Rusia Resmi Mulai Pembangunan ‘Murmansk’, Kapal Selam Nuklir Yasen-M Class Ke-10

Galangan kapal legendaris Sevmash di Severodvinsk secara resmi melaksanakan upacara peletakan lunas (keel-laying) untuk Murmansk, kapal selam serang bertenaga nuklir (SSN – Nuclear-powered Attack Submarine) terbaru dari seri Yasen-M Class (Project 885M) pada Rabu, 17 Juni 2026.
Baca juga: Geger Kapal Selam Yasen-M Rusia di Havana, Ternyata Hanya Alarm Palsu!
Upacara sakral dalam tradisi maritim ini dihadiri langsung oleh Panglima Angkatan Laut Rusia Laksamana Aleksandr Moiseyev, Gubernur Wilayah Arkhangelsk Aleksandr Tsybulsky, serta Gubernur Wilayah Murmansk Andrei Chibis. Kehadiran para petinggi ini menegaskan pentingnya kapal selam ini bagi strategi pertahanan masa depan Moskow di kawasan Arktik.
Murmansk menjadi lambung ke-10 dari total keseluruhan keluarga Proyek Yasen (atau kapal ke-9 dari varian modern Yasen-M) yang resmi masuk fase konstruksi fisik. Langkah ini sekaligus membuktikan ketahanan industri pertahanan Rusia di bawah Sevmash untuk tetap menggulirkan proyek strategis di tengah tekanan sanksi Barat.
Langkah ini menandai tonggak sejarah baru dalam ambisi jangka panjang Kremlin untuk memperbarui kemampuan perang bawah laut strategisnya sekaligus menggantikan armada kapal selam lawas generasi ketiga dari Proyek 971 (Akula), Proyek 945 (Sierra), dan Proyek 949 (Oscar) dalam satu dekade ke depan, dengan target penyelesaian seluruh armada Yasen-M pada tahun 2035.
Saat ini, Angkatan Laut Rusia telah mengoperasikan lima unit kapal selam dari keluarga Yasen, yang terbagi ke dalam Armada Utara dan Armada Pasifik. Armada tersebut meliputi kapal selam utama Proyek 885 Severodvinsk (K-560), serta empat unit varian Yasen-M yang telah ditingkatkan, yaitu Kazan (K-561), Novosibirsk (K-573), Krasnoyarsk (K-571), dan Arkhangelsk (K-564).
Kemajuan program ini terus menunjukkan tren positif, di mana unit kelima Yasen-M, yaitu Perm, saat ini tengah menjalani serangkaian uji coba laut intensif dan dijadwalkan bergabung dengan Armada Pasifik pada akhir tahun 2026. Sementara itu, empat unit kapal selam Proyek 885M lainnya—termasuk Ulyanovsk, Voronezh, Vladivostok, dan yang terbaru Murmansk—kini berada dalam berbagai tahap konstruksi di galangan Sevmash. Komitmen Rusia terhadap proyek ini kian dipertegas oleh Presiden Vladimir Putin yang pada Juli 2025 lalu mengonfirmasi penambahan pesanan dua unit kapal selam Yasen-M lagi, sehingga meningkatkan target total armada dari 12 menjadi 14 unit.
RUSYA, YASEN-M DENİZALTISININ İNŞASINA BAŞLADI
Rusya’nın Birleşik Gemi İnşa Şirketi (OSK) ve Savunma Bakanlığı kaynaklarına göre, Yasen-M sınıfı yeni nesil çok maksatlı nükleer denizaltı “Murmansk”ın inşasına Severodvinsk’teki Sevmash Tersanesi’nde resmen başlandı.
OSK ve Rus… pic.twitter.com/VFZDtAsQx0
— SAVTEK Dergi (@savtekdergi) June 18, 2026
Sebagai kapal selam serang bertenaga nuklir (nuclear-powered cruise missile submarine/SSGN) generasi keempat, Yasen dan Yasen-M class membawa lompatan teknologi yang sangat ditakuti oleh blok Barat. Kapal selam ini memiliki dimensi panjang sekitar 130 hingga 139 meter dengan bobot perpindahan air mencapai 13.800 ton saat menyelam.
Ditenagai oleh reaktor nuklir KTP-6 jenis pressurized water reactor (PWR) generasi terbaru yang diklaim sangat senyap, Yasen-M mampu melesat hingga kecepatan 31 knot di bawah air dan menyelam hingga kedalaman operasional 520 meter, bahkan mampu mencapai kedalaman maksimum hingga 600 meter. Salah satu keunggulan teknis utama dari varian peningkatan Yasen-M adalah desain lambung yang lebih ringkas, pengurangan tanda akustik secara drastis untuk tingkat kesenyapan ekstrem (stealth), serta penggunaan sistem sonar sferis Irtysh-Amfora mutakhir pada bagian haluan yang memberikan kemampuan deteksi jarak jauh di atas rata-rata kapal selam konvensional.
🚨🇺🇸 PENTAGON’S NIGHTMARE: RUSSIA LAYS DOWN NEW STEALTH NUCLEAR YASEN-M SUB
Russia’s Sevmash Shipyard has laid down the Murmansk, the ninth Yasen-M class multipurpose nuclear-powered attack submarine. The Russian Navy currently operates five Yasen-class boats, with four more… pic.twitter.com/is25MP5z7Z
— NewRulesGeopolitics (@NewRulesGeo) June 19, 2026
Dari sektor persenjataan, kelas Yasen-M bertindak sebagai pangkalan rudal berjalan yang sangat mematikan di bawah laut. Kapal selam ini dilengkapi dengan 10 tabung peluncur torpedo berkaliber 533 mm yang dapat melepaskan torpedo pintar Physik-2 serta ranjau laut.
Keunggulan komparatif paling mengerikan terletak pada keberadaan 8 tabung peluncur vertikal (VLS) universal yang masing-masing tabungnya dapat memuat konfigurasi modular rudal jelajah antarkapal P-800 Oniks atau rudal jelajah serang darat keluarga Kalibr-PL. Yang paling mutakhir, sistem VLS pada Yasen-M ini telah diintegrasikan secara penuh untuk dapat meluncurkan rudal hipersonik 3M22 Zirkon yang mampu melesat hingga kecepatan Mach 9.
Kombinasi persenjataan taktis ini membuat Yasen-M class memegang peran multi-misi yang sangat fleksibel, mulai dari pemburu kapal induk musuh (carrier killer), melancarkan serangan presisi ke daratan jauh di belakang garis pertahanan lawan (land-attack), pengumpulan intelijen rahasia, hingga menjadi pilar utama dalam strategi pertahanan perimeter laut Rusia. (Gilang Perdana)
Geger Kapal Selam Yasen-M Rusia di Havana, Ternyata Hanya Alarm Palsu!


