Toyota Type 73 Chugata: Truk Taktis 4×4 Jepang Penantang Unimog yang Ikut Mendarat di Kalbar

Pendaratan amfibi dua unit hovercraft Landing Craft Air Cushion (LCAC) milik Angkatan Laut Jepang (JMSDF) dari kapal pendarat JS Kunisaki di Pesisir Karimunting, Kalimantan Barat pada 11 September lalu tidak hanya menurunkan truk berat Type 73 Ogata 6×6 dan jip Mistsubishi Type 72 Kogata 4×4.
Baca juga: Mitsubishi Type 73 Kogata 4×4 – Rantis dari Platform Pajero yang Akan Berlaga di Ukraina
Di antara armada logistik yang meluncur dari perut LCAC, Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF) turut mengerahkan rantis kelas menengah yang sangat ikonik, yakni Type 73 Chugata. Truk berkonfigurasi penggerak 4×4 ini diturunkan untuk memperkuat mobilitas taktis serta operasional tim bantuan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah pesisir Kalimantan Barat.
JGSDF mengklasifikasikan rantis ini sebagai 1 1/2 Ton Truck. Kata “Chugata” dalam bahasa Jepang bermakna “ukuran sedang”, menduduki posisi krusial di antara jip ringan Type 73 Kogata dan truk berat Type 73 Ogata.
Diproduksi oleh pabrikan otomotif terkemuka Toyota—dengan memanfaatkan komponen sasis dan transmisi dari anak perusahaannya, Hino Motors—truk kelas 1,5 ton ini mulai bertugas sejak tahun 1973. Truk ini dirancang khusus sebagai armada pengangkut personel taktis, pos komando bergerak, hingga penarik meriam artileri ringan di medan sulit.
Dari spesifikasi teknis, Type 73 Chugata generasi awal mengusung desain cab-over (kabin di atas mesin) dengan bodi bermaterial baja tebal serta atap kabin kain terpal yang dapat dibuka. Truk ini dibekali mesin diesel 4-silinder berkapasitas 4.100 cc yang sanggup menghasilkan tenaga hingga 115 hingga 130 horsepower. Tenaga mesin disalurkan melalui transmisi manual 5-percepatan ke sistem penggerak empat roda (four-wheel drive / 4×4) yang dilengkapi transfer case dua percepatan (high/low range) serta differential lock.
73式中型トラック(11/2tトラック)、途中で制式化から外れて民生品調達扱いになってたのも驚いたが、73式大型トラック(31/2tトラック)と共に未だに調達が続いている事にも驚き。中身は新しく改良されてるとは言え、半世紀以上調達してるとは。あの無骨さが好き。 pic.twitter.com/I09FeGQg2n
— みほり (@Tooru_Mihori) September 11, 2026
Memiliki panjang keseluruhan sekitar 5,4 meter, lebar 2,1 meter, dan tinggi 2,4 meter, truk berbobot kosong sekitar 2,8 ton ini sanggup mengangkut kargo sebesar 1,5 ton di medan off-road atau membawa hingga 16 personel bersenjata lengkap di geladak belakangnya.
Jika dibandingkan dengan truk taktis legendaris asal Jerman, Mercedes-Benz Unimog (khususnya seri U1300L/U4000), Type 73 Chugata memiliki beberapa keunggulan menarik. Truk buatan Toyota ini memiliki dimensi fisik yang sedikit lebih rendah dan lebih ramping, memberikan center of gravity yang baik serta memudahkan mobilisasi ke dalam ruang kargo kapal pendarat amfibi maupun pesawat angkut militer.
Saudara Tua sudah datang membantu. semogga kalimantan membaik.
lihat video tahun 1943 apa yang diucapkan Sukarno didepan Pedana Mentri Jepang Hideki Tojo ketika mengunjungi jawa untuk melihat persiapan kemerdekaan pulau jawa dan sumatra.
Dengarkan baik baik dan tulis di kolom… pic.twitter.com/q6IlNbVy8W— Yuki (ゆうき)🇯🇵🇮🇩 (@daddyyuki) September 13, 2026
Dari segi perawatan teknis, suku cadang mesin diesel Toyota/Hino yang tertanam pada Chugata dinilai lebih simpel, sangat handal, serta lebih mudah dirawat di lapangan ketimbang kompleksitas mekanis Unimog. Meski Unimog unggul dalam ground clearance berkat penggunaan portal axles, Type 73 Chugata menawarkan kelincahan maneuvering di jalan sempit serta efisiensi bahan bakar yang sangat baik untuk operasi logistik jarak jauh.
Type 73 Chugata tidak pernah dipasarkan secara resmi untuk varian sipil atau komersial umum. Kendaraan ini diproduksi oleh Toyota khusus memenuhi kontrak militer Kementerian Pertahanan Jepang. Kendati demikian, seperti halnya truk Ogata, unit Type 73 Chugata bekas yang telah dipensiunkan dari dinas JGSDF terkadang dijual melalui lelang pemerintah.
Truk-truk bekas ini kerap dibeli oleh kolektor rantis militer di berbagai negara atau dimanfaatkan oleh unit pemadam kebakaran dan lembaga penanggulangan bencana lokal di Jepang setelah seluruh atribut militernya dicopot. Kehadiran Type 73 Chugata dari perut LCAC JS Kunisaki di Kalimantan Barat menegaskan kembali bahwa truk taktis 4×4 ini tetap menjadi platform logistik menengah yang sangat andal dan fleksibel untuk mendukung misi kemanusiaan internasional. (Bayu Pamungkas)
Mengenal Isuzu Type 73 Ogata, Truk Taktis 6×6 Jepang yang Meluncur dari Perut LCAC JS Kunisaki
Related Posts
-
Talisman Sabre 2025 – Australia Untuk Pertama Kalinya Lakukan Uji Penembakan M142 HIMARS
No Comments | Jul 15, 2025
-
Leleka 100: Dioperasikan Dalam Misi Intai Melawan Rusia, Inilah Drone Produksi Ukraina
No Comments | Mar 10, 2022 -
Italia Umumkan Kemungkinan Gandeng Arab Saudi dalam Proyek Jet Tempur Generasi Keenam (GCAP)
No Comments | Nov 30, 2024 -
Singapura Tambah Pesanan Kapal Selam, Total Bakal Operasikan Lima Unit Type 218SG Buatan Jerman
12 Comments | Jan 3, 2022


