Dermaga Ujung Surabaya: Pangkalan Laut Terbesar, Jantung Kekuatan Armada TNI AL

Suatu hari seorang kawan bertanya, apakah Indonesia punya fasilitas pangkalan angkatan laut yang mirip Pearl Harbor di Hawaii, AS? Nyatanya kalau mirip memang ada, meski tidak sebesar Pearl Harbor yang sebelum diserang Jepang menjadi markas armada Pasifik Angkatan Laut AS.
Baca juga: [Virtual Tour] Lanal Palu: Mengintip Basis Terbaru Kapal Selam TNI AL
Dalam lingkup TNI AL, fasilitas pangkalan utama, terbesar, dan tempat berkumpulnya hampir setengah kekuatan armada TNI AL, yakni ada di Dermaga Ujung, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Secara administratif, fasilitas di Dermaga Ujung masuk dalam Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V (Lantamal V) Surabaya, Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) – sekarang Koarmada 2. Dari 11 Lantamal yang ada, Lantamal V adalah yang terbesar dan terlengkap.
Dengan fasilitas dermaga yang cukup besar, Dermaga Ujung menjadi home base bagi kapal perang (KRI) yang bertonase besar, selain juga rumah favorit bagi armada KCR (Kapal Cepat Rudal), LST (Landing Ship Tank), dan LPD (Landing Platform Dock). Fasilitas buat kapal selam pun paling memadai disini, dengan dermaga khusus kapal selam dengan atap pelindung, sehingga kapal selam tidak ‘kepanasan’ dan sisi kerahasiaan lebih terjamin.
[Virtual Tour] Dermaga Ujung Koarmada 2 – Jantung Kekuatan Armada TNI ALhttps://t.co/X09x0wcH0G pic.twitter.com/3efd4NJNjS
— Indomiliter.com (@indomiliter) April 19, 2022
Letaknya yang berdekatan dengan dermaga PT PAL, menjadikan urusan perbaikan (docking) kapal perang lebih maksimal dilakukan dari pangkalan satu ini. Dan yang tak kalah penting, di Dermaga Ujung terdapat ikon TNI AL nomer satu, yaitu Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) yang diresmikan Presiden Soeharto pada 5 Desember 1996. Monumen setinggi 60,6 meter ini mengambil wujud soerang perwira TNI AL yang menatap jauh ke permukaan Laut Jawa.
Dari sisi level strategis, boleh jadi fasilitas TNI AL di Dermaga Ujung setara dengan Pangkalan TNI AU di Lanud Iswahjudi, Madiun. Dengan banyak berkumpulnya kapal kombatan TNI AL (fregat dan korvet), maka depo amunisi, termasuk rudal besar kemungkinan ada di area tersebut.
Kemegahan pangkalan yang dibangun sejak jaman Belanda pada tahun 1878 ini memang menjadi magnet bagi gelaran defile militer. Sebagai puncaknya HUT TNI ke-69 tahun 2014 yang disebut-sebut jadi yang terbesar saat itu, diselenggarakan di Dermaga Ujung secara meriah. (Haryo Adjie)



lom ditambah Lanudal Juanda sebagai sarana pendukung
Wuih…sangar…seneng liat kapal-kapal kombatan ngumpul.gitu,persis kayak film pearl harbour..request markas koarmabar juga bung admin.thanks……
oke dipertimbanhkan mas, cuma yang “ramai” ya cuma di Dermaga Ujung saja 🙂
Sekedar Info setiap Bulan Desember HUT TNI AL masyarakat Umum Bebas masuk Koarmatim dikemas dalam Acara Naval Base Open Day, Bebas masuk naik Kapal kecuali Kapal selam.
Nanya dikit dong bung admin, Untuk masalah arhanud lantamal ini gimana ya?
Kalo diliat kapal2 pada bejejer gitu, klo jena serangan dr udara kan brabe… makasi.
Tentu sudah diantisipasi, baik oleh Kohanudnas (radar dan jet tempur), serta satuan pertahanan titik, dari Yonharlan (Pertahanan Pangkalan) dan Arhanud TNI AD
Apanya yg sdh diantiSISAPI bro ? Lha wong birokrasi kerjasama antar matra TNI sj msh SUPER RIBET & BIROKRATIS !
Min mau Tanya
KRI Multatuli sebenernya masih dipakai enggak sih ??
Ato cuma buat defile defile aja ????
Masih pak
@admin
Oom tau nggak kedalaman di lantamal rata-rata berapa meter ya?
Kurang tahu mas, tapi karena disitu ada Alur Laut Lintasan kapal2 besar dari Pelabuhan Tanjung Perak, maka rajin dilakukan pengerukan. Untuk wilayah depan dermaga tempat biasa dilakukan defile mencapai kedalaman periskop kapal selam.
@admin
Soalnya dompet saya kecemplung disitu…
Om admin request dong buat artikel ttg jenis2 kapal perang. Kadang masyarakat msh awam bedain Battlecruiser, Destroyer, Corvettes, Frigates, dll klo perlu sm contohnya yg pernah dipunya oleh AL. Thanks min….
Oke mas Zhukov, ide bagus untuk dikumpulkan dalam satu artikel ya. Sebenernya semua tipe kapal TNI AL, termasuk destroyer KRI Gadjah Mada sudah pernah kita kupas secara terpisah http://www.indomiliter.com/kri-gadjah-mada-flagship-dan-destroyer-pertama-tni-al/
suka sekali melihat kekuatan armada laut kita,negara kita negara kepulauan terbesar di dunia,sudah selayaknya armada laut kita besar,kira kira ada buku yang membahas tentang armada laut kita tidak ya?
Mantep min…
AL udah, AU udah, tinggal AD nih….
paparan yang keren om Admin, tinggal dilengkapin soal sejarah lebih bagus lagi, menyadarkan kita bhw cukup dengan Google Maps udh bisa jalan2 ke obyek militer favorit di negeri ini. Bravo
Kalau ditambah paparan sejarah, jadi makin panjang artikelnya 🙂
Wah apa g berbahaya ya, ,??
Mas Respati: jadi berbahaya kalau data imaging dari Google Maps sifafnya real time atau kekinian. Dan tentunya kapal posisinya selalu berpindah. Kalau lokasi dermaga ujung saya kira masyarakat udh banyak tahu juga.
Ya bnr juga apa kt sampean bung, ,tp dngn adanya gmabr ini, sudh jdi bukti kelemahan pangkalan kita. . .ckck , lantas solusinya?
Kykx tdk realtime bs d cek kok…klo pngamanan uda ada ringx kok….ring 123….emang sih kliatan biasa2 aja jdi curiga jg kok pertahanan pngkalan kykx biasa2 aja….biarlah jdi misteri…salam damai…