
Sebagai aset militer berharga tinggi dan alutsista strategis utama, kapal induk tak pelak selalu menjadi ‘magnet’ utama bagi berbagai jenis amunisi lawan. Menghadapi ancaman perang asimetris modern yang kian didominasi oleh penggunaan drone pengintai maupun drone kamikaze berbiaya murah, Angkatan Laut Perancis (Marine Nationale) kini mengupayakan inovasi pertahanan udara berbasis energi terarah (directed-energy weapon). (more…)

Pemanfaatan balon udara terikat (tethered aerostat) sebagai wahana radar pemantau sejatinya telah lazim digunakan oleh berbagai kekuatan militer dunia, termasuk sistem radar ELM-2083 buatan Israel Aerospace Industries (IAI) yang sebelumnya telah digelar di Singapura, Arab Saudi, hingga jaringan pertahanan udara Israel sendiri. (more…)

Aselsan dari Turki secara resmi mendemonstrasikan keandalan sistem penangkal drone (counter-drone system) terbarunya yang diberi nama Gokalp. Bertempat di Pangkalan Teknologi Aselsan Ogulbey di Ankara, demonstrasi tersebut berhasil menampilkan kemampuan sistem Gokalp dalam mendeteksi, mengacak, hingga merusak dan menghancurkan drone lawan di udara secara otonom. (more…)

Di tengah restriksi ketat dan narasi ancaman keamanan nasional yang digaungkan Washington, Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) justru mengambil langkah pragmatis yang memicu sorotan. Skuadron Operasi Keamanan Rudal ke-90 (90th Missile Security Operations Squadron) yang bertugas mengamankan pangkalan rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile/ICBM) Minuteman III di F.E. Warren Air Force Base, Wyoming, mengajukan pengadaan unit drone komersial buatan perusahaan asal Cina, SZ DJI Technology Co., Ltd. (more…)

Pameran pertahanan bergengsi Eurosatory 2026 yang berlangsung di Perancis menjadi saksi bisu lahirnya evolusi terbaru salah satu kendaraan taktis (Rantis) paling legendaris di dunia. Thales Australia secara resmi meluncurkan rantis Bushmaster generasi terbaru yang dinamakan Bushmaster 5.6 atau varian Mulga utility. (more…)

Pasukan Rusia telah menjadi bulan-bulanan dari aksi serangan gerilya drone di Suriah dan konflik perbatasan dengan Ukraina. Meski telah memiliki perangkat anti drone, pada kenyataan tak mudah untuk ‘melawan’ kehadiran drone dengan ukuran mini yang dapat dengan mudah disulap menjadi drone kamikaze. Berangkat dari keprihatinan di atas, teknologi Counter-Unmanned Aircraft System (CUAS) terus dikembangkan, salah satunya dengan dicetukannya konsep Novel counter-drone. (more…)