
Insiden jatuhnya dua jet tempur Hornet dalam satu hari, yakni F/A-18D di Malaysia dan F/A-18E di Virgnia, AS, rupanya memberi efek positif pada manufaktur kursi lontar (ejection seati), pasalnya dari dua insiden tersebut, semua awaknya berhasil menyelamatkan diri berkat kursi lontar. (more…)

Mungkin banyak netizen lupa, bahwa tepat pada tanggal ini, 3 Juli, pada 22 tahun lalu telah terjadi peristiwa bersejarah di jagad dirgantara pertahanan udara nasional. Persisnya pada 3 Juli 2003, nyaris terjadi duel udara antara dua tipe jet tempur, yaitu F-16 dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Madiun, dengan kelompok terbang F/A-18 Hornet dari kapal induk nuklir di USS Carl Vinson (CVN-70). (more…)

Setelah melakukan pendekatan sejak tahun 2021, akhirnya baru di tahun ini, ada kepastian bagi Malaysia untuk bisa memborong jet tempur F/A-18C/D Hornet “Classic” bekas pakai Angkatan Udara Kuwait. Hal tersebut dapat terjadi setelah adanya persetujuan dari Washington yang mengizinkan penjualan alutsista produksi AS ke negara ketiga. (more…)

Penciptaan desain jet tempur seperti yang kita kenal saat ini kadang melewati proses yang panjang, bahkan tak terduga bahwa asal-usulnya punya sejarah berliku. Sebut saja Northrop YF-17 “Cobra”, yang ternyata desain prototipe pesawat tempur ini menjadi cikal bakal dari keluarga F/A-18 Hornet. (more…)

Meski sudah tidak lagi diproduksi, populasi jet tempur F/A-18 Hornet “Classic” (varian A/B/C/D) yang mencapai 300 hingga 400 unit di seluruh dunia, tetap menjadi pasar yang menarik bagi manufaktur radar untuk menawarkan upgrade untuk adopsi radar antena active electronically-scanned array (AESA). (more…)

Kilas balik ke akhir Desember 2021, saat itu ada keinginan dari Angkatan Udara Malaysia (TUDM/RMAF) untuk membeli jet tempur F/A-18C/D milik Angkatan Udara Kuwait yang masih dalam kondisi baik dan dengan jam operasi rendah. Namun, seiring waktu berjalan, tidak ada lagi kabar kelanjutannya. (more…)

Meski punya reputasi gemilang dalam beragam operasi dan menjadi ikon jet tempur dalam film “Top Gun: Maverick”, namun, Boeing Aerospace pada 23 Februari 2023 telah memutuskan untuk mengakhiri produksi F/A-18 Super Hornet pada akhir tahun 2025, yakni setelah tuntasnya pengiriman terakhir ke Angkatan Laut AS. (more…)

Kemampuan peperangan elektronika – electronic warfare – pada armada jet tempur Australia dikenal sebagai yang terdepan di kawasan regional, yakni dengan keberadaan Boeing EA-18G Growler. Dan terkait dengan peningkatan kemampuan Growler yang telah dijalankan Amerika Serikat, maka Australia telah merancang program upgrade pada armada EA-18 Growler dalam Project AIR 5349 Phase 6 – Advanced Growler. (more…)

Pernyataan Wakil Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz yang dikutip malaymail.com (22/12/2021), menyebutkan tengah mengajukan pengadaan “lock, stock and barrel” dari 33 unit F/A-18C/D milik Angkatan Udara Kuwait, rupanya menuai polemik. Tak lama setelah kabar ramai di jagad media, justru muncul sanggahan dari pihak Kuwait. (more…)

Meski operasionalnya sempat dikritik habis oleh mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, rupanya diam-diam ada keinginan dari Angkatan Udara Malaysia (TUDM/RMAF) untuk memperpanjang usia operasional jet tempur F/A-18D Hornet hingga tahun 2035. Bahkan bukan itu saja, ada kabar bahwa Malaysia ingin untuk menambah aset armada F/A-18 Hornet. (more…)