Bukan Sekadar Dirakit, Kawasaki CH-47J Chinook Adalah Helikopter Angkut Berat Berdarah Jepang

Kehadiran kapal pendarat JS Kunisaki (LST-4003) milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) dalam mendukung misi kemanusiaan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat menyita perhatian publik pertahanan. Dari atas geladak kapal tersebut, tiga unit helikopter angkut berat berkipas ganda (tandem rotor) CH-47 Chinook disiagakan untuk mengangkut bantuan dan sarana pemadam.
Namun, ada detail unik yang membedakannya dari armada Chinook standar buatan Amerika Serikat, yakni emblem manufaktur resmi yang tertera pada lambungnya menyertakan nama Kawasaki Heavy Industries (KHI). Helikopter ini merupakan varian khusus berstatus produksi lisensi yang diberi kode CH-47J dan varian jelajah jarak jauh CH-47JA.
Kerja sama produksi ini berakar dari lisensi resmi yang didapatkan Kawasaki dari Boeing Vertol sejak tahun 1984. Meski lisensi awal dimulai dengan perakitan komponen knock-down (KD) dari AS untuk lima unit pertama, Kawasaki secara bertahap melakukan proses lokalisasi manufaktur dan alih teknologi secara masif.
Jadi, CH-47J bukan sekadar barang yang dirakit ulang di Jepang, melainkan diproduksi secara lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Jepang yang mencapai lebih dari 60 hingga 70 persen pada komponen-komponen utama. Industri pertahanan domestik Jepang mengambil alih fabrikasi struktur fuselage (badan pesawat), sistem roda pendarat (landing gear), serta integrasi sistem avionik penerbangan.
Sektor pendorong helikopter ini juga mencerminkan tingkat kemandirian industri Jepang yang tinggi. Mesin turboshaft ganda Honeywell T55-K-712 yang menjadi jantung penggerak CH-47J dibuat di bawah lisensi resmi oleh Ishikawajima-Harima Heavy Industries (IHI Corporation) di Jepang.
Jepang tercatat sebagai salah satu operator Chinook terbesar di luar Amerika Serikat, dengan total pemesanan mencapai lebih dari 100 unit yang dibagi untuk Pasukan Bela Diri Angkatan Darat (JGSDF) dan Angkatan Udara (JASDF). Kehadiran industri lokal menjamin ketersediaan suku cadang dan kemandirian perawatan tanpa tergantung penuh pada rantai pasok Pentagon.
山林火災への消火活動に従事する陸自CH-47JAがホバリング、機体下部に吊るした消火用バケットに給水を行うシーン。 pic.twitter.com/qyj1YzOgxM
— SPAR55 このRJTYの片隅に (@SPAR655) January 9, 2026
Ditinjau dari spesifikasi teknis dan keunggulannya dibanding varian standar AS (seperti CH-47D), varian CH-47JA buatan Kawasaki dirancang khusus menyesuaikan doktrin geografi kepulauan Jepang dan Misi Penanggulangan Bencana (HADR).
Varian CH-47JA ditandai dengan tonjolan tangki bahan bakar eksternal (enlarged side sponsons) yang jauh lebih besar pada kedua sisi bodi, mampu mengangkut bahan bakar tambahan hingga jangkauan jelajahnya melonjak melebihi 1.000 kilometer.
Helikopter berbobot lepas landas maksimum (MTOW) sekitar 22,6 ton ini juga dilengkapi radar cuaca bintik warna pada moncong depannya, sistem penglihatan malam berbasis kamera elektro-optik/inframerah (FLIR), serta kubah navigasi satelit yang memungkinkan operasional aman di tengah badai maupun kabut asap tebal. (Gilang Perdana)


