
Pemerintah Australia resmi mengumumkan langkah masif untuk mempertahankan kekuatan pemukul di bawah permukaan lautnya. Demi menjembatani celah kemampuan (capability gap) sebelum kedatangan kapal selam bermesin nuklir di bawah pakta AUKUS, pembayar pajak di Australia harus merogoh kocek tambahan hingga AU$11 miIiar atau setara dengan US$7,3 miIiar. (more…)

Dinamika pengadaan alutsista di kawasan Indo Pasifik menampilkan dua pemandangan yang bertolak belakang. Pemerintah Australia secara resmi mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU) strategis dengan Pemerintah Norwegia pada 14 Mei 2026. (more…)

Komando Pasukan Ruang Angkasa Amerika Serikat (US Space Force) resmi memperluas jaringan pengawasan satelit mereka di Australia guna menghadapi ancaman nyata dari senjata anti-satelit (Anti-Satellite Weapons/ASAT) milik Cina dan Rusia. (more…)

Program ambisius pengadaan kapal selam nuklir Australia senilai Aus$368 miliar kini tengah berada di persimpangan jalan yang sangat krusial dan penuh ketidakpastian. Berdasarkan laporan terbaru dari The Guardian (5/2/2026), janji Amerika Serikat untuk mentransfer kapal selam Virginia class kepada Canberra mulai diragukan oleh banyak analis internasional. (more…)

Terlepas dari pakta pertahanan AUKUS – Australia (Au), Inggris (UK), dan Amerika Serikat (US) yang dibentuk pada 15 September 2021, pada dasarnya Australia telah menjalankan peran sebagai sekutu utama AS di kawasan Indo Pasifik, yang mana kedua negara disatukan pada kepentingan untuk menghadapi ancaman dari Cina. (more…)

Beroperasi seperti drone intai/tempur yang dapat dikendalikan dari belahan dunia lain, maka hal yang sama juga dapat berlaku pada operasional kapal selam tanpa awak – Unmanned Underwater Vehicle (UUV), yang sama-sama mengandalkan keunggulan hub koneksi via satelit. Seperti belum lama dibuktikan oleh Australia yang mampu mengendalikan UUV milik Angkatan Laut Inggris (Royal Navy), yang notabene berjarak 10.000 mil (sekitar 16.093 km). (more…)

Pengadaan kapal selam bertenaga nuklir Australia, baik Virginia class dan AUKUS class tak pelak membuat Negeri Kanguru punya daya deteren adiguna khas negara adidaya. Meski begitu, kontroversi atas pengadaan alutsista berharga super mahal itu tak kunjung redup. Belakangan muncul komentar bernada miring dari mantan perwira kapal selam Angkatan Laut Australia (RAN). (more…)

Dalam setiap program pengadaan alutsista yang melibatkan vendor atau manufaktur dari luar negeri, sudah menjadi standar bagi Australia untuk mendapatkan manfaat dari alih teknologi untuk mendorong pertumbuhan industri pertahanan di dalam negeri. Terlebih pada program pengadaan kapal selam bertenaga nuklir, baik Virginia class dari Amerika Serikat dan AUKUS class yang dibangun bersama Inggris, maka Australia akan mempersiapkan skala besar-besaran untuk pelibatan industri galangan nasionalnya. (more…)

Setelah mewujudkan kerja sama pertahanan dalam pembangunan kapal selam bertenaga nuklir (AUKUS class), maka tiga negara anggota pakta pertahanan AUKUS (Australia, Inggris dan Amerika Serikat), kini mewujudkan berkolaborasi dalam pengembangan sistem terpadu pada drone tempur (UCAV). Persisnya kemitraan ketiga negara mencapai tonggak penting dengan keberhasilan uji coba drone berteknologi kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence). (more…)

Dengan mengoperasikan 12 unit kapal selam bertrenaga nuklir dan 48 unit kapal selam konvensional (diesel lisrtrik), maka dapat dibayangkan besarnya postur kekuatan Angkatan Laut Cina. Dalam perspektif pakta pertahanan trilateral AUKUS (Australia, United Kingdom, dan United States), maka keberdaaan armada kapal selam Cina yang mampu berlayar jarak jauh, menjadi ancaman serius, khususnya di kawasan Indo Pasifik. (more…)