Klaim Sukses Hancurkan Radar AS di Bahrain dan Kuwait, Iran Rilis Bukti Foto Satelit

Pemerintah Iran secara resmi merilis serangkaian foto satelit yang diklaim sebagai bukti kesuksesan serangan mereka terhadap instalasi militer strategis Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Melalui rilis resminya, Teheran menyatakan bahwa serangan rudal balistik dan drone yang dilancarkan pada 11 Juni 2026 berhasil menghantam dan menghancurkan fasilitas radar pertahanan udara vital milik AS di kedua negara sekutu Washington tersebut.

Baca juga: Analisis Citra Satelit Ungkap Kehancuran Masif Pangkalan AS Akibat Serangan Presisi Iran, F-35 Turut Menjadi Korban?

Berdasarkan foto satelit yang disebarkan oleh pihak Iran, salah satu target utama yang hancur adalah struktur kubah pelindung radar (radome) di fasilitas Jabal al-Dukhan, Bahrain. Fasilitas tersebut diyakini kuat merupakan tempat disiagakannya sistem radar intai jarak jauh AN/TPS-59 milik militer AS. Selain di Bahrain, dokumen satelit tersebut juga memperlihatkan kerusakan parah pada sistem radar ASR-1000 yang ditempatkan di Pangkalan Udara Ali al-Salem, Kuwait.

Sebagai catatan, radar AN/TPS-59 merupakan sistem radar pertahanan udara taktis 3D phased-array bergerak (mobile) yang dioperasikan secara masif oleh Korps Marinir AS (USMC) dan Angkatan Udara AS. Dikembangkan oleh Lockheed Martin, radar berfrekuensi L-band ini dirancang khusus untuk mendeteksi, melacak, dan memetakan lintasan rudal balistik antar-benua (tactical ballistic missiles) serta target udara konvensional dari jarak yang sangat jauh, yakni mencapai lebih dari 740 kilometer.

Kemampuannya yang sanggup melacak target di ketinggian ekstrem hingga menembus batas ruang angkasa menjadikannya sebagai mata pengintai paling vital Pentagon di kawasan Teluk guna mengantisipasi ancaman hujan rudal dari Iran.

Sementara itu, radar ASR-1000 (Airport Surveillance Radar) memegang peran yang tidak kalah krusial di pangkalan aju AS. Sistem ini merupakan radar pengawas wilayah udara pangkalan udara militer generasi modern yang berfungsi mengelola manajemen lalu lintas udara taktis sekaligus mendeteksi ancaman penyusup udara tingkat rendah (low-altitude threats), seperti pesawat intai, helikopter, hingga drone berukuran kecil.

Mengintegrasikan teknologi radar primer dan sekunder berkecepatan tinggi, ASR-1000 bertugas menjamin keselamatan operasi penerbangan jet-jet tempur koalisi AS di pangkalan Ali al-Salem serta memberikan peringatan dini (early warning) jika ada objek tak dikenal yang berusaha menyusup ke perimeter pangkalan.

Tak lama setelah foto-foto tersebut beredar, komunitas analis intelijen terbuka (OSINT) langsung melakukan proses geolokasi terhadap titik koordinat yang dirilis. Hasil analisis independen para pakar OSINT mengonfirmasi keberadaan kawah bekas ledakan (craters) serta puing-puing material di lokasi kejadian yang valid menunjukkan adanya kerusakan akibat hantaman proyektil, baik berupa rudal balistik maupun drone kamikaze.

Jejak digital ini memperkuat rekam jejak klaim Iran sebelumnya, di mana penilaian Barat di masa lalu juga sempat memverifikasi keberhasilan serangan Teheran yang pernah menghantam lebih dari 200 struktur militer AS di kawasan Teluk.

Merespons klaim sepihak dan bukti visual dari Teheran, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) langsung mengeluarkan pernyataan resmi untuk meredam kepanikan. Pihak Pentagon menegaskan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil melakukan intersepsi terhadap ancaman yang datang, sehingga mencegah terjadinya kerusakan operasional maupun korban luka di pihak personel militer AS. CENTCOM mengabaikan rilis foto satelit tersebut dan melabelinya sebagai langkah propaganda murahan dari pihak Iran. (Gilang Perdana)

Thales Alenia Space dan PT Len Industri Pasok Sistem Integrasi Radar dan Satelit Optik untuk Kemhan RI

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *