
Intensitas perang elektronik (Electronic Warfare/EW) yang semakin masif di wilayah konflik mendorong pengembang teknologi militer untuk menciptakan sistem navigasi mandiri tanpa ketergantungan pada sinyal satelit. Perusahaan asal Rusia, Ploshchad, dilaporkan berhasil mengembangkan sistem navigasi otonom baru untuk pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) yang mengadopsi prinsip navigasi ala helikopter Ingenuity milik NASA saat beroperasi di Planet Mars. (more…)

Penggunaan material komposit dalam manufaktur drone (unmanned systems) memasuki babak baru yang memanfaatkan kekayaan alam bumi. Voltage Vessels, sebuah perusahaan teknologi asal Maui, Hawaii, berhasil menguji coba drone fixed-wing dan drone permukaan air yang dicetak 3D (3D printed) menggunakan bahan komposit berbasis batuan vulkanik pada latihan militer multinasional Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026. (more…)

Gaya memamerkan alutsista musuh yang berhasil ditangkap atau dilumpuhkan dalam pertempuran kini tidak hanya menjadi ciri khas Rusia saat memajang tank dan kendaraan tempur Ukraina di ruang publik. Pihak Iran melancarkan strategi komparabel, namun dengan pendekatan yang jauh lebih tertutup. (more…)

Langit Cibubur, Jakarta Timur, menjadi saksi momen bersejarah dalam dinamika teknologi pertahanan nasional saat drone (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) intai legendaris asal Rusia, Orlan-10E, resmi mengudara untuk pertama kalinya di Indonesia pada Rabu, 29 Juli 2026. (more…)

Kementerian Pertahanan Inggris secara resmi mengumumkan investasi besar senilai hingga 400 juta poundsterling untuk melengkapi Angkatan Darat Inggris (British Army) dengan teknologi drone pengintai generasi terbaru. Dalam keputusan strategis ini, pemerintah Inggris memilih sistem drone Tekever AR5 untuk menggantikan armada drone pengintai legendaris, Watchkeeper WK450, yang telah beroperasi sejak tahun 2014 dan kini memasuki akhir masa pakainya. (more…)

Dunia maya baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah rekaman video yang beredar luas di platform X, mendemonstrasikan pencapaian teknologi militer terbaru dari Cina berupa sistem ketapel elektromagnetik (Electromagnetic Aircraft Launch System atau EMALS) modular yang secara cerdas diintegrasikan pada rangkaian kendaraan truk berat. (more…)

Pemerintah Taiwan secara resmi mengumumkan inisiatif pertahanan udara dan laut yang sangat ambisius senilai 5,6 miliyar euro atau setara dengan 6,6 miliyar dolar AS. Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah dengan nilai kurs saat ini yang menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS, total anggaran fantastis tersebut mencapai tidak kurang dari Rp118,8 triliun. (more…)

Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA) terus memperluas portofolio pesawat tanpa awak (UAV) dengan mengembangkan drone bionik yang meniru anatomi dan kepakan sayap burung elang. Langkah ini menegaskan ketertarikan mendalam Beijing terhadap platform ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) berbasis biomimetik yang mampu menyusup tanpa terdeteksi menggunakan kamuflase alamiah. (more…)

Airbus secara resmi mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan manufaktur berat dan pertahanan terkemuka asal Jepang, Kawasaki Heavy Industries. Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak akan menganalisis dan mengeksplorasi peluang pengembangan varian anti kapal selam (Anti-Submarine Warfare/ASW) dari U950 Eurodrone, yakni sistem pesawat tanpa awak (drone) jarak jauh dengan efisiensi tinggi (Remotely Piloted Aircraft System/RPAS) pertama di Eropa. (more…)

Doktrin pertempuran masa depan yang mengintegrasi teknologi nirawak (unmanned systems) terus diakselerasi oleh Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army). Menjawab tantangan medan laga modern yang sarat dengan peperangan elektronika (electronic warfare), US Army resmi menggandeng perusahaan teknologi pertahanan Palladyne AI untuk menguji coba dua inovasi radikal, yaitu perangkat lunak pengendali kawanan drone (drone swarm) berbasis kecerdasan buatan dan drone intai-serang yang dapat digunakan kembali (reusable loitering munition). (more…)