AL Australia Pilih Rheinmetall MASS untuk Sistem Proteksi Anti Rudal di Kapal Perang

Bila sebagian kapal kombatan TNI AL mengadopsi sistem anti rudal produksi Terma dari Denmark, maka tetangga di selatan Indonesia juga menerapkan teknologi anti rudal yang serupa. Namun, Angkatan Laut Australia memilih solusi dari Rheinmetall, Jerman, guna memberikan proteksi armada kapal perangnya dari rudal anti kapal dan rudal berpemandu laser.
Baca juga: Terma SKWS DLT-12T: Perisai Serangan Rudal Anti Kapal di Korvet SIGMA Class TNI AL
Persisnya Rheinmetall belum lama ini mewartakan telah mendapatkan kontrak terbesarnya untuk sistem proteksi di kapal perang, yakni dengan memasok Multi Ammunition Softkill System (MASS) untuk kapal perang AL Australia (RAN). Dikutip dari siaran pers Rheinmetall, manufaktur asal Negeri Bavaria itu mengatakan akan memasok MASS untuk frigat ANZAC class (10 unit) dan destroyer Hobart class (3 unit).
Sistem pertama akan dikirimkan pada akhir tahun 2023, dengan kemampuan operasional penuh yang dicapai pada tahun 2027. Ini adalah pesanan terbesa Rheinmetall untuk teknologi perlindungan kapal, yakni dengan meraih kontrak €125 juta. Total volume penjualan berpotensi mencapai Aus$1 miliar (sekitar €610 juta), karena kontrak mencakup opsi untuk melengkapi seluruh armada Australia.

Sebagai syarat pengadaan, sistem MASS yang dipesan oleh Angkatan Laut Australia akan dirakit di Rheinmetall Defense Australia untuk kendaraan militer. Ini akan menghasilkan kemungkinan baru untuk memperluas rantai pasokan di Australia. MASS menawarkan mitra potensial di sektor pertahanan Australia kesempatan untuk bekerja sama dengan Rheinmetall dan Angkatan Laut Australia dalam mewujudkan kemampuan pertahanan dan membuka kesempatan lapangan pekerjaan di dalam negeri.
Multi Ammunition Softkill System (MASS) melindungi kapal perang permukaan dari berbagai ancaman dari rudal anti kapal dan senjata yang dipandu laser – di laut lepas, di perairan pesisir, dan di sungai. MASS menawarkan perlindungan unik terhadap peluru kendali yang dilengkapi sensor modern di semua relevan panjang gelombang spektrum elektromagnetik yang relevan, seperti ultraviolet, elektro-optik, laser, inframerah dan radar.

MASS dapat dipasang di kapal dengan berbagai ukuran dan mudah diintegrasikan ke dalam sistem komando dan persenjataan kapal yang ada atau beroperasi sebagai sistem yang berdiri sendiri.
Dalam versi standar, sistem MASS terdiri dari hingga enam peluncur, yang masing-masing dapat menembakkan hingga 32 Omni Trap decoy munition.
Australia menjadi negara ke-16 yang mengoperasikan sistem MASS. Sebelumnya MASS telah diadopsi Jerman, Kanada, Pakistan, Finlandia, Selandia Baru, Norwegia, Oman, Swedia, Uni Emirat Arab, Peru dan Korea Selatan. (Gilang Perdana)
Related Posts
-
Misterius, Suatu Negara di Asia Lakukan Upgrade F-5 Tiger dari Perusahaan Israel
18 Comments | Oct 27, 2014 -
Pangkas Birokrasi Intelijen, Pasukan Khusus AS Kini Bisa Perintahkan Satelit Langsung dari Smartphone Android
No Comments | May 15, 2026 -
Pasukan Infanteri Rusia Uji Coba ‘Solist’: Amunisi Hibrida yang Gabungkan Fungsi Roket dan Drone Kamikaze PFV
No Comments | Feb 11, 2025 -
Destroyer Kolkata Class AL India Luncurkan Rudal Anti Kapal Brahmos di Laut Arab
16 Comments | Mar 6, 2023



idealnya sistem decoy seperti flare dan chaff atau yang lain sudah bisa didapatkan secara lokal. di indonesia apa sudah ada ya?. permintaannya tinggi, jadi kemungkinan ruginya kecil