Nama Kalashnikov Group selama ini begitu identik dengan dominasi di industri pertahanan darat dan udara lewat legiun senapan serbu legendaris, amunisi, hingga drone mutakhir. Namun, raksasa industri pertahanan asal Rusia ini membuktikan bahwa jangkauan manufakturnya jauh melampaui medan pertempuran konvensional. (more…)
Para ilmuwan Cina kembali membuat terobosan besar dalam teknologi peperangan bawah laut (underwater warfare). Berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh South China Morning Post (SCMP), tim peneliti berhasil mengembangkan sensor magnetik Hall-effect berukuran ultra-kompak—bahkan setara ukuran debu—yang secara teoritis mampu mendeteksi keberadaan kapal selam berbadan baja (steel-hulled submarine) dari jarak hingga 500 meter. (more…)
Insiden serius menimpa armada Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) di kawasan perairan yang bereskalasi tinggi. Kapal perusak berpeluru kendali Arleigh Burke class, USS Benfold (DDG-65), dilaporkan sempat terombang-ambing tanpa daya (blackout) selama empat hari di Laut Cina Selatan akibat kegagalan sistem kelistrikan dan mesin (engineering casualty). (more…)
Tekanan mental dan tingginya beban operasional yang dialami para prajurit di atas kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72)—yang sebelumnya sempat diwarnai rentetan insiden tentara melompat ke laut lepas—kini berpotensi makin memburuk akibat krisis logistik. (more…)
Langkah Taipei mengonversi 12 unit kapal patroli Penjaga Pantai Taiwan (Taiwan Coast Guard) kelas Anping (Anping class) menjadi kekuatan cadangan angkatan laut (naval reserve force) terus memicu perdebatan hangat di kalangan analis militer global. Konsep pengubahan fungsi dari moda patroli pengawasan maritim di masa damai menjadi platform peluncur rudal anti-kapal di masa perang ini dirancang untuk menebalkan pertahanan asimetris Taipei. (more…)
Presiden Donald Trump secara resmi menginstruksikan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) untuk menghentikan penggunaan sistem peluncuran pesawat udara berbasis elektromagnetik atau Electromagnetic Aircraft Launch System (EMALS) pada kapal induk Gerald R. Ford class. (more…)
CNS Honghe (523) dengan latar KRI I Gusti Ngurah Rai 332.
Kegiatan latihan lintas laut (passage exercise atau passex) yang melibatkan KRI I Gusti Ngurah Rai 332 milik TNI AL dengan armada Angkatan Laut Cina (PLAN) di perairan Pasifik Barat, tepatnya di sebelah timur Taiwan, telah menarik perhatian publik internasional. Kehadiran unsur tempur permukaan PLAN dalam latihan bersama KRI I Gusti Ngurah Rai 332 ini diwakili oleh CNS Honghe (523), sebuah fregat berpeluru kendali (guided-missile frigate) modern dari Type 054A (kode NATO: Jiangkai II-class). (more…)
Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) terus mengakselerasi peningkatkan kapasitas tempur bawah lautnya melalui pengembangan teknologi otonom berbiaya terjangkau. Langkah ini menjadi strategi krusial di tengah wacana ekspansi armada kapal perang utama berawak yang berbiaya sangat tinggi. (more…)
Di balik demonstrasi kekuatan (power projection) Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) di perairan Timur Tengah, sebuah krisis kemanusiaan yang sunyi membayang di balik dinding baja kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72). Berlayar selama lebih dari delapan bulan tanpa kepastian tanggal pulang, beban tekanan mental ekstrem dilaporkan mulai meretakkan ketahanan psikologis para prajurit di atas kapal perang raksasa berbobot 100.000 ton tersebut. (more…)
KRI I Gusti Ngurah Rai 332 bersama INS Sahyadri (F49) di perariran selatan Pulau Jawa, Samudra Hindia. (Foto: Dispen Koarmada II)
Nama Passing Exercise (Passex) kembali menjadi sorotan publik menyusul dinamika pergerakan kapal perang TNI AL, fregat KRI I Gusti Ngurah Rai 332, yang melintas di perairan sebelah timur Taiwan bersama armada Angkatan Laut Cina. Latihan yang direncanakan di kawasan hotspot Pasifik tersebut dipastikan oleh pihak terkait sebagai bentuk latihan navigasi dan komunikasi dasar, bukan skenario latihan tempur garis depan. (more…)