Modernisasi Destroyer Type 051C Luzhou Class: Cina Tinggalkan Teknologi Rusia demi Rudal Domestik

Keputusan Angkatan Laut Cina (PLA Navy) untuk melakukan modernisasi mendalam pada kapal perusak Type 051C, yang juga dikenal sebagai Luzhou Class, menandai berakhirnya era ketergantungan teknologi maritim Cina terhadap Rusia. Berdasarkan laporan terbaru, dua kapal dalam kelas ini, yaitu Shenyang (115) dan Shijiazhuang (116), tengah menjalani proses pembaruan besar-besaran.
Pembaruan atau modernisasi besar-besaran dilalukan untuk mengganti sistem persenjataan dan radar buatan Rusia yang telah mereka bawa sejak awal operasional pada pertengahan 2000-an. Langkah ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya strategis untuk menyelaraskan kemampuan kapal-kapal tersebut dengan standar armada modern Cina yang kini didominasi oleh kapal-kapal canggih seperti Type 052D dan Type 055.
Melihat profilnya, Type 051C adalah kapal perusak pertahanan udara yang unik dalam sejarah angkatan laut Cina. Memiliki berat benaman sekitar 7.100 ton, kapal ini dirancang dengan lambung yang didasarkan pada desain Type 051B (Luhai Class) namun dipersenjatai dengan sistem pertahanan udara jarak jauh S-300FM Rif-M (SA-N-20) Rusia. Keunggulan utama destroyer ini pada masanya adalah kemampuan radar 30N6E1 Tombstone dan 48 sel rudal vertikal (VLS) yang mampu menghalau ancaman udara hingga jarak 150 kilometer.
Saat diluncurkan, Luzhou Class memberikan payung udara yang sangat dibutuhkan oleh armada Cina yang kala itu masih tertinggal dalam teknologi radar phased array domestik. Kehadirannya berfungsi sebagai “celah” sementara (stop-gap) untuk memastikan Cina memiliki kemampuan pertahanan udara area sebelum mereka mampu memproduksi kapal dengan sistem Aegis lokal secara massal.

Fenomena menarik dari Type 051C adalah jumlah produksinya yang hanya dua unit, sangat kontras dengan kebiasaan Cina yang biasanya memproduksi kapal perang dalam jumlah belasan hingga puluhan. Hal ini terjadi karena Type 051C dianggap sebagai proyek transisi. Pada saat itu, Cina sedang dalam tahap awal mengembangkan sistem radar dan rudal HHQ-9 yang jauh lebih modern untuk dipasang pada Type 052C.
Namun, karena pengembangan teknologi domestik saat itu belum sepenuhnya matang dan berisiko mengalami keterlambatan, Cina memutuskan untuk membeli sistem S-300FM dari Rusia sebagai jaminan keamanan jangka pendek. Begitu teknologi domestik pada seri Type 052C terbukti berhasil, Cina segera menghentikan produksi Type 051C dan beralih sepenuhnya ke desain kapal yang lebih efisien dan modern secara internal.

Inti dari modernisasi ini terletak pada peningkatan daya gempur melalui penggantian rudal utama. Perbandingan antara rudal S-300FM Rif-M Rusia dan HHQ-9B Cina menunjukkan lompatan teknologi yang sangat signifikan, di mana sistem Rusia yang kini diganti hanya mampu menjangkau target hingga 150 km dengan sistem pemandu semi-aktif yang membutuhkan pengawasan radar kapal secara terus-menerus.
Sebaliknya, HHQ-9B menawarkan jangkauan dua kali lipat hingga 300 km dan telah mengadopsi teknologi pemandu aktif (active radar homing), yang memungkinkan rudal mencari targetnya sendiri secara mandiri setelah diluncurkan (fire-and-forget).

Selain lebih unggul dalam jangkauan dan otonomi, HHQ-9B memiliki desain yang lebih kompak serta lebih andal dalam menghadapi target saturasi tinggi maupun pesawat siluman modern, sebuah peningkatan yang secara drastis mengubah peran kapal tua seperti Type 051C dari sekadar penjaga pantai menjadi aset pertahanan udara area yang sangat disegani.
Alasan lain Cina mengganti sistem Rusia pada Type 051C adalah masalah integrasi logistik dan komunikasi data. Mempertahankan sistem radar dan perangkat elektronik Rusia di tengah armada yang kini hampir 100% menggunakan sistem domestik menciptakan beban operasional yang rumit.
Dengan mengganti radar Rusia menjadi radar Active electronically scanned array (AESA) domestik yang lebih bertenaga, Cina tidak hanya memperpanjang usia pakai kapal ini, tetapi juga memastikan kedua destroyer Luzhou Class dapat terhubung secara penuh ke dalam jaringan tempur modern Cina. Kini, meskipun hanya berjumlah dua unit, Shenyang dan Shijiazhuang siap kembali ke lautan dengan “taring” yang jauh lebih tajam dan teknologi yang sepenuhnya mandiri. (Gilang Perdana)
https://www.indomiliter.com/dalam-empat-tahun-angkatan-laut-cina-ketambahan-delapan-unit-destroyer-type-055-renhai-class/


