
Menutup akhir tahun, industri pertahanan Cina membuat serangkaian kejutan besar. Setelah penerbangan perdana prototipe jet tempur stealth generasi keenam pada 26 Desember lalu, ada lagi peluncuran kapal serbu amfibi “Sichuan” Type 076 berbobot 40.000 ton pada 27 Desember 2024. Tapi itu belum cukup, ada kejutan juga di segmen Airborne Early Warning and Control (AEW&C). (more…)

Saab dalam pernyataan pada 17 September 2024, menyebut bahwa telah mengirim unit kelima dari pesawat intai AEW&C (Airborne Early Warning & Control) berbasis radar AESA (Active Electronically Scanned Array) GlobalEye pesanan Angkatan Udara Uni Emirat Arab (UEA). (more…)

Di sepanjang bulan ini, foto-foto dan video beredar di platform media sosial Weibo, yang menampilkan pesawat intai peringatan dini – airborne early warning (AEW) Xian KJ-600 generasi terbaru tengah mengudara. Lantaran diproyeksi untuk beroperasi di kapal induk terbaru Angkatan Laut Cina, Type 003 Fujian, maka penampilan KJ-600 selalu menarik perhatian, terlebih desain KJ-600 yang kental mencontek E-2 Hawkeye yang kini digunakan Angkatan Laut AS, Perancis dan Jepang. (more…)

Beriev A-50, sepertinya menjadi pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C)/AWACS pertama yang mengalami kerusakan dalam laga perang Ukraina – Rusia. Seperti dilaporkan media internasional, sebuah A-50 AEW&C Rusia rusak cukup serius akibat serangan drone di pangkalan udara Machulishchy di Belarusia, dalam insiden yang disebutkan terjadi pada Minggu malam. (more…)

Bagi Indonesia, memiliki pesawat intai dengan kemampuan AEW&C sepertinya masih merupakan jalan panjang yang belum jelas bagaimana akhirnya, padahal rencana akuisisi pesawat AEW&C sejatinya telah tertuang dalam MEF (Minimum Essential Force) II 2015-2019. Lain dengan Indonesia yang masih berencana untuk punya, maka lain halnya dengan Australia, negara benua di selatan Indonesia ini malahan sudah mencanangkan untuk mengganti Boeing E-7A Wedgetail AWACS (Airborne Early Warning and Control System). (more…)

Meski sempat dibuat patah hati, lantaran batal mendapatkan radar EL/W-2090 Phalcon dari Israel, rupanya tak menyurutkan langkah Cina untuk mengembangkan beragam varian pesawat intai bergenre AEW&C (Airborne Early Warning & Control). Setelah kabar terbaru yang menyebut pesawat AEW&C untuk pengoperasian dari kapal induk, Xian KJ-600 telah terbang perdana, maka ad kabar baru lagi seputar pesawat AEW&C, dimana pesawat AEW&C milik Cina dikabarkan telah mempunyai kemampuan air refueling. (more…)

AL Cina menyadari sepenuhnya, bahwa untuk mendongkrak kemampuan armada jet tempur dari kapal induk, sangat diperlukan pesawat intai Airborne Early Warning and Control (AEW&C). Tanpa adanya pesawat AEW&C, maka kemampuan deteksi dan peringatan dini bagi unsur kapal induk menjadi begitu rentan dan terbatas. Dalam proyek serba cepat, kabarnya prototipe Xian KJ-600 kini telah terbang perdana. Namun, untuk bisa beroperasi dari kapal induk, faktanya masih butuh waktu panjang, mengingat KJ-600 tidak dapat lepas landas dengan teknik ski jump. (more…)

Dalam mendukung operasi militernya, Cina sejak telah menguasai teknologi pesawat intai Airborne Early Warning and Control (AEW&C) dengan model antena rotodeome dan antena tegak. Namun apa yang tersaji saat ini adalah pesawat AEW&C untuk kebutuhan angkatan udara, sementara AL Cina yang kini telah mengoperasikan dua kapal induk, sejauh ini belum mendapatkan berkah kemampuan pesawat AEW&C. (more…)

Dengan teritori yang begitu terbatas, bagi Singapura tak ada pilihan selain menerapkan strategi defensif aktif dalam menggelar sistem pertahanan udara. Setiap ancaman harus sebisa mungkin dinetralisir sebelum menjangkau ruang udara Negeri Pulau tersebut. Strategi pertahanan yang boleh dibilang mirip dengan Israel, yang ‘kebetulan’ juga berstatus sebagai mitra erat industri militer Singapura. (more…)

Bisa dibilang Boeing adalah manufaktur pesawat yang beruntung, di segmen pesawat komersial, Ia masih jadi raja. Mengandalkan basis pesawat komersial, Boeing juga sukses menelurkan beberapa pesawat intai maritim dan pesawat AEW&C (Airborne Early Warning and Control System) yang paling laris di dunia. TNI AU pun sampai saat ini masih setia menggunakan Boeing 737 200 yang dilengkapi radar SLAMMR (Side Looking Airborne Modular Multi Mission Radar) buatan Motorola untuk meronda lautan NKRI.
(more…)