Setelah dari Malaysia, Kapal Selam Baru Pakistan PNS Hangor Sambangi Jakarta

Setelah sebelumnya sempat melakukan transit di pangkalan laut Kota Kinabalu, Malaysia pada awal Mei lalu, kapal selam terbaru Angkatan Laut Pakistan, PNS Hangor, kembali melanjutkan pelayaran jarak jauhnya. Bukannya langsung bertolak pulang ke Pakistan, kapal selam canggih buatan Cina ini dilaporkan berlayar ke arah selatan dan resmi singgah di Jakarta pada Selasa, 19 Mei 2026.

Baca juga: Mewarisi DNA Type 039 Cina, Kapal Selam Baru Pakistan PNS Hangor Unjuk Gigi dan Transit di Malaysia

Kedatangan kapal selam perdana dari Hangor class tersebut disambut hangat oleh Lantamal III Jakarta di Pelabuhan Tanjung Priok. Tidak sendirian, kapal selam yang mewarisi DNA dari kapal selam Type 039A/B Yuan-class milik Angkatan Laut Cina (PLA Navy) ini datang dalam satu gugus tugas bersama dua kapal perang pengiring dari Pakistan Navy.

Secara resmi, agenda kunjungan PNS Hangor beserta kapal pengiringnya di Jakarta ini merupakan pelayaran persahabatan (goodwill visit) untuk mempererat hubungan diplomasi dan militer antara Indonesia dan Pakistan. Namun, di luar misi formal tersebut, para pengamat menilai ada sejumlah daya tarik strategis di balik kehadiran alutsista bawah air mutakhir ini di perairan Indonesia.

Momentum Promosi Teknologi AIP Cina
Kehadiran PNS Hangor di Jakarta diyakini membawa misi penting bagi industri pertahanan Beijing. Pelayaran dari galangan kapal di Cina menuju Pakistan ini menjadi etalase berjalan yang sempurna untuk memamerkan kebolehan teknologi kapal selam konvensional berteknologi Air-Independent Propulsion (AIP).

Sebagai negara kepulauan yang tengah aktif memodernisasi kekuatan armada bawah airnya, Indonesia tentu menjadi target yang menarik bagi promosi teknologi pertahanan. Melalui unjuk kemampuan PNS Hangor—yang mampu menyelam lebih lama dan lebih senyap berkat sistem AIP—pihak Cina seolah ingin memperlihatkan keandalan teknologi mereka secara langsung di kawasan Asia Tenggara.

Analisa Rute Jalur Selatan
Selain urusan diplomasi dan pemasaran alutsista, pemilihan rute yang singgah ke Jakarta ini juga memicu analisis menarik dari para pengamat maritim terkait jalur yang akan ditempuh. Ada dugaan bahwa gugus tugas kapal selam ini sengaja dilayarkan tanpa melewati Selat Malaka yang padat dan identik dengan pengawasan ketat dari Amerika Serikat beserta sekutunya.

Melintasi Selat Malaka dalam kondisi transit permukaan dinilai rawan terhadap pemindaian intelijen atau pengendusan sensor akustik oleh pihak asing yang mengincar data teknis kapal selam baru ini. Oleh karena itu, singgah di Jakarta memunculkan analisis bahwa PNS Hangor kemungkinan akan memilih jalur alternatif yang lebih ideal, yaitu keluar melalui Selat Sunda untuk langsung menembus hamparan luas Samudera Hindia menuju Pakistan.

Kunjungan PNS Hangor di Jakarta dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari untuk melakukan serangkaian aktivitas bersama sebelum akhirnya kapal selam penunjang efek deteren terbaru Pakistan ini melanjutkan navigasi panjangnya menuju pangkalan utamanya di Laut Arab. (Gilang Perdana)

INS Drakon (Dolphin Class): Kapal Selam Israel Rancangan Jerman yang Diduga Dilengkapi Vertical Launch System

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *