
Pemerintah dan militer Australia selama ini dikenal sangat responsif dan cenderung paranoid terhadap ekspansi pengaruh serta potensi spionase dari Cina di kawasan Pasifik. Langkah-langkah ketat seperti pembatasan investasi asing hingga pemblokiran teknologi sering kali ditempuh atas nama perlindungan kepentingan strategis nasional. (more…)

Geopolitik dan pertahanan kawasan kembali bergejolak setelah aliansi pertahanan AUKUS secara resmi mengumumkan penunjukan kapal selam serbu cepat nuklir Virginia class, USS Colorado (SSN 788), sebagai kapal selam perdana yang akan ditempatkan di bawah kerangka Submarine Rotational Force-West (SRF-West). (more…)

Pemerintah Australia mengamankan akses teknologi pertahanan tingkat tinggi setelah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi menyetujui pengiriman sistem perencanaan misi dan pemanduan sasaran rahasia untuk rudal jelajah Tomahawk pada 8 Oktober 2026. (more…)

Angkatan Darat Australia (Australian Army) telah menerima gelombang kedua sistem peluncur roket M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) dari Amerika Serikat. Pengiriman alutsista buatan Lockheed Martin ini berhasil direalisasikan dua tahun lebih cepat dari jadwal semula, hanya berjarak satu tahun setelah penerimaan gelombang pertamanya. (more…)

Upaya Australia menutup celah kekosongan kapabilitas tempur bawah laut sebelum hadirnya kapal selam nuklir dimanfaatkan secara agresif oleh industri pertahanan global. Perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan asal Israel, Israel Aerospace Industries (IAI), dilaporkan tengah gencar mempromosikan drone bawah laut otonom (Unmanned Underwater Vehicle/UUV) kelas berat mereka, BlueWhale (ELI-3325), untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN). (more…)

Pemerintah Australia resmi mengumumkan tambahan investasi fantastis sebesar A$4,6 miliar untuk Australian Naval Infrastructure. Dana segar ini dialokasikan khusus guna mendukung percepatan pembangunan Galangan Pembangunan Kapal Selam Bertenaga Nuklir yang berlokasi di kawasan industri pertahanan Osborne, Australia Selatan. (more…)

Penempatan kapal selam serang bertenaga nuklir (SSN) milik Amerika Serikat dan Inggris di Australia melalui skema Submarine Rotational Force – West (SRF-W) mulai tahun depan (2027) menandai pergeseran peta kekuatan militer yang amat signifikan di kawasan Indo-Pasifik. (more…)

Jika di Indonesia Pangkalan Koarmada II di Dermaga Ujung (Surabaya) menjadi pangkalan Angkatan Laut terbesar, maka di Australia predikat pangkalan angkatan laut terbesar dipegang oleh Fleet Base West (dikenal secara resmi dengan nama HMAS Stirling). (more…)

Langkah Angkatan Darat Australia (Australian Army) yang menggunakan MBT (Main Battle Tank) M1 Abrams dengan modifikasi khusus untuk menyerupai MBT Type 99 milik Cina dalam latihan militer terbaru menuai sorotan tajam. Penggunaan OPFOR (Opposing Force) bermodel alutsista Beijing ini dinilai oleh sejumlah pengamat sebagai indikasi semakin terbukanya fokus kesiapsiagaan militer Canberra terhadap potensi konflik di kawasan Indo Pasifik. (more…)

Dinamika kemitraan strategis trilateral AUKUS (Australia, Inggris, dan Amerika Serikat) menorehkan babak baru. Dalam pertemuan tingkat tinggi di sela-sela gelaran IISS Shangri-La Dialogue di Singapura, ketiga negara mengumumkan amandemen signifikan terkait cetak biru pengadaan kapal selam nuklir (SSN – Nuclear-powered Attack Submarine) klaster pertama (Pillar I) untuk Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy – RAN). (more…)