Perusahaan Teknologi AS Ondas Incar “Otak” di Balik Sistem Hanud Iron Dome Senilai US$200 Juta

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Ondas Holdings, dikabarkan tengah dalam proses negosiasi serius untuk mengakuisisi mPrest, perusahaan perangkat lunak asal Israel yang dikenal sebagai “otak” di balik sistem pertahanan rudal Iron Dome. Kesepakatan yang diperkirakan bernilai US$200 juta (sekitar Rp3,1 triliun) ini menjadi sorotan tajam, mengingat peran krusial mPrest dalam arsitektur keamanan Israel dan adopsi sistem serupa oleh militer Amerika Serikat.
Baca juga: Di Tangan Korps Marinir AS, Rudal Hanud Tamir Iron Dome Disebut “MRIC SkyHunter”
Seperti dikutip haaretz.com (18/1/2026), mPrest merupakan arsitek utama di balik sistem Command and Control (C2) yang memberikan kemampuan Iron Dome untuk membuat keputusan sepersekian detik dalam mencegat ancaman udara.
Perangkat lunak ini memiliki kemampuan unik untuk mendeteksi proyektil yang datang, memprediksi titik jatuhnya, dan memutuskan apakah rudal pencegat perlu diluncurkan—semuanya dilakukan secara otomatis dengan tingkat akurasi yang luar biasa. Teknologi inilah yang membuat Iron Dome menjadi salah satu sistem pertahanan udara yang diklaim paling efektif di dunia.
Ketertarikan Ondas terhadap mPrest tidak lepas dari kebutuhan strategis Pentagon. Seperti diketahui, Angkatan Darat AS (US Army) dan Korps Marinir AS (USMC) telah membeli dan mengoperasikan beberapa baterai Iron Dome untuk melindungi personel serta instalasi militer mereka dari ancaman roket dan drone.
https://www.indomiliter.com/tangkal-serangan-rudal-as-telah-tempatkan-sistem-hanud-iron-dome-di-guam/
Dengan mengakuisisi pengembang perangkat lunaknya, AS berpotensi mendapatkan akses penuh untuk melakukan integrasi yang lebih mendalam antara teknologi Israel ini dengan sistem komando militer AS yang sudah ada.
Selain aspek militer, mPrest juga telah memperluas teknologi “otak” tersebut ke sektor sipil, terutama untuk pengelolaan infrastruktur energi cerdas (smart grid). Hal ini membuat Ondas melihat nilai tambah yang sangat tinggi dari sisi komersial, di mana algoritma pengambilan keputusan cepat yang digunakan untuk mencegat roket dapat diadaptasi untuk mencegah kegagalan sistem kelistrikan skala besar secara otomatis.
Washington Pasok Rudal Tamir (Iron Dome) untuk Pertahanan Udara Israel
Meski memiliki nilai ekonomi yang besar, akuisisi ini diprediksi tidak akan berjalan mulus tanpa pengawasan ketat dari Pemerintah Israel. Mengingat mPrest memegang kunci atas rahasia operasional Iron Dome, Kementerian Pertahanan Israel diperkirakan akan memberikan persyaratan yang sangat ketat atau bahkan veto jika dianggap mengancam keamanan nasional.
Israel memiliki kebijakan proteksi yang sangat kuat terhadap teknologi militer mereka agar tidak jatuh ke tangan asing tanpa jaminan keamanan total.
Jika kesepakatan ini berhasil, ini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam kolaborasi industri pertahanan AS-Israel. Akuisisi ini bukan sekadar perpindahan kepemilikan saham, melainkan simbol dari semakin menyatunya doktrin pertahanan kedua negara dalam menghadapi ancaman peperangan modern yang berbasis kecerdasan buatan (AI) dan pengambilan keputusan berbasis data yang instan. (Bayu Pamungkas)
Korps Marinir AS (USMC) Borong Tiga Baterai Sistem Hanud Iron Dome, Termasuk 1.840 Rudal Tamir



Kalo udah HYPERSONIC …. TUMBALopo yg mempan coba ?
Hanud secanggih apa pun dan sebanyak apa pun serta selengkap apa pun akan kebobolan oleh serangan yang bertajuk Suppressing Enemy Air Defense (SEAD). Serangan yang bertujuan untuk menguras habis amunisi dan sistem pertahanan udara musuh. Tuh Iron Dome pernah kewalahan karena diserbu roket sederhana dari musuh Israel. Selain roket sederhana, kawanan drone kecil yang tiada habisnya akan sangat merepotkan sistem pertahanan udara musuh. Rusia tuh pernah dihajar kawanan drone sampai rudal S-300 pun harus bertekuk lutut dihadapan drone kecil.