
Untuk pertama kali dari kapal induk Type 003 Fujian, beredar rekaman video yang memperlihatkan secara jelas uji coba lepas landas dan pendaratan (take-off and landing) lewat sistem EMALS (Electromagnetic Aircraft Launch System) yang dilakukan pesawat peringatan dini AEW&C Xian KJ-600, jet tempur Shenyang J-15T dan jet tempur stealth Shenyang J-35B. (more…)

Keputusan Angkatan Udara AS (USAF) pada 26 Juni 2025, ibarat pukulan bagi Boeing Defense, Space & Security di segmen pesawat peringatan dini atau Airborne Warning and Control System (AWACS), pasalnya USAF telah menolak proposal Boeing untuk memasok E-7 Wedgetail sebagai pengganti E-3 Sentry yang akan dipensiunkan bertahap. (more…)

Pada tahun 2023, tiga vendor pertahanan papan atas bersatu dalam satu proyek, yakni Northrop Grumman, Lockheed Martin Skunk Works dan Raytheon Intelligence and Space, guna menawarkan pesawat komando dan kendali masa depan (next command and control aircraft) untuk Angkatan Laut AS (US Navy), yang akan digunakan sebagai “Doomsday Plane” jika pecah perang nuklir. (more…)

Uji terbang E-4C Survivable Airborne Operations Control (SAOC) “New Doomsday Plane” mulai dijalankan oleh Sierra Nevada Corporation (SNC) di Aviation Innovation and Technology Center di Dayton, Ohio. Sierra Nevada melakukan penerbangan perdana SAOC pada 7 Agustus 2025, sebagai bagian dari proses pengembangan rekayasa dan manufaktur program. (more…)

Entah pada akhirnya sukses dipasaran atau sebaliknya, manufaktur dirgantara harus mencoba peluang baru untuk mengembangkan produknya. Seperti Airbus Defence and Space (ADS), bila dahulu bersama Angkatan Laut Spanyol pernah mengembangkan A400M varian intai maritim dengan pemasangan rudal anti kapal, maka dari Paris Airshow 2025 (16 – 22 Juni) di Le Bourget, ada kabar bahwaAirbus punya harapan untuk menambahkan kemampuan A400M menjadi pesawat peperangan elektronik (electronic warfare/EW).
(more…)

Meski tertinggal dari Cina, Amerika Serikat dan Swedia kini berkolaborasi dalam pengembangan drone dengan kemampuan intai peringatan dini – Unmanned Airborne Early Warning (UAEW) and Control. Dalam Paris Airshow 2025, dua perusahaan ternama, Saab dari Swedia dan General Atomics Aeronautical Systems, Inc. (GA-ASI) dari AS mengumumkan kemitraan strategis untuk mengembangkan solusi UAEW. (more…)

Ketika pertama kali debutnya diketahui pada tahun 2007, Shaanxi Aircraft Corporation (SAIC) KJ-200 langsung membetot perhatian dunia, pasalnya Cina telah membuktikan mampu menciptakan pesawat peringatan dini dan kontrol udara – Airborne Early Warning and Control (AEW&C) dengan desain antena tegak, yang sebelumnya populer digunakan oleh pesawat AEW&C buatan Swedia, Saab Erieye. (more…)

Meski telah mengoperasikan delapan unit AEW&C (Airborne Early Warning and Control) Saab 2000 Erieye buatan Swedia, namun Angkatan Udara Pakistan faktanya juga mengoperasikan AEW&C jenis lain, yakni Shaanxi ZDK-03 buatan Cina. (more…)

Update analisis citra satelit terkait pengembangan pesawat peringatan dini dan kendali udara atau Airborne Early Warning and Control (AEW&C) dari basis Ilyushin Il-76 oleh Korea Utara, rupanya tidak meleset. Pada artikel yang diposting pada awal Maret 2025, disebut pembuatan hampir tuntas, maka kabar terbaru mengonfirmasi bila pesawat AEW&C yang dimaksud kini telah mengudara. (more…)

Meski konkritnya belum begitu jelas, lawatan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ikut membawa angin segar bagi perkembangan industri pertahanan di Indonesia. Terkait tawaran dari Havelsan, perusahaan teknologi pertahanan Turki untuk kerja sama airborne early warning and control system (AWACS) bersama PT Dirgantara Indonesia (PT DI), maka ada update terbaru yang dapat disampaikan. (more…)