Uji Peluncuran dari Kontainer Truk Melaju, Rheinmetall Pamerkan Kapabilitas Swarm Drone FV-014

Raksasa industri pertahanan asal Jerman, Rheinmetall, kembali mencatatkan terobosan penting dalam inovasi alutsista nirawak. Bertempat di National Test Centre Cochstedt, Jerman, Rheinmetall sukses mendemonstrasikan peluncuran amunisi terpandu (loitering munition) FV-014 langsung dari peluncur berbasis kontainer standar 20 kaki (20-foot container) yang diusung oleh truk taktis berat seri HX.
Baca juga: Lockheed Martin Sukses Uji Coba Sistem Kontainer GRIZZLY dan Rudal JAGM Penghancur Drone
Pengujian operasional ini dirancang untuk membuktikan keandalan sistem peluncuran kawanan drone (drone swarm), baik saat armada truk berada dalam posisi berhenti (stationary) maupun ketika melaju kencang (on the move).
Secara teknis, penggunaan modul peluncur kontainer berukuran ISO 20 kaki ini memberikan fleksibilitas taktis serta kamuflase operasional yang sangat tinggi di medan tempur modern. Dalam satu unit kontainer peluncur yang terintegrasi di atas sasis truk HX-Series, sistem ini mampu menampung hingga 18 tube peluncur independen yang menggunakan mekanisme pendorongan pneumatis (cold-launch).
Desain modul kontainer yang ringkas dan tersamarkan ini mempermudah mobilitas logistik melalui jalur darat serta mempercepat pengerahan taktik shoot-and-scoot, yakni meluncurkan amunisi secara massal lalu segera berpindah tempat untuk menghindari pelacakan radar dan serangan balasan dari kontra-baterai musuh.
German defense giant Rheinmetall has successfully tested the FV-014 loitering munition from its new Containerized Missile Launcher.
The drone’s containerized, truck-mounted launch platform can fire a swarm of up to 18 at a time while on the move. pic.twitter.com/1YLELA82gI
— OSINTtechnical (@Osinttechnical) August 13, 2026
Sementara itu, platform drone FV-014 yang diluncurkan dari dalam kontainer membawa spesifikasi teknis yang memadukan fungsi pengintaian (intelligence, surveillance, and reconnaissance / ISR) dan serangan presisi (kamikaze strike). Dirancang dengan konstruksi aerodinamis bersayap lipat (foldable wings), FV-014 mampu menjangkau sasaran hingga jarak 100 kilometer dengan durasi terbang (endurance) mencapai 70 menit.
Keunggulan operasional drone ini terletak pada kemampuannya beroperasi secara mandiri maupun terkoordinasi dalam kelompok (swarm), melakukan pemindaian area zona konflik, lalu menukik menembus sistem pertahanan udara untuk menghancurkan target bernilai tinggi.
Kendati pengamatan militer memuji peningkatan mobilitas taktis dari sistem peluncur kontainer bergerak ini, sejumlah pakar pertahanan tetap memberikan catatan kritis terkait penerapannya di lapangan. Beberapa isu utama yang disorot meliputi tingginya estimasi biaya produksi massal untuk satu set sistem kontainer dan puluhan amunisi presisi, tantangan skalabilitas kawanan drone saat menghadapi gempuran perang elektronik (electronic warfare) skala besar, serta daya tahan sinyal komunikasi antar-unit drone di lingkungan tempur yang sarat akan gangguan jamming. (Bayu Pamungkas)
Drone Interseptor Hornet Sukses Diuji dari Fregat Spanyol Lewat Peluncur Kontainer Modular
Related Posts
-
Perpanjang Masa Pakai Mirage 2000-5, Taiwan Kucurkan Dana US$329 Juta untuk Order Suku Cadang Mesin
No Comments | Jan 10, 2024 -
Nyemplung di Laut Cina Selatan, Inilah yang Khas dari Jet Tempur Stealth F-35C
16 Comments | Jan 27, 2022
-
AMX-13 M50 Ontos – Varian Khas Venezuela dengan Senjata Tanpa Tolak Balik
5 Comments | Jun 9, 2021
-
Cloud Shadow dan Wind Shadow – Drone Jet HALE Bertampang Serupa Tapi Beda Peran
15 Comments | Aug 10, 2020


