Hari Ini Dalam Sejarah, Northrop YF-17 “Cobra” Terbang Perdana, Cikal Bakal Jet Tempur Legendaris F/A-18 Hornet

Penciptaan desain jet tempur seperti yang kita kenal saat ini kadang melewati proses yang panjang, bahkan tak terduga bahwa asal-usulnya punya sejarah berliku. Sebut saja Northrop YF-17 “Cobra”, yang ternyata desain prototipe pesawat tempur ini menjadi cikal bakal dari keluarga F/A-18 Hornet.
Baca juga: Hari ini 51 Tahun Lalu, F-16 Fighting Falcon Terbang Perdana Secara Tak Sengaja
Dan hari ini 51 tahun lalu, bertepatan dengan 9 Juni 1974, adalah momen penerbangan perdana (first flight) YF-17 Cobra dengan nomor seri prototipe 72-1569. Pesawat tersebut lepas landas dan mendarat di Edwards Air Force Base, California, Amerika Serikat. Di pusat utama pengujian dan pengembangan pesawat militer AS yang berada di Gurun Mojave, California selatan.
Saat itu, YF-17 diterbangkan oleh Pilot uji: Hank Chouteau (Northrop test pilot) dengan durasi penerbangan sekitar 61 menit. Fokus uji pada penerbangan perdana adalah menganalisa performa dasar penerbangan, kestabilan aerodinamis, pengujian mesin kembar GE YJ101-GE-100 turbofan.
Prototipe pertama yang disebut YF-17A menampilkan desain inovatif dengan desain twin tail, leading edge extensions (LEX) dan mesin ganda dengan nozzle terpisah.

YF-17 merupakan salah satu dari dua prototipe yang dibuat oleh Northrop untuk program Lightweight Fighter (LWF) yang diselenggarakan oleh Angkatan Udara AS sebagai upaya mencari jet tempur ringan, murah, namun mumpuni.
Walaupun akhirnya YF-16 dari General Dynamics yang menang dalam kompetisi tersebut, desain YF-17 tidak berhenti di sana. Northrop kemudian bekerja sama dengan McDonnell Douglas (kini Boeing) untuk mengembangkan YF-17 menjadi F/A-18 Hornet, yang sukses digunakan oleh Angkatan Laut dan Marinir AS.

Adopsi mesin ganda dengan dua mesin General Electric YJ101-GE-100 dinilai mempunyai keunggulan tersendiri, yaitu redundansi dan keamanan ekstra jika satu mesin gagal. Hal ini sangat disukai Angkatan Laut di kemudian hari (karena operasional carrier), keunggulan lain adalah desain taileron ganda dan sayap dengan leading-edge extensions (LEX) yang memungkinkan manuver agresif, bahkan julukan “Cobra” berasal dari kemampuannya melakukan manuver menyerupai “cobra strike”.
Walaupun tidak sepenuhnya digital seperti YF-16, YF-17 memakai sistem fly-by-wire analog, yang tetap memberikan respons kontrol lebih halus daripada kontrol konvensional. YF-17 juga dilengkapi dengan head-up display (HUD) dan kursi lontar reclined untuk kenyamanan dan visibilitas pilot.

Kalah dari YF-16
YF-16 yang menjadi cikal bakal F-16 Fighting Falcon dinilai lebih lincah, lebih ringan, dan memiliki instabilitas terkontrol (relaxed static stability) berkat fly-by-wire digital penuh. Ini membuat YF-16 lebih unggul dalam dogfight dan efisiensi energi saat bermanuver.
YF-16 juga dinilai lebih murah untuk dibuat dan dioperasikan, karena hanya punya satu mesin. Meskipun satu mesin berarti lebih berisiko, untuk Angkatan Udara (bukan Angkatan Laut), itu bisa diterima. Mesin F100-PW-100 milik YF-16 lebih kuat dibanding dua YJ101 milik YF-17 dalam hal thrust-to-weight ratio.

Selain itu, YF-16 adalah jet tempur pertama di dunia yang mengandalkan fly-by-wire digital penuh secara operasional. Ini memberi YF-16 presisi kontrol ekstrem dan penghematan berat karena tidak membutuhkan banyak kontrol mekanis.
Setelah kalah dari YF-16 dalam program Lightweight Fighter (LWF) pada 1974, YF-17 tidak langsung “dibuang”. Justru, ia menjadi dasar untuk jet tempur baru Angkatan Laut AS, yang saat itu sedang mencari jet multirole pengganti F-4 Phantom II dan A-7 Corsair II. Tahun 1974–1975, Angkatan Laut AS meluncurkan program VFAX untuk mencari pesawat tempur serbaguna (fighter/attack) berbasis kapal induk.
[the_ad id=”77299″]
Northrop kemudian memberi desain dasar dan hak intelektual, McDonnell memimpin produksi dan navalisasi berkat pengalamannya dsalam memproduksi F-4 Phantom. Hasilnya adalah pesawat baru yang mirip hanya secara garis besar dengan YF-17, namun 90% komponennya baru atau direvisi.
Prototipe F/A-18 pertama (TF-18A) kemudian terbang perdana pada 18 November 1978 dengan produksi dimulai awal 1980-an, dan masuk layanan dengan US Navy dan US Marine Corps pada 1983–1984, dan menjadi tulang punggung angkatan laut AS selama lebih dari 3 dekade. (Gilang Perdana)
https://www.indomiliter.com/hari-ini-29-tahun-lalu-jet-tempur-f-a-18-super-hornet-terbang-perdana-pengganti-f-14-tomcat/


