Saab Luncurkan Bolide 2: Standar Baru Rudal ‘Unjammable’ Untuk Sistem Arhanud RBS 70 NG

Raksasa pertahanan asal Swedia, Saab, secara resmi memperkenalkan rudal Bolide 2 sebagai evolusi terbaru untuk sistem pertahanan udara jarak pendek (Short Range Air Defence/SHORAD) RBS 70. Berdasarkan pernyataan resmi Saab pada 8 Mei 2026, Bolide 2 diposisikan sebagai amunisi standar untuk sistem MANPADS RBS 70 NG (New Generation), dengan jadwal pengiriman perdana pada tahun 2027.

Baca juga: RBS-70 : Rudal Pencegat Supersonik Jarak Dekat

Sebagai pengembangan dari varian sebelumnya, Bolide 2 membawa peningkatan krusial pada aspek hulu ledak yang lebih besar serta performa terbang terminal yang lebih lincah untuk mencegat sasaran di fase akhir. Desain rudal ini kini mengadopsi konsep modular yang sengaja disiapkan agar sistem dapat beradaptasi dengan mudah terhadap pembaruan teknologi di masa depan, menjadikannya aset yang sangat relevan dalam menghadapi ancaman udara yang terus berkembang.

Poin paling menarik bagi negara pengguna lama sistem ini adalah sifatnya yang kompatibel dengan berbagai platform peluncur. Bolide 2 dirancang agar tetap dapat diluncurkan baik dari unit RBS 70 NG terbaru maupun dari unit peluncur RBS 70 generasi sebelumnya yang masih banyak digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Meskipun Saab belum merinci secara eksak mengenai jangkauan maksimalnya, para analis memperkirakan performanya tetap konsisten dengan varian orisinalnya, yakni mampu menjangkau sasaran pada jarak 250 meter hingga 8.000 meter dengan ketinggian cegat mencapai lebih dari 5.000 meter.

Stefan Öberg, kepala unit bisnis Saab Missile Systems, menegaskan bahwa Bolide 2 memberikan keunggulan daya hancur yang lebih besar bagi operator, baik yang beroperasi dalam peran panggul (man-portable) maupun unit penembak yang dipasang di atas kendaraan tempur.

Perbedaan utama antara Bolide 1 (original) dan Bolide 2 terletak pada optimalisasi hulu ledak dan kemampuan manuver di fase terminal. Jika Bolide 1 sudah dikenal sebagai rudal “all-target” yang mampu menghantam target udara hingga permukaan dengan hulu ledak shaped charge dan fragmen paku, maka pada Bolide 2, ukuran hulu ledaknya diperbesar untuk memastikan kehancuran total pada sasaran yang lebih tangguh.

Selain itu, Bolide 2 memiliki peningkatan pada sistem kontrol penerbangan di detik-detik terakhir sebelum perkenaan (enhanced terminal flight performance), yang memungkinkannya mengejar target yang melakukan manuver tajam secara lebih presisi. Sementara itu, kedua varian ini tetap berbagi kesamaan pada sistem pemandu laser beam-riding yang diklaim sepenuhnya kebal terhadap gangguan elektronik atau jamming, sebuah fitur ikonik yang tetap dipertahankan oleh Saab.

Keandalan sistem ini telah terbukti melalui serangkaian uji penembakan yang sukses selama fase pengembangan, yang kemudian memicu kepercayaan pasar internasional secara instan. Pada akhir tahun 2025, kementerian pertahanan Lithuania bahkan telah mengamankan kontrak senilai US$325 juta untuk pengadaan rudal Bolide ini dengan jadwal pengiriman antara tahun 2028 hingga 2032.

Kehadiran Bolide 2 tidak hanya memberikan opsi peningkatan daya pukul bagi pasukan Arhanud, tetapi juga menjamin keberlanjutan operasional sistem RBS 70 sebagai salah satu alutsista pertahanan udara titik paling andal di dunia dalam menghadapi ancaman drone, jet tempur, hingga rudal jelajah lawan. (Gilang Perdana)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *