Sebuah insiden keamanan logistik yang sensitif mengguncang kemitraan pertahanan antara Amerika Serikat dan Australia. Pengiriman komponen penting jet tempur siluman F-35 Lightning II milik Angkatan Udara Australia (RAAF) dilaporkan beralih rute secara misterius dan kini ditahan oleh pihak berwenang Cina di Hong Kong. (more…)
Komponen sensitif milik jet tempur generasi kelima F-35 Lightning II dilaporkan nyasar ke wilayah Hong Kong dan menghilang secara misterius setelah dikirim dari Australia atas nama Lockheed Martin. Pengiriman komponen bernilai tinggi yang melintasi Samudra Pasifik tersebut sejatinya diperuntukkan bagi rantai pasok resmi pertahanan, namun justru berakhir di wilayah Cina pada musim panas ini. (more…)
Laporan internal Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) memicu kekhawatiran serius terkait usulan paket penjualan 48 unit jet tempur siluman F-35 Lightning II beserta mesin cadangan senilai US$24 miliar ke Arab Saudi. (more…)
Sektor penerbangan militer Negeri Paman Sam kembali menjadi sorotan. helikopter serang utama US Army, Boeing AH-64 Apache, tengah mengalami lonjakan angka kecelakaan (crash rate) pada level tertinggi secara historis, yaitu lima insiden kecelakaan kategori berat (Class A mishap) sejak Oktober lalu, yang berujung pada gugurnya dua prajurit dalam insiden tragis di Texas pertengahan Agustus ini. (more…)
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada rilis resmi rincian kontrak per tanggal 24 Agustus 2026 mengumumkan pemberian kontrak IDIQ (indefinite-delivery/indefinite-quantity) bernilai fantastis, yakni hingga US$131,23 miliar kepada Boeing Company di St. Louis, Missouri. (more…)
Di tengah restriksi ketat dan narasi ancaman keamanan nasional yang digaungkan Washington, Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) justru mengambil langkah pragmatis yang memicu sorotan. Skuadron Operasi Keamanan Rudal ke-90 (90th Missile Security Operations Squadron) yang bertugas mengamankan pangkalan rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile/ICBM) Minuteman III di F.E. Warren Air Force Base, Wyoming, mengajukan pengadaan unit drone komersial buatan perusahaan asal Cina, SZ DJI Technology Co., Ltd. (more…)
Operasi militer Amerika Serikat melawan Iran dengan label Operation Epic Fury harus dibayar mahal menyusul jatuhnya puluhan pesawat nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV). Sejak kampanye militer diluncurkan pada akhir Februari 2026, militer AS dilaporkan telah kehilangan sedikitnya 45 unit drone tempur MQ-9 Reaper. Kerugian masif ini memukul kekuatan intai dan penyerang jarak jauh AS yang beroperasi di titik-titik krusial kawasan, khususnya di sekitar jalur maritim vital Selat Hormuz. (more…)
Di tengah perlombaan raksasa teknologi dunia membangun pusat data kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang haus listrik hingga skala gigawatt, Pentagon justru mengambil langkah ekstrem yang sepenuhnya berlawanan. Badan riset pertahanan Amerika Serikat, DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), resmi merilis dokumen Request for Information (RFI) bertajuk Low Resource Computing untuk berburu konsep komputasi radikal. (more…)
Eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Rakyat Cina, kembali memasuki fase yang sangat krusial. Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dilaporkan telah resmi memperluas daftar hitam korporasi global dengan memasukkan tiga raksasa komersial dan teknologi paling ikonik asal Cina, yaitu Alibaba, Baidu, dan produsen kendaraan listrik BYD. (more…)
Kehadiran rudal udara ke udara generasi terbaru milik Cina, PL-16, memicu alarm kewaspadaan tinggi di kalangan petinggi militer Pentagon dan negara-negara Barat. Kekhawatiran ini menguat menyusul laporan mengenai efektivitas tempur pendahulunya, PL-15, yang diklaim berhasil menembak jatuh beberapa jet tempur modern India—termasuk Rafale beberapa waktu lalu. (more…)