Mengenal UHAC: Ransus Amfibi Berantai Busa Milik USMC yang Berakhir Jadi Artefak Riset

Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) melalui Marine Corps Warfighting Lab (MCWL) sempat menggemparkan dunia pertahanan saat mendemonstrasikan wahana angkut amfibi raksasa, UHAC (Ultra Heavy-Lift Amphibious Connector). Dalam rangkaian latihan uji coba tempur tingkat lanjut (Advanced Warfare Experiment), wahana ini sukses memindahkan logistik langsung dari dek dok kapal pendarat amfibi USS Rushmore (LSD-47) menuju garis pantai.

Baca juga: Pasukan Marinir Rusia Gunakan Sepeda Motor Trail Dalam Operasi Serbu Amfibi

Namun, di balik visualisasinya yang mengagumkan, terdapat fakta teknis dan perubahan doktrin fungsional yang membuat kendaraan futuristik ini akhirnya bernasib tragis di meja riset Pentagon.

Jika melihat rekaman uji dinamisnya, prototipe UHAC yang dikerahkan sebetulnya barulah versi skala separuh (half-scale prototype). Dimensinya yang kompak membuat muatan yang diangkut saat keluar dari lambung well deck USS Rushmore masih terbatas pada kendaraan taktis ringan sekelas jip ITV (Growler) atau Humvee.

Kendati demikian, performa teknologi roda rantai busa tangguh (captivated air foam tracks) yang diusungnya terbukti revolusioner. Sabuk penggerak berbahan busa tebal bertekanan udara rendah ini bertindak layaknya dayung raksasa saat mengarungi laut dalam, sekaligus mendistribusikan bobot secara merata saat merayap di daratan. Dengan tekanan tanah (ground pressure) hanya 1 PSI, UHAC mampu memanjat tanggul pantai setinggi tiga meter dan melewati medan lumpur hidup yang akan membuat tank tempur utama (Main Battle Tank) langsung amblas.

Pada cetak biru awalnya, versi skala penuh (full-scale) dari UHAC diproyeksikan menjadi monster logistik dengan daya angkut masif hingga 150 ton—tiga kali lipat dari kapasitas standar wahana bantalan udara LCAC (Landing Craft Air Cushion). Dengan kapasitas tersebut, UHAC dirancang mampu membawa tiga unit tank M1A2 Abrams sekaligus dalam sekali jalan untuk mendukung mobilitas dari kapal ke pantai (ship-to-shore mobility).

Kemampuan penetrasi pantai yang belum pernah ada sebelumnya ini awalnya disiapkan sebagai komponen krusial dalam mendukung doktrin pendaratan ekspedisi di wilayah-wilayah pesisir yang sulit dijangkau oleh armada pendarat konvensional.

Namun, terhitung sejak debut globalnya di latihan RIMPAC 2014, proyek ambisius hasil kerja sama dengan lembaga riset Angkatan Laut AS (ONR) ini dipastikan tidak pernah naik ke tahap produksi massal maupun masuk ke dalam kedinasan resmi. USMC memutuskan untuk membekukan proyek ini dan membiarkannya berakhir sebatas sebagai demonstrator teknologi (Science and Technology demonstrator).

Faktor utama yang menjegal langkah UHAC adalah masalah kecepatan operasional. Prototipe UHAC hanya mampu melaju dengan kecepatan 4 hingga 5 knot di air, dan versi skala penuhnya pun diprediksi hanya mampu mencapai 20 knot. Di era peperangan modern yang dipenuhi rudal anti-kapal dan artileri pantai presisi, wahana berukuran raksasa yang bergerak lambat di atas air akan menjadi sasaran empuk yang sangat rentan (vulnerable) bagi hantaman senjata musuh.

Di sisi lain, pergeseran doktrin bertajuk Force Design yang diadopsi USMC turut mengubah arah modernisasi Pentagon. Marinir AS kini meninggalkan taktik serbuan amfibi gaya klasik berskala besar dan beralih ke strategi asimetris EABO (Expeditionary Advanced Base Operations). Doktrin baru ini menuntut pasukan untuk bergerak lebih lincah, siluman, dan tersebar menggunakan kapal-kapal kecil yang cepat serta sulit dideteksi.

Alih-alih mendanai pengembangan UHAC dari nol, Angkatan Laut AS akhirnya memilih mengalokasikan anggaran raksasanya untuk meremajakan armada sedia ada melalui program SSC (Ship-to-Shore Connector), yaitu varian LCAC generasi terbaru yang jauh lebih cepat (di atas 40 knot) dan andal untuk menembus pantai terdepan lawan. (Gilang Perdana)

FV180 CET: Traktor Amfibi untuk Satuan Zeni Tempur, di Asia Tenggara Hanya Singapura yang Punya

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *