Atasi Keterbatasan Radar Darat, IAI Hadirkan Balon Udara Terikat POINT@AIR Berteknologi AESA di AUSA 2026

Pemanfaatan balon udara terikat (tethered aerostat) sebagai wahana radar pemantau sejatinya telah lazim digunakan oleh berbagai kekuatan militer dunia, termasuk sistem radar ELM-2083 buatan Israel Aerospace Industries (IAI) yang sebelumnya telah digelar di Singapura, Arab Saudi, hingga jaringan pertahanan udara Israel sendiri.
Baca juga: Aerostat AKV-05: Balon Udara Pengawal Perbatasan Rusia dengan Kecerdasan Buatan
Namun, dalam pameran pertahanan tahunan Association of the U.S. Army (AUSA 2026) di Washington, IAI memperkenalkan terobosan baru bernama POINT@AIR. Berbeda dari pendahulunya yang berukuran raksasa dan membutuhkan infrastruktur pangkalan tetap, POINT@AIR memadukan platform balon udara terikat berukuran ringkas dengan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) yang dirancang khusus agar dapat dipindahkan (mobile) secara cepat bersama pasukan darat tanpa tergantung fasilitas permanen.
Penggunaan radar AESA pada wahana aerostat memang bukan hal baru, mengingat sistem terdahulu seperti ELM-2083 juga telah mengadopsi teknologi radar AESA berbasis pita frekuensi L-band untuk pemantauan udara jarak jauh. Perbedaan mendasar pada POINT@AIR terletak pada miniaturisasi dan efisiensi platformnya.
Jika balon udara terikat pendahulu di Singapura atau Arab Saudi difokuskan sebagai pos pengintai strategis stasioner untuk mendeteksi ancaman rudal jelajah dan pesawat tempur dari jarak sangat jauh, POINT@AIR justru diciptakan untuk membawa ketangguhan radar AESA tersebut langsung ke garis depan pertempuran (tactical level) guna mengantisipasi ancaman drone taktis, amunisi loitering, dan target terbang rendah yang memanfaatkan celah topografi bumi.
NEW: Israel Aerospace Industries is set to unveil POINT@AIR at AUSA, a compact airborne radar system designed to detect low flying threats earlier and provide continuous surveillance. Mounted on a mobile aerostat, it requires no permanent infrastructure. https://t.co/XzMXZYX3bt
— Open Source Intel (@Osint613) October 11, 2026
IAI Elta Systems has introduced Point@Air, an Israeli-developed mobile airborne radar designed to eliminate terrain blind spots. Operating above the landscape, it tracks low-altitude, low-signature drones and cruise missiles to provide early warning tracking. https://t.co/8gop3WpCaf
— Israel Military Channel (@IsraelMilitaryC) October 11, 2026
Secara mekanis, radar AESA pada POINT@AIR mengombinasikan pemindaian gelombang elektronik (electronic beam steering) dua arah dengan rotasi mekanis 360 derajat. Kombinasi ini memberikan kewaspadaan situasional tanpa henti bagi komando lapangan untuk mendeteksi, mengidentifikasi, serta memprioritaskan beragam target simultan di udara, darat, maupun laut, yang kemudian datanya dikirimkan secara real-time ke sistem komando dan kontrol (C2).
Keunggulan utama mengangkat radar AESA ke udara melalui balon udara terikat ini adalah kemampuannya mengatasi hambatan sudut pandang radar darat (line-of-sight) yang kerap terhalang oleh perbukitan, gedung-gedung tinggi, maupun lengkungan permukaan bumi.
Anak perusahaan IAI, ELTA Systems, menegaskan bahwa pengembangan POINT@AIR bukanlah sekadar memperkecil ukuran radar yang sudah ada, melainkan merancang ulang konsep pertahanan berbasis aerostat agar lebih taktis dan responsif terhadap dinamika ancaman medan tempur modern.
Meski IAI belum membeberkan detail teknis seperti jangkauan spesifik, batas ketinggian operasional, maupun identitas pembeli perdana, kehadiran POINT@AIR menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan sistem pengintai udara tingkat rendah yang fleksibel, cepat digelar, dan mampu memberikan jeda waktu respons lebih awal bagi pasukan darat dalam menghadapi gelombang serangan wahana nirawak. (Bayu Pamungkas)


