Intip HMAS Stirling (Fleet Base West): Pangkalan Angkatan Laut Terbesar Australia di Samudra Hindia

Jika di Indonesia Pangkalan Koarmada II di Dermaga Ujung (Surabaya) menjadi pangkalan Angkatan Laut terbesar, maka di Australia predikat pangkalan angkatan laut terbesar dipegang oleh Fleet Base West (dikenal secara resmi dengan nama HMAS Stirling).
Baca juga: Dermaga Ujung Surabaya: Pangkalan Laut Terbesar, Jantung Kekuatan Armada TNI AL
Berlokasi di Garden Island, Rockingham, Australia Barat—sekitar 35 kilometer di sebelah selatan Perth—pangkalan ini berdiri sebagai benteng maritim paling strategis yang menjadi urat nadi pertahanan dan proyeksi kekuatan laut Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN) di sepanjang Samudra Hindia.
Sejarah berdirinya HMAS Stirling berakar dari evaluasi strategis pertahanan Australia pada era 1960-an hingga 1970-an. Menyadari ketergantungan yang terlalu besar pada fasilitas militer di pantai timur serta berkembangnya dinamika keamanan di Samudra Hindia, Pemerintah Australia meluncurkan kebijakan Two-Ocean Navy Policy. Kebijakan ini bertujuan untuk membagi kekuatan tempur laut secara seimbang antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
Pembangunan pangkalan dimulai pada awal tahun 1970-an dengan menghubungkan Garden Island ke daratan utama melalui jalur jalan lintasan (causeway) sepanjang 4,2 kilometer. Pangkalan ini secara resmi dibuka pada 28 Juli 1978 dan dinamai HMAS Stirling sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Muda Sir James Stirling, perwira Angkatan Laut Inggris yang memimpin pembentukan Koloni Sungai Swan di Australia Barat pada tahun 1829.
distance bw Port of Fremantle – pink star – (fav regular 🇨🇳Xue Long hub in Australia) & AUKUS / SRF-W / NSA Stirling @USNavy precinct is about 45kms due south.
she last was permitted access in November 2024. https://t.co/YpGXSKFzIF pic.twitter.com/iazKk8vSrJ
— Dr Elizabeth Buchanan (@BuchananLiz) July 20, 2026
Dari sisi kapasitas dan fasilitas, HMAS Stirling merupakan pangkalan militer terluas di Australia yang dihuni oleh lebih dari 3.000 personel militer dan sipil. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung operasional penuh lebih dari setengah armada kapal tempur permukaan dan seluruh kapal selam RAN.
Pangkalan ini memiliki dermaga beton berukuran masif, fasilitas perbaikan dan perawatan kapal (dry dock dan refit capabilities), gudang amunisi khusus, sekolah pelatihan kapal selam, hingga pusat komando dan komunikasi maritim terkini. HMAS Stirling menjadi pangkalan induk bagi seluruh kapal selam diesel-listrik Collins class milik Australia, serta rumah bagi sebagian besar fregat Anzac class dan kapal pendukung logistik Supply class.
Peran HMAS Stirling kini makin krusial seiring dengan bergulirnya pakta pertahanan tripartit AUKUS antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat. Pangkalan terbesar ini sedang menjalani proses modernisasi dan perluasan infrastruktur berskala besar untuk mendukung pengoperasian kapal selam bertenaga nuklir di masa depan.
Mulai akhir dekade ini, HMAS Stirling dijadwalkan menjadi markas rotasi bagi kapal selam nuklir milik Angkatan Laut AS dan Inggris di bawah skema Submarine Rotational Force – West (SRF-W), sebelum akhirnya menjadi pangkalan resmi bagi kapal selam bertenaga nuklir pertama milik Australia.
🇬🇧🇦🇺 Royal Navy Astute-class nuclear-powered attack submarine, HMS Anson (S123) recently completed a Submarine Maintenance Period (SMP) at HMAS Stirling in Australia.
The SMP was supported by QinetiQ using additive manufacturing to deliver replacement parts. Many of the parts… pic.twitter.com/qVYoQnc3qw
— DefPost (@defpostmedia) June 5, 2026
Sebagai perbandingan, Australia membagi kekuatan lautnya di dua samudra. Di wilayah timur (Samudra Pasifik), pangkalan terbesar kedua mereka adalah Fleet Base East (HMAS Kuttabul) yang berlokasi di Garden Island, Sydney, New South Wales, yang berfungsi sebagai pangkalan utama bagi kapal helikopter amfibi kelas Canberra dan sebagian fregat dan destroyer.
Pembagian dua pangkalan utama di barat dan timur ini menegaskan doktrin pertahanan maritim Australia yang berimbang dalam mengamankan dua samudera strategis yang mengelilingi benua tersebut. (Gilang Perdana)


