
Upaya Australia menutup celah kekosongan kapabilitas tempur bawah laut sebelum hadirnya kapal selam nuklir dimanfaatkan secara agresif oleh industri pertahanan global. Perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan asal Israel, Israel Aerospace Industries (IAI), dilaporkan tengah gencar mempromosikan drone bawah laut otonom (Unmanned Underwater Vehicle/UUV) kelas berat mereka, BlueWhale (ELI-3325), untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN). (more…)

Pemerintah Australia resmi mengumumkan tambahan investasi fantastis sebesar A$4,6 miliar untuk Australian Naval Infrastructure. Dana segar ini dialokasikan khusus guna mendukung percepatan pembangunan Galangan Pembangunan Kapal Selam Bertenaga Nuklir yang berlokasi di kawasan industri pertahanan Osborne, Australia Selatan. (more…)

Penempatan kapal selam serang bertenaga nuklir (SSN) milik Amerika Serikat dan Inggris di Australia melalui skema Submarine Rotational Force – West (SRF-W) mulai tahun depan (2027) menandai pergeseran peta kekuatan militer yang amat signifikan di kawasan Indo-Pasifik. (more…)

Jika di Indonesia Pangkalan Koarmada II di Dermaga Ujung (Surabaya) menjadi pangkalan Angkatan Laut terbesar, maka di Australia predikat pangkalan angkatan laut terbesar dipegang oleh Fleet Base West (dikenal secara resmi dengan nama HMAS Stirling). (more…)

Langkah Angkatan Darat Australia (Australian Army) yang menggunakan MBT (Main Battle Tank) M1 Abrams dengan modifikasi khusus untuk menyerupai MBT Type 99 milik Cina dalam latihan militer terbaru menuai sorotan tajam. Penggunaan OPFOR (Opposing Force) bermodel alutsista Beijing ini dinilai oleh sejumlah pengamat sebagai indikasi semakin terbukanya fokus kesiapsiagaan militer Canberra terhadap potensi konflik di kawasan Indo Pasifik. (more…)

Dinamika kemitraan strategis trilateral AUKUS (Australia, Inggris, dan Amerika Serikat) menorehkan babak baru. Dalam pertemuan tingkat tinggi di sela-sela gelaran IISS Shangri-La Dialogue di Singapura, ketiga negara mengumumkan amandemen signifikan terkait cetak biru pengadaan kapal selam nuklir (SSN – Nuclear-powered Attack Submarine) klaster pertama (Pillar I) untuk Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy – RAN). (more…)

Pemerintah Australia resmi mengumumkan langkah masif untuk mempertahankan kekuatan pemukul di bawah permukaan lautnya. Demi menjembatani celah kemampuan (capability gap) sebelum kedatangan kapal selam bermesin nuklir di bawah pakta AUKUS, pembayar pajak di Australia harus merogoh kocek tambahan hingga AU$11 miIiar atau setara dengan US$7,3 miIiar. (more…)

Dinamika pengadaan alutsista di kawasan Indo Pasifik menampilkan dua pemandangan yang bertolak belakang. Pemerintah Australia secara resmi mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU) strategis dengan Pemerintah Norwegia pada 14 Mei 2026. (more…)

Komando Pasukan Ruang Angkasa Amerika Serikat (US Space Force) resmi memperluas jaringan pengawasan satelit mereka di Australia guna menghadapi ancaman nyata dari senjata anti-satelit (Anti-Satellite Weapons/ASAT) milik Cina dan Rusia. (more…)

Terlepas dari pakta pertahanan AUKUS – Australia (Au), Inggris (UK), dan Amerika Serikat (US) yang dibentuk pada 15 September 2021, pada dasarnya Australia telah menjalankan peran sebagai sekutu utama AS di kawasan Indo Pasifik, yang mana kedua negara disatukan pada kepentingan untuk menghadapi ancaman dari Cina. (more…)