Tren pengubahan pesawat angkut militer menjadi “pesawat pembawa amunisi” (arsenal aircraft) kian nyata dalam doktrin pertempuran udara modern. Setelah sukses diuji coba pada pesawat angkut bermesin turboprop C-130 Hercules dan C-17 Globemaster III melalui program Rapid Dragon milik Amerika Serikat—serta studi serupa pada Airbus A400M—kini giliran pesawat angkut bermesin jet Embraer C-390 Millennium yang disiapkannya untuk mengemban kemampuan tempur mematikan tersebut. (more…)
Pameran pertahanan Eurosatory 2026 menjadi panggung bagi raksasa pertahanan Jerman, Rheinmetall AG, untuk memamerkan lompatan teknologi terbarunya dalam konsep perang modular. Rheinmetall secara resmi meluncurkan Containerized Missile Launcher (CML), sebuah sistem peluncur mandiri berbasis kontainer standar 20 kaki yang sepenuhnya otonom, modular, dan terhubung dalam jaringan (networked). (more…)
Angkatan Udara Rusia dilaporkan telah melakukan perombakan masif terhadap lini rudal jelajah strategis berbasis udara (Air-Launched Cruise Missile/ALCM) Kh-101. Langkah modernisasi radikal ini berfokus pada peningkatan kemampuan siluman (stealth) melalui penyematan lapisan penyerap gelombang radar (radar-absorbing coating) terbaru pada sekujur badan (fuselage) rudal. (more…)
Pada pergantian milenium sekitar tahun 2000-an, Angkatan Udara Cina (PLAAF) menghadapi kebuntuan teknologi yang sangat serius. Ketika Amerika Serikat sudah menerbangkan pembom siluman (stealth) revolusioner Northrop B-2 Spirit yang mampu menyusup ke wilayah musuh tanpa terdeteksi radar, armada udara Beijing masih terjebak pada cetak biru pesawat era 1950-an dan 1960-an warisan Uni Soviet (Xian H-6 series). (more…)
Kemampuan jet tempur stealth Rusia, Sukhoi Su-57 Felon sepertinya bakal terdongkrak, terkhusus pada misi serangan anti kapal dan permukaan. Pasalnya, Su-57 disebut mampu meluncurkan rudal jelajah hipersonik Tsirkon (Zircon) yang dapat melesat lebih dari Mach 9, menjadi tantangan berat bagi sistem pertahanan udara lawan untuk mendeteksi dan melakukan intersepsi. (more…)
Selain rudal balistik hipersonik Tayfun Block-4, Roketsan dalam International Defence Industry Fair (IDEF) 2025 di Istanbul, juga menghadirkan Akata, yakni varian rudal jelajah anti kapal/permukaan Atmaca yang ‘dibungkus’ dalam kapsul, untuk diluncurkan dari bawah permukaan air oleh kapal selam (submarine-launched cruise missile). (more…)
Kerap disebut sebagai senjata untuk jet tempur stealth Sukhoi Su-57 Felon, rudal jelajah berdesain siluman, Kh-69, telah digunakan Rusia untuk melancarkan serangan ke wilayah Ukraina timur sejak tahun lalu. Namun, baru kali ini pihak Ukraina dapat mengonfirmasi keberadaan puing-puing dari Kh-69 lewat publikasi di media. (more…)
Di tengah manuver aerobatik Sukhoi Su-57E yang memukau di Zhuhai Airshow 2024, ada kabar bahwa Angkatan Udara Rusia telah menerima tambahan tiga unit jet tempur steatlh Su-57. Penambahan ini menjadikan jumlah total Su-57 yang dioperasikan Angkatan Udara Rusia mencapai 30 unit pada Januari 2025. (more…)
Mengambil lokasi di markas Korea Aerospace Industries (KAI), pada 24-27 Oktober 2024 digelar Sacheon Airshow 2024 di Bandara Sacheon, Provinsi Gyeongsang Selatan. Ada yang menarik dari pameran dirgantara ini, yaitu untuk pertama kalinya diperlihatkan model skala penuh (full scale) rudal jelajah udara ke permukaan supersonik bermesin ramjet yang nantinya akan mempersenjatai jet tempur KF-21 Boramae dan FA-50 Fighting Eagle Block 20. (more…)
Anduril Industries, perusahaan asal Amerika Serikat yang berada di balik pengembangan “Ghost Shark” – proyek kapal selam tanpa awak berukuran besar atau XLAUV (Extra–Large Autonomous Underwater Vehicle) untuk Angkatan Laut Australia, diwartakan telah meluncurkan keluarga rudal jelajah yang diklaim berharga terjangkau atau low-cost cruise missiles. (more…)