Ikuti Jejak C-130 dan A400M, C-390 Millennium Bakal Disulap Jadi Peluncur Rudal Jelajah Berbasis Palet

Tren pengubahan pesawat angkut militer menjadi “pesawat pembawa amunisi” (arsenal aircraft) kian nyata dalam doktrin pertempuran udara modern. Setelah sukses diuji coba pada pesawat angkut bermesin turboprop C-130 Hercules dan C-17 Globemaster III melalui program Rapid Dragon milik Amerika Serikat—serta studi serupa pada Airbus A400M—kini giliran pesawat angkut bermesin jet Embraer C-390 Millennium yang disiapkannya untuk mengemban kemampuan tempur mematikan tersebut.
Baca juga: Makin Garang, C-130 Hercules Kini Mampu Meluncurkan Rudal Jelajah AGM-158 JASSM
Dalam ajang Farnborough Airshow 2026, pabrikan kedirgantaraan asal Brasil, Embraer, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan perusahaan teknologi pertahanan AS, Anduril Industries. Kerja sama ini bertujuan untuk mengintegrasikan rudal jelajah otonom Barracuda-500M (B-500M) ke dalam sistem penanganan kargo (cargo handling system) milik pesawat C-390 Millennium menggunakan sistem peluncuran berbasis palet (pallet-launched deployment).
Melalui mekanisme ini, rak berisi puluhan rudal Barracuda-500M dimuat ke dalam kabin kargo seperti palet barang standar. Saat berada di udara, palet tersebut dijatuhkan keluar melewati pintu kargo belakang (rear ramp). Setelah keluar dari pesawat, rudal secara otomatis melepaskan diri dari palet, membentangkan sayap, menyalakan mesin, dan terbang secara otonom menuju sasaran dari jarak aman puluhan hingga ratusan kilometer (stand-off distance). Doktrin ini memungkinkan pesawat angkut melancarkan serangan presisi jarak jauh tanpa harus memasuki jangkauan sistem pertahanan udara musuh.
Embraer e Anduril assinam acordo para ampliar as capacidades do C-390 com o Barracuda-500M paletizado – Acordo eleva o C-390 Millennium para além da mobilidade aérea tática ao permitir gerar efeitos operacionais e preservar suas capacidades
Sistemas roll-on/roll-off e… pic.twitter.com/65KSFAXHsQ
— Roberto Caiafa (@beto_caiafa) July 21, 2026
Keunggulan utama dari konsep sistem palet ini adalah sifatnya yang modular dan tidak membutuhkan modifikasi struktur permanen pada badan pesawat. Artinya, C-390 Millennium tetap dapat menjalankan peran utamanya sebagai pesawat transpor taktis, tanker pengisi bahan bakar di udara (aerial refuelling), evakuasi medis, hingga misi kemanusiaan, namun sewaktu-waktu bisa dikonfigurasi ulang menjadi pembawa rudal jelajah hanya dalam hitungan jam.
Dibandingkan dengan C-130J Super Hercules, C-390 Millennium memiliki keunggulan dari segi kecepatan jelajah (cruising speed) hingga 470 knot berkat penggunaan dua mesin turbofan IAE V2500-E5. Kecepatan yang lebih tinggi ini memangkas waktu transit di wilayah konflik secara signifikan.
Jadi ‘Pisau Swiss’ Udara, Perancis Sulap Pesawat Angkut A400M Jadi Komando Tempur dan Induk Drone
Dipadukan dengan kapasitas muat hingga 26 ton, sistem kemudi fly-by-wire digital, serta kemampuan beroperasi dari landasan pendek dan darurat, C-390 menjadi platform berkecepatan tinggi yang sangat ideal untuk doktrin Agile Combat Employment (ACE) milik NATO.
Bagi Anduril, rudal Barracuda-500M dirancang khusus sebagai amunisi presisi berbiaya rendah (low-cost precision-guided munition) yang dapat diproduksi secara massal. Sejak uji terbang pertamanya pada September 2024, sistem ini telah menyelesaikan berbagai pengujian navigasi otonom dan kolaborasi antar-rudal di udara.
Kesepakatan ini makin memperkuat posisi C-390 Millennium di pasar global, khususnya di Eropa dan negara-negara anggota NATO. Setelah sukses dipilih oleh Brasil, Portugal, Hungaria, Belanda, Austria, Republik Ceko, Korea Selatan, UEA, Uzbekistan, hingga yang terbaru Swedia, Slovakia, dan Lithuania, integrasi kemampuan serangan jarak jauh ini menawarkan solusi ekonomis bagi angkatan udara menengah yang membutuhkan daya pukul strategis tanpa harus membeli pesawat pembom khusus yang mahal. (Bayu Pamungkas)
Makin Garang, C-130 Hercules Kini Mampu Meluncurkan Rudal Jelajah AGM-158 JASSM
Related Posts
-
Khawatir Serangan Rudal Iran, Perancis Terpaksa Terbangkan Tiga Rafale Non Stop Langsung ke India
14 Comments | Nov 7, 2020
-
Kapal Selam Perdana Turki dengan Torpedo Jammer Tertangkap Kamera, Sejenis yang Bakal Digunakan TNI AL
9 Comments | Feb 3, 2020
-
Spesifikasi MUGEM Class: Proyek Kapal Induk 60.000 Ton Turki untuk Jet Tempur KAAN dan Drone Siluman
No Comments | Jun 8, 2026 -
Kalashnikov Perkenalkan Haska-10, Hovercraft Multiguna untuk Tugas Militer dan Sipil
6 Comments | Oct 12, 2020



C-390 makin terdepan, Kawasaki C-2 kok kalah padahal payloadnya lebih besar dari C-390 🤭