Batalyon Armed 22 TNI AD Sukses Uji Tembak Roket Presisi TRG-122 pada Sistem Rudal Balistik ITBM

Satuan Artileri Medan (Armed) TNI AD melalui Batalyon Armed 22/Kesumawira sukses menggelar uji tembak amunisi tajam (live-fire test) menggunakan roket berpandu presisi TRG-122 buatan pabrikan alutsista asal Turki, Roketsan.
Baca juga: Roketsan Bora – Rudal Balistik Produksi Turki, Dilibatkan dalam Perang di Suriah
Pengujian yang berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026 ini merupakan bagian penting dari proses pengadaan serta penguatan sistem MLRS Indonesia Tactical Ballistic Missile (ITBM)—identitas resmi yang disematkan untuk sistem peluncur rudal balistik taktis dan roket multikaliber KHAN yang kini resmi dioperasikan TNI AD.
Berdasarkan rilis resmi Yonarmed 22/Kesumawira, rangkaian kegiatan diawali dengan prosedur pilot shoot dan dilanjutkan dengan penembakan tiga unit roket TRG-122. Momen krusial ini disaksikan langsung oleh Danpussenarmed, Kasdam VI/Mulawarman, pejabat Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, Mabesad, unsur Forkopimda Kabupaten Kutai Kartanegara, serta tokoh masyarakat setempat.
Sebagai wujud kesiapan operasional dan profesionalisme prajurit, penembakan langsung juga dilakukan oleh Danpussenarmed, Kasdam VI/Mulawarman, dan Danyonarmed 22/Kesumawira. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kemajuan teknologi alutsista dengan akurasi tembakan tinggi dan daya hancur signifikan, tetapi juga menegaskan peran ITBM sebagai alutsista strategis yang berpotensi menjadi game changer dalam doktrin peperangan modern.
InstagramYONARMED 22/KESUMAWIRADari spesifikasi teknis, TRG-122 merupakan roket terpandu kaliber 122 mm yang dirancang khusus oleh Roketsan untuk menghancurkan sasaran bernilai tinggi (high-value targets) di area darat. Mengusung sistem pemandu ganda berbasis GPS/INS (Global Positioning System / Inertial Navigation System), roket berbobot total 85 kg ini mampu menjangkau sasaran hingga jarak 30 kilometer dengan Circular Error Probable (CEP) di bawah 10 meter.
Dilengkapi hulu ledak high explosive (HE) atau steel ball berbobot 18,4 kg serta kemudi aerodinamis kanard di bagian hidung, TRG-122 mampu melakukan koreksi lintasan secara real-time untuk menghancurkan pos komando, instalasi radar, hingga posisi artileri musuh secara presisi.

Jika dibandingkan dengan roket kaliber 122 mm konvensional yang juga dioperasikan TNI—seperti R-HAN 122B buatan dalam negeri maupun amunisi unguided pada MLRS RM-70 Vampire Korps Marinir TNI AL, maka TRG-122 menawarkan lompatan taktis yang besar.
Bila RM-70 Vampire mengandalkan doktrin area saturation (penjenuhan area) melalui rentetan salvo roket, maka TRG-122 pada sistem ITBM bertindak layaknya artillery missile berbasis point strike. Satu roket presisi TRG-122 mampu mengeliminasi sasaran spesifik secara efektif, efisien, serta meminimalkan potensi kerusakan kolateral di sekitar area target.
Terkait konfigurasi penggelaran oleh Armed TNI AD, sistem kendaraan peluncur ITBM mengandalkan peluncur berbasis pod modular (modular pod launcher). Dalam uji coba pada 20 Oktober lalu, kendaraan peluncur tampak difungsikan dengan mengusung satu modul pod berisi 20 tabung peluncur roket TRG-122.
Meski demikian, platform truk peluncur ITBM secara penuh memiliki fleksibilitas untuk membawa dua modul pod berdampingan di bagian belakang armada. Hal ini memungkinkan kendaraan peluncur mengusung hingga total 40 tabung peluncur roket TRG-122 sekaligus—menyamai kapasitas salvo penuh RM-70 Vampire namun dengan tingkat akurasi presisi tinggi. (Gilang Perdana)



