Singapura seolah tak rela melihat peningkatan kemampuan kapal selam Indonesia. Tak lama setelah Indonesia meneken kontrak pengadaan tiga unit kapal selam Changbogo Class di Desember 2011, maka Singapura di tahun 2013 langsung meneken kontrak pengadaan dua unit kapal selam mutakhir Type 218 yang masih berwujud konsep. Bahkan sebagai negara pengorder pertama, pihak manufaktur dari Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems memberi label ‘kehormatan’ kapal selam ini sebagai Type 218SG. Dan menjelang tibanya kapal selam baru TNI AL, KRI Nagapasa 403 (aka – Changbogo Class) dari Korea Selatan, Singapura pada 16 Mei 2017 telah menambah pesanan dua unit Type 218SG, hingga AL Singapura bakal memiliki total empat unit Type 218SG. (more…)
Dengan rampungnya basis produksi kapal selam di galangan PT PAL pada September mendatang, secara langsung dimulai babak baru pembangunan kapal selam di dalam negeri. Selain proyek perdana berupa pengerjaan KRI Nagarangsang 405 (Nagabanda Class – aka Changbogo Class), fasilitas produksi kapal selam PT PAL juga nantinya dicanangkan untuk merilis kapal selam lanjutan untuk kebutuhan Korps Hiu Kencana TNI AL. (more…)
Bertempat di kesejukan distrik Okpo, Kota Geoje, Provinsi South Gyeongsang, Korea Selatan, hari kamis (24/3) lalu berlangsung seremoni peluncuran unit perdana kapal selam Nagabanda Class (aka – Changbogo Class). Momen peluncuran ini memperkuat identitas beredarnya foto-foto kapal selam yang sebelumnya telah ramai dalam bahasan netizen.
Tak ada yang keliru saat orang menyebut kapal selam terbaru TNI AL adalah Changbogo Class, pasalnya saat penandatanganan kontrak pengadaan tiga unit kapal selam dari Korea Selatan di tahun 2011, belum disebutkan secara definif penamaan ketiga KRI. Namun kabar terbaru menyebut unit pertama Changbogo Class TNI AL telah rampung konstruksi fisiknya dan siap memasuki masa uji coba. Ikut terungkap pula identitas unit kapal selam perdana sebagai KRI Nagabanda 403. (more…)
Area pabrik kapal selam PT PAL dalam proses pembangunan.
Ada kabar baik untuk perkembangan ToT (transfer of technology) industri alutsista di Indonesia. Pasalnya pihak PT PAL menyebut bahwa di bulan September 2016, seluruh pekerjaan fisik pembangunan komplek pembuatan kapal selam di Surabaya akan rampung, artinya proses pengerjaan pesanan ketiga Changbogo Class sudah dapat dimulai. (more…)
Menyambung pemberitaan di Indomiliter pada 18 November 2015, disebutkan ada dua galangan kapal yang berkompetisi untuk meraih kontrak overhaul kapal selam TNI AL KRI Cakra 401. Dua galangan tersebut, Daewoo Shipbuilding dan Marine Engineering (DSME), Korea Selatan dan DCNS, galangan kapal asal Perancis, sama-sama menawarkan paket maintenance, repair dan overhaul (MRO). Dan hingga tulisan ini diturunkan, nyatanya belum ada pemenang dari kontrak yang nilainya mencapai US$40 juta. (more…)
Tahun 2017 sepertinya bakal jadi momen kebangkitan alutsista TNI AL, di tahun tersebut TNI AL dijadwalkan akan menerima kedatangan kapal selam perdana Changbogo Class dari Daewoo Shipbuilding Marine Engineering (DSME), Korea Selatan, lalu ada pula PKR (Perusak Kawal Rudal) SIGMA Class 10514 dari galangan Damen Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. Tapi tak itu saja, armada TNI AL juga siap menerima kapal latih tiang tinggi (tall ship) penerus the legend KRI Dewa Ruci. (more…)
Saat kapal selam Changbogo Class pertama tiba di Indonesia pada awal tahun 2017, maka kapal selam Type 209/1300 TNI AL telah memasuki usia 36 tahun pengabdian, maklum duo KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala resmi diserahterimakan ke Indonesia pada tahun 1981. Dengan usia Cakra Class yang kian menua, tak lantas kedua kapal selam ini akan dipensiunkan. Secara platform, Type 209/1300 masih serviceable, ditambah kedua kapal sudah pernah dilakukan repowering dan upgrade sistem elektronik. (more…)
Mungkin karena tahu anggaran pertahanan TNI dalam RAPBN 2016 ditambahkan Rp120 triliun, plus Kementerian Pertahanan dan TNI AL yang masih maju mundur menggolkan pengadaan kapal selam tambahan diluar Changbogo Class, mendorong manufaktur kapal selam asal Perancis, DCNS mulai melobi pemerintah RI untuk membeli Scorpene 1000 SSK, yakni salah satu varian baru dari keluarga kapal selam diesel listrik Scorpene Class. (more…)
Kehadiran kapal selam Changbogo Class yang akan mulai memperkuat Korps Hiu Kencana TNI AL pada awal tahun 2017, juga membawa lompatan teknologi dalam sistem kesenjataan bawah laut. Bila di kapal selam (kasel) terdahulu, yakni Type 209 (Cakra Class) kasel hanya bisa melontarkan torpedo SUT (surface and underwater torpedo) 533 mm, maka di Changbogo Class kasel dapat melontarkan rudal anti kapal dan hebatnya bisa menghantarkan ranjau. (more…)