
Uji terbang E-4C Survivable Airborne Operations Control (SAOC) “New Doomsday Plane” mulai dijalankan oleh Sierra Nevada Corporation (SNC) di Aviation Innovation and Technology Center di Dayton, Ohio. Sierra Nevada melakukan penerbangan perdana SAOC pada 7 Agustus 2025, sebagai bagian dari proses pengembangan rekayasa dan manufaktur program. (more…)

Entah pada akhirnya sukses dipasaran atau sebaliknya, manufaktur dirgantara harus mencoba peluang baru untuk mengembangkan produknya. Seperti Airbus Defence and Space (ADS), bila dahulu bersama Angkatan Laut Spanyol pernah mengembangkan A400M varian intai maritim dengan pemasangan rudal anti kapal, maka dari Paris Airshow 2025 (16 – 22 Juni) di Le Bourget, ada kabar bahwaAirbus punya harapan untuk menambahkan kemampuan A400M menjadi pesawat peperangan elektronik (electronic warfare/EW).
(more…)

Meski tertinggal dari Cina, Amerika Serikat dan Swedia kini berkolaborasi dalam pengembangan drone dengan kemampuan intai peringatan dini – Unmanned Airborne Early Warning (UAEW) and Control. Dalam Paris Airshow 2025, dua perusahaan ternama, Saab dari Swedia dan General Atomics Aeronautical Systems, Inc. (GA-ASI) dari AS mengumumkan kemitraan strategis untuk mengembangkan solusi UAEW. (more…)

Ketika pertama kali debutnya diketahui pada tahun 2007, Shaanxi Aircraft Corporation (SAIC) KJ-200 langsung membetot perhatian dunia, pasalnya Cina telah membuktikan mampu menciptakan pesawat peringatan dini dan kontrol udara – Airborne Early Warning and Control (AEW&C) dengan desain antena tegak, yang sebelumnya populer digunakan oleh pesawat AEW&C buatan Swedia, Saab Erieye. (more…)

Meski telah mengoperasikan delapan unit AEW&C (Airborne Early Warning and Control) Saab 2000 Erieye buatan Swedia, namun Angkatan Udara Pakistan faktanya juga mengoperasikan AEW&C jenis lain, yakni Shaanxi ZDK-03 buatan Cina. (more…)

Update analisis citra satelit terkait pengembangan pesawat peringatan dini dan kendali udara atau Airborne Early Warning and Control (AEW&C) dari basis Ilyushin Il-76 oleh Korea Utara, rupanya tidak meleset. Pada artikel yang diposting pada awal Maret 2025, disebut pembuatan hampir tuntas, maka kabar terbaru mengonfirmasi bila pesawat AEW&C yang dimaksud kini telah mengudara. (more…)

Meski konkritnya belum begitu jelas, lawatan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ikut membawa angin segar bagi perkembangan industri pertahanan di Indonesia. Terkait tawaran dari Havelsan, perusahaan teknologi pertahanan Turki untuk kerja sama airborne early warning and control system (AWACS) bersama PT Dirgantara Indonesia (PT DI), maka ada update terbaru yang dapat disampaikan. (more…)

Menutup akhir tahun, industri pertahanan Cina membuat serangkaian kejutan besar. Setelah penerbangan perdana prototipe jet tempur stealth generasi keenam pada 26 Desember lalu, ada lagi peluncuran kapal serbu amfibi “Sichuan” Type 076 berbobot 40.000 ton pada 27 Desember 2024. Tapi itu belum cukup, ada kejutan juga di segmen Airborne Early Warning and Control (AEW&C). (more…)

Saab dalam pernyataan pada 17 September 2024, menyebut bahwa telah mengirim unit kelima dari pesawat intai AEW&C (Airborne Early Warning & Control) berbasis radar AESA (Active Electronically Scanned Array) GlobalEye pesanan Angkatan Udara Uni Emirat Arab (UEA). (more…)

Di sepanjang bulan ini, foto-foto dan video beredar di platform media sosial Weibo, yang menampilkan pesawat intai peringatan dini – airborne early warning (AEW) Xian KJ-600 generasi terbaru tengah mengudara. Lantaran diproyeksi untuk beroperasi di kapal induk terbaru Angkatan Laut Cina, Type 003 Fujian, maka penampilan KJ-600 selalu menarik perhatian, terlebih desain KJ-600 yang kental mencontek E-2 Hawkeye yang kini digunakan Angkatan Laut AS, Perancis dan Jepang. (more…)