AN/PRC-171 Compact Team Radio. Photo by L3Harris Technologies
L3Harris Technologies secara resmi memperkenalkan Wraith Shield pada 13 Mei 2026, sebuah inovasi revolusioner yang mampu mengubah radio taktis eksis menjadi sensor anti drone berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Melalui pembaruan perangkat lunak (software upgrade), prajurit kini dapat mendeteksi, mengklasifikasi, hingga melumpuhkan sistem drone kecil hanya dengan menggunakan peralatan komunikasi yang sudah mereka bawa di lapangan. (more…)
Raksasa pertahanan asal Swedia, Saab, secara resmi memperkenalkan rudal Bolide 2 sebagai evolusi terbaru untuk sistem pertahanan udara jarak pendek (Short Range Air Defence/SHORAD) RBS 70. Berdasarkan pernyataan resmi Saab pada 8 Mei 2026, Bolide 2 diposisikan sebagai amunisi standar untuk sistem MANPADS RBS 70 NG (New Generation), dengan jadwal pengiriman perdana pada tahun 2027. (more…)
Setelah bertahun-tahun dibayangi oleh berbagai kendala teknis dan kegagalan uji coba yang dramatis, Moskow akhirnya mengumumkan keberhasilan krusial bagi masa depan kekuatan pencegah nuklirnya. Pada 12 Mei 2026, pejabat militer Rusia melaporkan bahwa rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-28 Sarmat telah menjalani uji coba peluncuran yang dinyatakan sebagai “sukses tanpa syarat” oleh Presiden Vladimir Putin. (more…)
Perang drone yang kian masif memaksa industri pertahanan global untuk mencari solusi pencegatan yang tidak hanya efektif, tetapi juga ekonomis. Terbaru, perusahaan Arkodim yang berbasis di Kazan, Rusia, dilaporkan telah mengembangkan algoritma jaringan syaraf tiruan (neural network) canggih yang dirancang khusus untuk sistem pertahanan udara (air defense) tingkat rendah guna menghadapi ancaman drone kecil. (more…)
Dalam operasi militer di lapangan, koordinasi antar satuan seringkali terhambat oleh masalah teknis yang mendasar, seperti ketidakmampuan perangkat radio dari merek atau jenis yang berbeda untuk saling berkomunikasi. Perbedaan sistem enkripsi, pengkodean, hingga frekuensi seringkali membuat klaster-klaster pasukan bekerja dalam “jaring” yang terisolasi satu sama lain. (more…)
Peta kekuatan artileri di wilayah Kaukasus resmi memasuki babak baru setelah sistem artileri gerak sendiri (Self-Propelled Howitzer) CAESAR 155mm pasokan Perancis terlihat untuk pertama kalinya di depan publik Armenia. Kehadiran alutsista ini terekam dalam gladi resik parade peringatan Hari Republik yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei mendatang di pusat kota Yerevan. (more…)
Jagad militer tengah menyaksikan pergeseran paradigma peperangan yang radikal, di mana alat tempur sekali pakai bertransformasi menjadi jaringan tempur otonom yang mematikan. Badan Riset Pertahanan AS, DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) melalui Tactical Technology Office, secara resmi telah merilis permintaan informasi (RFI) berkode DARPA-SN-26-33 pada April 2026. (more…)
Militer Amerika Serikat baru saja mengukir sejarah baru dalam doktrin pertempuran di Pasifik dengan melaksanakan latihan serangan presisi jarak jauh pertama di dalam wilayah Rantai Pulau Pertama (First Island Chain). (more…)
Isu keamanan di kawasan Teluk kembali memanas seiring dengan langkah taktis Uni Emirat Arab (UEA) dalam memitigasi ancaman asimetris yang kian nyata terhadap infrastruktur sipil vital. Angkatan Bersenjata UEA kini dilaporkan resmi mengandalkan sistem pertahanan laser buatan Cina, Guangjian-21A atau Light Arrow-21A, untuk memproteksi Bandara Internasional Dubai dari potensi serangan one-way attack drone yang diluncurkan oleh Iran. (more…)
Di tengah dinamika medan tempur modern yang kian kompleks, kebutuhan akan kendaraan taktis (rantis) ringan yang lincah namun memiliki proteksi tinggi menjadi harga mati bagi setiap angkatan bersenjata. Selama puluhan tahun, standar rantis dunia seolah terpaku pada dominasi HMMWV atau Humvee asal Amerika Serikat yang menjadi ikon di berbagai palagan. (more…)