Ditenagai Mesin dan “Otak” Baru, Angkatan Udata Rusia Terima Batch Jet Tempur Stealth Su-57 Felon

United Aircraft Corporation (UAC), di bawah naungan Rostec, kembali menyerahkan batch baru jet tempur siluman generasi kelima Sukhoi Su-57 Felon kepada Angkatan Udara Rusia (VKS). Pesawat tempur utama Moskow ini dikirimkan dalam apa yang diistilahkan oleh pihak manufaktur sebagai “konfigurasi teknis baru” (new technical configuration).
Baca juga: Angkatan Udara Rusia Terima Batch Terbaru Su-57 dengan ‘Konfigurasi Teknis Baru’
Varian anyar tersebut menghadirkan pembaruan mendalam pada sistem avionik onboard serta perluasan opsi sistem persenjataan udara yang lebih modern untuk menunjang berbagai misi tempur intensitas tinggi.
Meskipun Rostec tidak merincikan jumlah pasti unit yang diserahterimakan pada batch kali ini, seluruh unit Su-57 telah melalui serangkaian uji pabrik secara penuh sebelum akhirnya dievaluasi langsung oleh pilot militer di berbagai kondisi operasional.
Istilah konfigurasi teknis baru ini sebelumnya juga digunakan pada pengiriman Su-57 pada Februari lalu, yang dilaporkan mencakup pembaruan pada tampilan Heads-Up Display (HUD) pilot, tata letak lampu formasi baru, serta penambahan sensor inframerah (infrared sensors) yang terintegrasi langsung ke sistem penargetan pesawat.
Russia’s United Aircraft Corporation (UAC) has delivered a new batch of 5th-generation Su-57 multirole fighters to the Russian Aerospace Forces (VKS).
The exact number of aircraft has not been officially disclosed, but the batch is believed to include two to four fighters. pic.twitter.com/RYxDcwYK7I
— OSINTWarfare (@OSINTWarfare) September 24, 2026
Dari pengembangan jangka panjang, UAC telah melakukan uji terbang Su-57 menggunakan mesin baru berkode Izdeliye 177 yang sanggup menghasilkan daya dorong afterburner hingga 16.000 kg (35.000 pon). Pengujian mesin ini menjadi batu loncatan penting menuju varian yang lebih canggih, yaitu Su-57M, yang nantinya akan ditenagai mesin Izdeliye 30 (AL-51F1) yang jauh lebih bertenaga.
Menurut Direktur Jenderal UAC, Vadim Badeha, pemenuhan pesanan pertahanan negara untuk pasokan pesawat taktis ini menjadi prioritas utama industri, di mana para spesialis terus mengoptimalkan proses produksi untuk menjaga laju manufaktur sesuai target Kementerian Pertahanan Rusia.
1/UAC delivered a batch of new production Su-57 multirole fighters to the Russian MoD (specifically, to the VKS). Presumably, this is the second Su-57 batch delivered in 2026. The number of aircraft in this batch is not specified; photos & video released by UAC show at least two. pic.twitter.com/t67uspjyLz
— Guy Plopsky (@GuyPlopsky) September 24, 2026
Hingga tahun 2026, Rostec mencatat bahwa total produksi Su-57 telah melampaui angka 44 unit, yang mencakup kombinasi prototipe uji coba awal (seperti T-50) serta armada siap tempur (combat-ready). Namun, untuk kekuatan armada aktif di garis depan VKS saat ini, diperkirakan terdapat sekitar 30 hingga 32 unit Su-57 standar produksi serial yang beroperasi secara efektif. Kebutuhan alokasi unit ini dibagi antara pengujian sistem senjata baru serta pengerahan terbatas dalam operasi militer khusus (special military operation).
Proses manufaktur Su-57 dipusatkan di Fasilitas Penerbangan Komsomolsk-on-Amur (KnAAZ) di wilayah timur jauh Rusia. Melalui modernisasi jalur perakitan besar-besaran, perluasan bengkel komposit, dan penyediaan fasilitas uji avionik baru, KnAAZ diperkirakan memiliki kapasitas produksi rata-rata sekitar 7 hingga 10 unit Su-57 per tahun.
Meski demikian, rantai pasok industri pertahanan Rusia menghadapi tantangan besar dalam mempercepat laju output harian akibat sanksi komponen elektronik barat, sehingga fokus pengembangannya diprioritaskan pada peningkatan kualitas perangkat lunak serta integrasi mesin Izdeliye 30 untuk mencapai kemampuan supercruise penuh pada produksi serial mendatang. (Gilang Perdana)


