Airbus dan Kawasaki Jajaki Pengembangan U950 Eurodrone Varian Anti Kapal Selam untuk Jepang

Airbus secara resmi mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan manufaktur berat dan pertahanan terkemuka asal Jepang, Kawasaki Heavy Industries. Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak akan menganalisis dan mengeksplorasi peluang pengembangan varian anti kapal selam (Anti-Submarine Warfare/ASW) dari U950 Eurodrone, yakni sistem pesawat tanpa awak (drone) jarak jauh dengan efisiensi tinggi (Remotely Piloted Aircraft System/RPAS) pertama di Eropa.
Baca juga: Drone MQ-9A Reaper Dipasangi Perangkat Jammer Angry Kitten ALQ-167 ECM Pod
Langkah ini menandai kemajuan signifikan bagi Tokyo dalam upaya modernisasi kekuatan pengawasan maritimnya. Jepang sendiri bukan merupakan pihak baru dalam proyek ini, negara Sakura tersebut telah memegang status sebagai pengamat resmi (observer status) dalam program pengembangan Eurodrone sejak tahun 2023. Keterlibatan aktif Jepang mencerminkan tingginya urgensi kebutuhan armada pertahanan udara yang mampu beroperasi dalam durasi panjang di atas wilayah perairan yang luas.
Secara geografis, Jepang merupakan negara kepulauan yang berbatasan langsung dengan perairan strategis dan dinamis di kawasan Asia Timur. Kebutuhan untuk memantau kawasan maritim berskala besar menjadi prioritas mutlak bagi Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF). Eurodrone dinilai menjadi jawaban yang paling ideal berkat karakteristik rancangannya yang mengungguli para kompetitor terdekat di kelasnya, terutama dalam hal ketahanan terbang di udara (flight endurance) serta kapasitas muatan misi yang masif.
Berbeda dengan platform pengintai udara tanpa awak konvensional, Eurodrone varian maritim dikonfigurasi untuk dapat membawa persenjataan dan perangkat sensor taktis berat. Eurodrone dirancang mampu meluncurkan sonobuoy (pelampung sonar pelacak kapal selam) serta membawa torpedo ringan secara mandiri guna menetralisir ancaman di bawah permukaan air.
Heavy UAV ‘Eurodrone’ 🇩🇪🇪🇸🇫🇷🇮🇹
– Weight: 2.3 t payload
– Endurance: 40 h
– Missions: ISR / Combat, Navy operations pic.twitter.com/rwk0oUKXuA— DefenseTrends (@DefenseTrends) January 25, 2026
Kehadiran pesawat tanpa awak ini diproyeksikan untuk melengkapi dan memperkuat armada pesawat patroli maritim berawak yang dioperasikan Jepang saat ini, sehingga menciptakan jaringan pertahanan maritim yang lebih efisien, berdaulat, dan berkelanjutan.
Dalam fase berikutnya, Airbus akan segera menggelar diskusi intensif dan teknis dengan Kawasaki Heavy Industries untuk menyusun peta jalan komersialisasi serta desain fisik dari varian maritim ini. Agenda utama pembicaraan tersebut mencakup penentuan konfigurasi final pesawat, integrasi sistem sensor canggih, serta adopsi alat penyerang (effectors) yang diproduksi secara lokal oleh industri domestik Jepang.
Meet our #Eurodrone – Europe’s newest, biggest, and smartest Remotely Piloted Aircraft System! Built right here to keep our skies safe and secure, while strengthening European sovereignty. It hauls a massive 2.3 tonnes (that’s like two small cars!) of high-tech gear. Perfect for… pic.twitter.com/QntmzeKEp5
— Airbus Defence (@AirbusDefence) July 29, 2025
Kerja sama ini juga menggarisbawahi pembagian porsi kerja (workshare) yang signifikan bagi industri pertahanan dalam negeri Jepang, baik pada tahap produksi komponen maupun fase pemeliharaan jangka panjang (sustainment). Skema ini sengaja dirancang demi menjamin kedaulatan penuh bagi Jepang. Dengan demikian, Tokyo dipastikan dapat mengoperasikan armada U950 Eurodrone secara mandiri tanpa adanya restriksi politis maupun teknis dari pihak luar di masa depan, sekiranya pemerintah Jepang memutuskan untuk mengadopsi sistem RPAS ini.
Kolaborasi terfokus ini tidak hanya memberikan suntikan teknologi dan perluasan pasar bagi program Eurodrone, tetapi juga memperdalam kerangka kerja strategis dari inisiatif pertahanan bersama antara negara-negara Eropa dan Jepang. Lebih jauh lagi, data teknis serta wawasan operasional yang didapatkan dari pengembangan varian khusus Jepang ini diproyeksikan akan memberikan keuntungan logistik yang sangat bernilai bagi pengembangan varian Eurodrone versi Angkatan Laut Eropa di masa mendatang.
Ironi Drone SIRTAP Spanyol: Sukses Raih Progres, Tegaskan Lambannya Eropa Membangun UCAV Lokal
France is nearing a withdrawal from the €7.1 billion Eurodrone project, judging it oversized, costly, and ill-suited for high-intensity combat, Challenges reports. Paris is in talks with Germany, Italy, and Spain, which want to press ahead, though without France the program… pic.twitter.com/B5ojS9bWDV
— Polymarket Intel (@PolymarketIntel) February 12, 2026
Platform Kolaboratif Empat Negara Eropa
Sebagai program multinasional, Eurodrone dikembangkan bersama oleh empat negara pilar pertahanan Eropa, yakni Jerman, Perancis, Italia, dan Spanyol. Manajemen proyek ini berada di bawah kendali penuh Organisasi Kerja Sama Persenjataan Bersama (OCCAR). Saat ini, selain Jepang, India juga tercatat sebagai negara pengamat dalam program pengembangan teknologi strategis ini. Eurodrone dijadwalkan untuk melaksanakan penerbangan perdana (first flight) pada tahun 2029.
Fleksibilitas misi dan daya angkut yang besar menjadikan Eurodrone sebagai lompatan teknologi penting dalam doktrin pertahanan modern. Kemampuannya untuk beroperasi dengan aman di atas laut lepas serta menyatu dengan koridor penerbangan sipil memastikan bahwa platform ini tidak hanya andal dalam skenario pertempuran, melainkan juga sangat efektif dalam misi patroli kedaulatan sehari-hari. (Bayu Pamungkas)
Spesifikasi Taktis U950 Eurodrone:
-Kapasitas Payload: Hingga 2,3 Ton (tidak termasuk berat bahan bakar).
– Durasi Terbang: Mampu mengudara secara nonstop hingga 40 Jam.
– Cakupan Misi: Intelijen Udara, Pengawasan, Akuisisi Target, Pengintaian (ISTAR), Peringatan Dini (Early Warning), Intelijen Sinyal (SIGINT), Patroli Maritim, dan Anti-Kapal Selam (ASW).
– Sistem Integrasi: Terintegrasi penuh dalam ruang udara sipil berkat standar keselamatan dan tingkat redundansi sistem yang tinggi.
General Atomics Perluas Kemampuan MQ-9B SeaGuardian Dalam Misi Anti Kapal Selam


