Perkuat Scorpene Evolved Indonesia, Saft Pasok Baterai Lithium-ion Kapal Selam Naval Group

Perusahaan spesialis baterai industri asal Perancis, Saft—anak perusahaan dari raksasa energi TotalEnergies, resmi mendapatkan kontrak skala besar dari pembuat kapal perang Naval Group. Kontrak ini menugaskan Saft untuk memasok sistem baterai Lithium-ion (Li-ion) generasi terbaru untuk armada kapal selam “Blacksword Barracuda” dan keluarga kapal selam Scorpene class.
Pengumuman kerja sama strategis ini menjadi sorotan utama di ranah industri pertahanan bawah laut. Pasalnya, teknologi baterai Li-ion buatan Saft tersebut merupakan komponen inti yang akan menggerakkan program kapal selam Scorpene Evolved yang baru-baru ini dipesan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk menguatkan jajaran alutsista Korps Hiu KencanaTNI AL.
Indonesia mencatatkan sejarah sebagai pelanggan perdana (launch customer) yang memilih opsi varian Scorpene Evolved berteknologi Full Lithium-Ion yang dibangun secara lokal di galangan kapal PT PAL Indonesia, Surabaya.
Dalam rilis resminya, Saft mengungkapkan bahwa baterai Li-ion generasi baru ini dikembangkan dan diproduksi secara mandiri (in-house). Teknologi ini menawarkan lompatan performa yang signifikan jika dibandingkan dengan teknologi baterai timbal-asam (lead-acid) yang selama puluhan tahun menjadi standar kapal selam konvensional.
Keunggulan utama baterai Li-ion terletak pada kepadatan energinya (energy density) yang jauh lebih tinggi. Hal ini memungkinkan kapal selam Scorpene Evolved memiliki daya tahan menyelam (underwater endurance) yang jauh lebih lama di bawah air, respons pengisian daya yang sangat cepat (fast charging), serta kemampuan mempertahankan kecepatan tinggi secara terus-menerus tanpa cepat kehabisan daya.
Selain meningkatkan fleksibilitas operasional dan kesenyapan kapal di bawah air, Saft menegaskan bahwa sistem baterai ini dirancang dengan standar keselamatan tertinggi (total operational safety) guna memenuhi persyaratan militer pertahanan yang amat ketat, meminimalisasi risiko thermal runaway atau kebocoran listrik di ruang tertutup kapal selam.
Bagi Indonesia, integrasi baterai Li-ion Saft pada platform Scorpene Evolved memberikan dorongan taktis yang luar biasa. Kombinasi desain stealth ala Naval Group dan pasokan daya baterai Li-ion Saft menjadikan kapal selam TNI AL kelak memiliki performa menyelam menyerupai kapal selam bermesin AIP (Air-Independent Propulsion), namun dengan biaya perawatan dan kompleksitas operasional logistik yang jauh lebih terjangkau. (Bayu Pamungkas)


