Murid Tantang Guru: Korea Selatan Boyong KSS-III, Tekuk TKMS Jerman dalam Mega Proyek Kapal Selam Kanada

Sebuah plot twist terbesar dalam sejarah industri pertahanan modern global saat ini tengah berlangsung sengit di Kanada. Korea Selatan, sebuah negara yang pada medio 1980-an baru belajar dasar-dasar merancang bangun kapal selam dari galangan kapal legendaris Jerman, HDW (kini bernama ThyssenKrupp Marine Systems – TKMS), lewat perakitan lisensi kapal selam kelas Jangbogo (Type 209), kini berbalik arah menjadi rival paling mematikan bagi sang guru.

Baca juga: Kapal Selam Korea Selatan KSS-III ‘Dosan Ahn Chang-ho’ Arungi Pasifik 14.000 Km Demi Amankan Mega Proyek Kanada

Melalui konsorsium raksasa Hanwha Ocean dan HD Hyundai Heavy Industries, Seoul kini bertarung habis-habisan melawan TKMS demi memperebutkan Canadian Patrol Submarine Project (CPSP), sebuah proyek pengadaan alutsista bawah air non-nuklir terbesar di planet bumi.

Kontrak raksasa milik Angkatan Laut Kanada ini bertujuan untuk menggantikan empat kapal selam Victoria class buatan Inggris yang telah usang dengan 12 unit kapal selam diesel-elektrik baru, dengan nilai investasi siklus hidup (lifetime value) yang ditaksir pengamat militer mencapai 60 miliar hingga 120 miliar Dolar Kanada, di mana 24 miliar hingga 30 miliar Dolar Kanada di antaranya dialokasikan murni untuk proses akuisisi awal.

Memasuki fase penentuan pada Juni 2026, kompetisi ketat ini menyisakan duel dua kekuatan teknologi bawah air yang mengusung filosofi desain sangat kontras. Pihak Korea Selatan menjagokan monster bawah air KSS-III (Dosan Ahn Changho class) Batch II yang memiliki panjang 89,3 meter. Kapal selam ini mengusung sistem penggerak hibrida tercanggih berupa kombinasi fuel-cell AIP, baterai litium-ion, dan mesin diesel-elektrik yang diklaim Hanwha belum memiliki tandingan di kelas kapal selam konvensional operasional dunia saat ini.

DSME Korea Selatan Mulai Bangun Kapal Selam Terbaru KSS-III Batch II (Jang Bogo Class) – 80 Persen Komponen Produksi Dalam Negeri

Keunggulan paling mengerikan dari KSS-III terletak pada kompartemen senjatanya yang mengintegrasikan 10 sel Vertical Launch System (VLS) untuk meluncurkan rudal balistik kapal selam (SLBM) Hyunmoo 4-4, sebuah kemampuan serangan darat strategis yang sangat langka ditemukan pada kapal selam non-nuklir.

Sebaliknya, Jerman menjagokan Type 212CD, sebuah cetak biru kapal selam hasil kerja sama dengan Norwegia yang dioptimalkan khusus untuk beroperasi senyap di wilayah Arktik dan Atlantik Utara. TKMS mengklaim rancangannya memiliki tingkat kebisingan hidrodinamis 60 persen lebih senyap dari pendahulunya, 212A class, sebuah modal kuat mengingat TKMS merupakan pemasok utama yang menguasai sekitar 70 persen pasar kapal selam konvensional di lingkungan negara-negara NATO.

Korea Selatan Tawarkan Kapal Selam KSS-III Batch II (Jang Bogo Class) ke Polandia, Dibekali AIP dan VLS

Siasat penjualan yang dilancarkan kedua kubu pun terbilang sangat agresif, di mana keunggulan pembuktian nyata di lapangan diadu dengan jaminan politik tingkat menteri. Korea Selatan memimpin langkah diplomasi secara pragmatis dengan langsung mengirimkan kapal selam ROKS Dosan Ahn Changho berlayar sejauh 14.000 kilometer dari Jinhae menuju Pangkalan Militer Kanada di Esquimalt pada akhir Mei 2026.

Pelayaran trans-Pasifik pertama dalam sejarah militer Seoul ini menjadi ajang uji coba laut (sea trial) langsung di depan mata calon pembeli dengan turut membawa pelaut Kanada di dalamnya. Manuver Korsel yang menjanjikan pengiriman empat unit kapal selam pertama sebelum tahun 2035 ini memaksa Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, terbang langsung ke Ottawa untuk memberikan jaminan personal bahwa TKMS sanggup mempercepat pengiriman empat unit Type 212CD pada tahun 2036.

Guna memenuhi janji tersebut, pemerintah Jerman dan Norwegia bahkan rela mengalah dengan memangkas masing-masing satu slot jatah pemesanan dalam negeri mereka demi mendahulukan kebutuhan armada Kanada agar tidak mengalami masa kekosongan alutsista bawah air.

Demi Jegal Korea Selatan, Jerman Rela ‘Hibahkan’ Slot Produksi Kapal Selam Type 212CD untuk Kanada

Pertarungan akhir ini pada akhirnya juga bergeser menjadi perang kompensasi industri (offset) bernilai fantastis demi memikat hati pemerintah di Ottawa. Hanwha Ocean menyodorkan paket bernilai ekonomi hingga 94 miliar Dolar Kanada yang menjanjikan 22.500 lapangan kerja per tahun, kemitraan pasokan baja dengan Algoma Steel, hingga jaminan pusat perawatan (MRO) lokal di Halifax dan Esquimalt.

Jerman membalas lewat tawaran investasi tertutup jangka panjang selama 30 tahun senilai 86 miliar Dolar Kanada yang mencakup pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik (EV) di Kanada, dukungan pertambangan mineral jarang (rare-earth), hingga opsi pembelian pesawat buatan Bombardier Kanada untuk armada VIP Jerman.

Bagi Korea Selatan, memenangkan tender dari negara G7 dan aliansi Five Eyes akan menjadi ekspor militer terbesar dalam sejarahnya sekaligus memuluskan ambisi menjadi eksportir senjata terbesar keempat di dunia. Namun bagi Jerman, kalah dari mantan muridnya sendiri menggunakan turunan teknologi yang silsilahnya berasal dari raksasa Kiel (HDW) akan menjadi pukulan telak yang akan merusak reputasi dominasi global mereka di pasar kapal selam internasional. (Abdi Waluyo)

Setelah dari Malaysia, Kapal Selam Baru Pakistan PNS Hangor Sambangi Jakarta

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *