sementara varian Full, seperti yang diusung oleh ITS Giovanni delle Bande Nere, merupakan konfigurasi tempur tertinggi yang menggabungkan seluruh kemampuan perang anti-udara (Anti-Air Warfare/AAW), perang anti-kapal permukaan (Anti-Surface Warfare/ASuW), hingga perang anti-kapal selam (Anti-Submarine Warfare/ASW) secara utuh dan terintegrasi.
Fregat PPA Class dengan Propulsi CODAG, Kini Kapal Kombatan TNI AL Sanggup Ngacir di Atas 30 Knots
Ditinjau dari spesifikasi teknisnya, kapal perang ini memiliki bobot displasemen penuh mencapai 6.270 ton dengan panjang utama (LOA) 143 meter dan lebar 16,5 meter. Sistem pendorongnya mengusung teknologi canggih Combined Diesel-Electric and Gas (CODAG CC), mengandalkan satu turbin gas GE/Avio LM2500+G4 berdaya 32 MW, dua mesin diesel MTU 20V 8000 M91L, serta dua motor listrik.
Konfigurasi ini memungkinkan kapal melaju hingga kecepatan maksimum 31,6 knot atau berlayar ekonomis sejauh 5.000 mil laut pada kecepatan 15 knot. Fitur unggulan lainnya adalah struktur anjungan futuristik bergaya Naval Cockpit buatan Leonardo, yang memungkinkan pengendalian navigasi dan sistem tempur dilakukan oleh tim kecil secara sangat efisien.
Kehadiran Giovanni delle Bande Nere di Jakarta secara tidak langsung mengundang komparasi dengan dua kapal perang baru TNI AL yang juga produksi Fincantieri, yaitu KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi. Jika dibandingkan dari segi usia, ITS Giovanni delle Bande Nere justru berusia lebih muda karena baru saja resmi dikomisioning pada Oktober 2024.
Sebaliknya, KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi menggunakan dua lambung PPA Class pertama buatan Italia—yakni Paolo Thaon di Revel (diluncurkan 2019) dan Francesco Morosini (diluncurkan 2020)—yang kemudian dialihkan penjualannya ke Indonesia.
Perbedaan paling mencolok antara kedua pihak terletak pada kelengkapan persenjataan saat berlayar. ITS Giovanni delle Bande Nere bertandang ke Indonesia sebagai kapal perang berkategori Fully Operational Capability (FOC) dengan persenjataan komplit.
Kapal ini sudah dibekali 16 cell peluncur vertikal SYLVER A50/A70 untuk rudal pertahanan udara jarak sedang-jauh Aster 15 / Aster 30, 8 unit peluncur rudal jelajah anti-kapal Teseo/Otomat Mk-2/E, meriam utama 127/64 mm Vulcano, meriam sekunder 76/62 mm Strales, serta peluncur torpedo anti-kapal selam 324 mm.
KRI Prabu Siliwangi 321 Uji Tembak Perdana Leonardo Otobreda 127/64, Meriam Terbesar TNI AL!
Sementara itu, dua kapal PPA Class yang dibeli Indonesia hadir dengan filosofi pengadaan bertahap (fitted for but not with / FFBNW). Karena awalnya dibangun sebagai varian Light+, KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi tiba di tanah air tanpa persenjataan rudal aktif secara penuh di awal kedatangannya.
Pemenuhan sistem peluncur rudal hanud Aster 15/30 serta rudal anti-kapal permukaan untuk armada TNI AL baru akan dipasang secara berkala sesuai alokasi anggaran pertahanan nasional di masa mendatang. Kedatangan ITS Giovanni delle Bande Nere ini memberikan gambaran riil bagi publik Indonesia mengenai wujud tempur sempurna dari calon kapal perang utama TNI AL setelah kelak dipersenjatai secara utuh. (Gilang Perdana)


