Militer Amerika Serikat secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima setidaknya enam unit jet tempur F-35 Lightning II untuk Korps Marinir AS (USMC) dalam kondisi tanpa radar. Kondisi yang terdengar ironis untuk jet tempur siluman generasi kelima ini merupakan imbas langsung dari keterlambatan pengembangan radar generasi terbaru, AN/APG-85, yang menjadi bagian dari rentetan masalah teknis di dalam program modernisasi jet tempur tersebut. (more…)
Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) melalui Marine Corps Warfighting Lab (MCWL) sempat menggemparkan dunia pertahanan saat mendemonstrasikan wahana angkut amfibi raksasa, UHAC (Ultra Heavy-Lift Amphibious Connector). Dalam rangkaian latihan uji coba tempur tingkat lanjut (Advanced Warfare Experiment), wahana ini sukses memindahkan logistik langsung dari dek dok kapal pendarat amfibi USS Rushmore (LSD-47) menuju garis pantai. (more…)
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi telah menyetujui potensi penjualan militer asing (Foreign Military Sales – FMS) kepada Pemerintah Italia berupa kendaraan pendarat amfibi operasional serta peralatan terkait dengan perkiraan nilai total mencapai US30,6 juta. (more…)
Sebuah era dalam sejarah penerbangan militer global resmi berakhir di Marine Corps Air Station (MCAS) Cherry Point, North Carolina. Marine Attack Squadron 223 (VMA-223), yang merupakan skuadron Harrier terakhir milik Korps Marinir Amerika Serikat (USMC), menggelar upacara pelepasan resmi atau sundown ceremony untuk menyudahi masa bakti jet tempur legendaris AV-8B Harrier II. (more…)
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Ondas Holdings, dikabarkan tengah dalam proses negosiasi serius untuk mengakuisisi mPrest, perusahaan perangkat lunak asal Israel yang dikenal sebagai “otak” di balik sistem pertahanan rudal Iron Dome. Kesepakatan yang diperkirakan bernilai US$200 juta (sekitar Rp3,1 triliun) ini menjadi sorotan tajam, mengingat peran krusial mPrest dalam arsitektur keamanan Israel dan adopsi sistem serupa oleh militer Amerika Serikat. (more…)
Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) telah mengambil langkah strategis untuk memodernisasi kekuatan tempur tingkat regu dengan menggandeng perusahaan teknologi pertahanan Anduril Industries. Melalui kontrak senilai US$23,9 juta, Anduril akan melengkapi personel Marinir dengan Bolt-M, sebuah amunisi loitering (drone kamikaze) canggih yang dirancang untuk dibawa di dalam tas punggung (man-packable). (more…)
Kemampuan pesawat tiltrotor MV-22B Osprey milik Korps Marinir AS (USMC) kini bertambah, selain sebagai wahana angkut taktis, kini MV-22B Osprey ketambahan peran dalam misi peperangan anti-kapal selam (anti submarine warfare). (more…)
Setelah sukses meluncurkan rudal AGM-179 Joint Air-to-Ground Missile (JAGM) buatan Lockheed Martin, yang digadang sebagai pengganti rudal Hellfire, TOW dan Maverick, helikopter serang andalan Korps Marinir AS (USMC) AH-1Z Viper diwartakan kembali melakukan uji coba peluncuran rudal yang disebut Long-Range Precision Fire (LRPF). (more…)
Sebagai helikopter serang nomer wahid, AH-64 Apache dapat beroperasi dari deck kapal, seperti kapal induk helikopter (LHD), pun moda operasi di perairan pesisir sudah dipersiapkan pada helikopter produksi Boeing ini. Dan tak lupa, Apache juga dapat dibekali emergency flotation system, yang tak lain digunakan agar dapat mengapung di air dalam kondisi darurat. (more…)
Viral sebuah video yang memperlihatkan ‘pemandangan’ unik, yakni sebuah pesawat tanker KC-130 Hercules memberikan bahan bakar di udara (air refueling) ke helikopter angkut berat CH-53K King Stallion, sementara King Stallion bukan terbang tanpa beban, melainkan mengudara dengan membawa airframe jet tempur F-35C Lightning II (sudah diprerteli) lewat kabel sling di bawah body. (more…)